|
Inikah
negeri yang dikenal sebagai negeri bundo kanduang demokrasi? Koq diskusi aja
begitu dicurigai, bergelemak peak lagi. Kalau orang tak mengerti Maklumat itu
apa, dan lantas didiskusikan, kenapa mesti takut?
Setahu saya, Faisal Basri tak ikut acara ini, sekalipun memang
diundang, karena kesibukan lain. Hal-hal yang dipertanyakan kalangan DPRD ini
juga tak substansial. "Kenapa tiba-tiba muncul?" Emangnya kenapa? Tak boleh
muncul tiba-tiba? "Apa misinya?" Ya, diskusi, mencari kejelasan.
ijp
=======
Rabu,
5/6/2002 00.52 WIB
Dipertanyakan, Siapa di Belakang LASPPadang, mimbarminang.com � Kalangan DPRD dan Tim Terpadu Spin Off PT Semen Padang mempertanyakan misi dan siapa di belakang rencana Diskusi Panel yang akan digelar Lembaga Analisis Sosial dan Pembangunan (LASP) Kamis (6/6/2002) besok. �Mereka akan menghakimi Maklumat, tetapi tak mengun-dang pihak yang terkait dengan keberadaan Maklumat itu. Ini pantas dipertanyakan, siapa di belakang mereka dan apa misi-nya?� kata Ketua Tim Spin Off Terpadu DPRD, H. Anwar Syam suddin, kemarin. Hal senada juga dipertanyakan anggota Komisi B. DPRD Drs. H. Afrizal, B.Ac. �Siapapun panitianya, ini tidak fair, karena membicarakan Maklumat tanpa melibatkan pemegang maklumat dan penanda tangan maklumat adalah tidak objektif,� ujarnya kepada wartawan di DPRD Sumbar kemarin. Namun ketua panitianya, Oktavianus Rizwa mengatakan bahwa Diskusi Panel yang mem bicarakan Transparansi, Kepastian Hukum dan Implikasi Maklumat Sumatra Barat tentang PT Semen Padang, merupakan diskusi melihat Maklumat secara akademis tanpa ada muatan kepentingan atau pro atau kontra terhadap satu elemenpun. Menjawab pertanyaan wartawan dalam jumpa pers, Selasa (4/6/2002) Ketua Pelaksana Panitia Diskusi Panel Oktavianus Rizwa mengatakan bahwa Diskusi Panel itu tidak akan membahas hal-hal yang terkait dengan apapun di luar itu. �Kita hanya melihat Maklumat sebagai sebuah keputusan untuk menuntut spin off, kenapa harus Maklumat?� kata Oktavianus memper-tanyakan. Namun dilihat dari topik-topik yang akan dibahas dalam diskusi yang akan diadakan di Pangeran�s Beach Hotel itu, tidaklah seperti yang diungkap kan Oktavianus. Misalnya, sesi I akan membicarakan topik Lahirnya Maklumat Masyara kat Sumatra Barat tentang PT Semen Padang Ditinjau dari Perspektif Clean Government dan Good Governance. Pembi caranya adalah Dr. Indria Samego (LIPI) dan Andrianof A. Chaniago (UI). Sesi II akan membicarakan Status Hukum Maklumat Ma-syarakat Sumatra Barat ten tang PT Semen Padang dengan pembicara Prof. Dr. Hikmahan to Juwana, S.H. (UI), dan Saldi Isra, S.H., MPA (Unand). Se dangkan sesi III dengan topik Implikasi Maklumat Masyara-kat Sumatra Barat tentang PT Semen Padang terhadap Pemulihan Ekonomi dan Kepastian Hukum dengan pembicara Faisal H. Basri (UI) dan Dr. Bismar Nasution, S.H. (USU). �Bagaimana mungkin mereka bisa mengata-kan murni akademis kalau topik-topik yang dibicarakannya seperti itu,� kata Anwar Syam suddin. Ia justru mempertanyakan, siapa di belakang LSAP dan apa kepentingan mereka. Selama ini, Anwar tak pernah menemukan lembaga itu dalam kaitan perjuangan spin off PT Semen Padang, baik yang pro maupun yang kontra. �Kenapa sekarang mereka tiba-tiba muncul?� tanya anggota DPRD dari Fraksi PAN ini. Afrizal mempertanyakan, apakah objektif membicarakan Maklumat itu tanpa melibatkan sebagai pihak yang terkait. Sebagaimana diketahui, Maklumat itu sudah dikukuhkan dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD menjadi Keputusan DPRD Sumbar No. 13/DPRD-SB/2001, dan telah diterima oleh Gubernur sebagai pengemban Maklumat. �Bagaimana mungkin mereka bisa objektif kalau tidak bersedia mendengar dan memberi kesempatan kepada pihak yang terkait untuk menyampaikan latar belakang dan segala hal mengenai lahirnya Maklumat tersebut,� ujar Afrizal. Ketika ditanyakan kepada Oktavianus, kenapa pemegang maklumat tidak diikutkan, ia beralasan bahwa mereka bisa terlibat dalam acara itu karena panitia mengundangnya sebagai peserta. Hal yang sama disampaikan oleh Sekretaris Panitia Drs. Edi Indrizal, MSi. Ia tidak menjelaskan dengan tegas alasan tidak dimasukkannya pemegang maklumat dan penandatangan maklumat dalam diskusi itu. Ia hanya mengatakan bahwa Diskusi Panel itu murni diskusi akademis yang tidak punya kepentingan. Baginya diskusi akademis ini bersifat umum. �Diskusi ini dilakukan semata-mata untuk membedah kasus, dimana Maklumat menimbulkan pertentangan di tengah masyara kat,� kata Edi tanpa menjelaskan bentuk pertentangan dan pihak mana saja yang terlibat. Sarat Kepentingan Anggota Komisi B DPRD Sumbar dari Fraksi PKP Afrizal B.Ac menilai Diskusi Panel itu sarat dengan kepentingan. �Ada apa dengan diskusi ini, kenapa pemegang maklumat dan penandatangan maklumat tidak dihadirkan?� tanya Afrizal. Baginya, apapun namanya bentuk Diskusi Panel yang membicarakan Maklumat adalah tidak etis kalau tidak melibatkan pelakunya. Jadi menurut Afrizal panitia Diskusi jangan menilai sesuatu di satu sisi. Bagaimanapun maklumat itu lahir mempunyai alasan politis dan punya kronologis. �Kalau kemudian dibicarakan oleh orang lain yang tidak memahami maklumat, maka maklumat kan bisa saja dipahami dengan salah,� kata Afrizal. Afrizal juga mempertanyakan alasan panitia yang mengatakan Diskusi itu sebagai kegiatan diskusi akademis. Kalau itu akademis, menurut Afrizal, kenapa tidak dilakukan di perguruan tinggi. �Saya meragukan Diskusi ini dan alasannya, karena sebuah kegiatan akademis tidak pernah komersial. Ini dikomersialkan, ada apa?� tanya Afrizal. Jadi Afrizal mengatakan dirinya meragukan kemurnian tujuan diskusi itu, karena tidak objektif memilih pembicara. Karena semua pembicara yang dipilih adalah orang yang tidak punya kompetensi untuk membicarakan Maklumat Masyarakat Sumbar. Tentang pernyataan panitia yang mengatakan kenapa Maklumat yang dipilih, Afrizal mengatakan itulah keputusan yang pantas dan harus dilakukan. Karena sejumlah langkah negosiasi dan politik sudah dilakukan tapi tuntutan masyarakat Sumbar diabaikan. �Maka Maklumat adalah keputusan yang tepat dan itu didukung secara aklamasi oleh DPRD. Jadi jangan melihat hasilnya saja tapi lihat proses dan krono-logisnya,� kata Afrizal.(son) |

