Sanak Yan Taufiq di Surabaya + adidunsanak di Palanta
Assalamualaikum w.w.

Tarimo kasih Sanak Yan manyampaikan tanggapannya ka Palanta.
Ambo cubo lo maagieh respon karano ambo nan mamasuakkan email Pak Hanafi ka Rantaunet 
sadangkan Pak Hanafi indak/alun manjadi anggota milis RN.

Mukasuik ambo supayo awak samo tau apo nan sadang dikarajokan anggota lain, mangurangi 
atau menghindari salah pengertian, sakaligus mangundang/mengajak kontribusi pertanyaan 
partisipasi pandapek adidusnanak tantangan topik nan sadang kito katangahkan.  
Sekaligus mengajak diskusi di biliek-biliek.

Batue Sanak Yan, ado gap komunikasi antaro Rantaunet (Palanta) ko jo Pemda Sumbar 
(baiek propinsi maupun kabupaten).  Sa tau ambo indak surang juo pegawai Pemda tu nan 
manjadi anggota milis Rantaunet.
Sanak Miko (SisAdmin RN), tolong ambo dikoreksi dalam hal iko.

Nan ambo ketahui sebagai berikut:
Ado �Rantaunet� yaitu milis tampek anggotanyo (urang awak) bakomunikasi melalui 
internet.  Lah labieh 10 taun RN yang disebut juga �Palanta� atau �Lapau� alah 
bafungsi dengan baik.  Anggota RN juga membuat RantauFund (RF, ketuanyo Bu Ben di 
Amrik) kegiatannya mengumpulkan sumbangan dari anggota kemudian disumbangkan ke 
kampuang dalam hal ado bencana alam, dan bantuan beasiswa, bahkan sebagian dana itu 
dijadikan �dana abadi RF� yang kelola oleh Sanak Amzar Bandaro di Bogor.

Ado lo LKPM/YIB yang ketuanyo Pak Aswin Jusar, sekretarisnyo Pak MC Barijambek.  LKPM 
ko batujuan nak mambangkik baliek kaunggulan urang Minang, karano dulu urang awak ko 
labieh unggul dari suku lainnyo.  Caronyo mambuek Relawan Eksecutif Club (REC).  REC 
ini akan membuat rencana jangka panjang (25 tahun), proyek2, organisasi, pendanaan 
dsb.  Untuk maksud tersebut, hasil pertemuan darat pertama dan kedua memutuskan akan 
menggunakan jalur RN dengan membuat bilik-bilik diskusi: Ekonomi, Pendidikan, Sosbud, 
�dsb.
Siapa saja (baik anggota RN atau bukan) yang mau kontribusi silahkan masuk di bilik2 
yang disukainya dengan mendaftar ke Sanak Ronal ([EMAIL PROTECTED]).  Itulah 
sebabnya saya mengajak Pak Hanafi.

LKPM dalam memulai kegiatannya telah dan selalu berhubungan dengan Pemda Sumbar 
(propinsi), bisa dilihat dari email terdahulu (ada di briefcase, lihat dibawah) dan 
dari email2 yang dikirim oleh Pak Barijambek.  Memang (mungkin) tidak ke Pemda tingkat 
kabupaten yang sebegitu banyak.

Kembali ke pertanyaan/komen Sanak Yan berikutnya  berkaitan dengan email pak Hanafi 
dihubungkan dengan komen dari saudaranya yang di Pemda �kenapa tidak ke Propinsi�.� 
menurut pendapat saya karena Otonomi Daerah (UU no.22 �)  itu diberikan ke Dati II 
Kabupaten.  Wewenang untuk mengelola daerah itu sekarang ada ditingkat kabupaten.  
Tidak pusat atau propinsi lagi yang menentukan apa yang akan dikerjakan oleh 
masing-masing kabupaten.  Inilah yang jadi pembicaraan umum sekarang bahwa Bupati jauh 
lebih berkuasa (pegang kunci) dari pada Gubenur.

Iko cuma versi atau pandapek pribadi ambo, sanak lain tantu bisa manambah/ mangurangi, 
atau manyalahkan/mambatuekan.  Urang daerah dan pusat yang banyak berkecimpung dengan 
OtDa tentu lebih banyak tahu.

Kalau ado Adidunsanak yang ingin baca kembali Strategic Plan draft 2, dan file lain 
(mungkin sudah baca sudah di delet) tentang LKPM dapat dilihat di  
http://au.briefcase.yahoo.com/yayasanib2002.  Untuak Password masuakkan kato:  lkdanpm.

Tolong ambo diagieh tau kalau alah dicubo mambuka �briefcase� tu.  Saran/komen will be 
highly appreciated.  Mohon jangan ada yang men-delete file-file yang ada.  Terima kasih

Sanak Yan di Surabaya,

Jadi, kalau Sanak Yan bisa jadi 'penghubung' antara RN dengan Pemda, saya rasa bagus 
sekali.  Pemda Kabupaten mana?  Rantaunet yang mana, yang milis Palanta atau LKPM? 
Caranya bagaimana, karena Sanak Yan ada di Surabaya sedangkan katanya Pemda (yang 
dimaksud) itu belum ada akses ke internet?

Salam

Abrar  Yusuf
28 Wolstenholme Street
CHISHOLM, ACT 2905
Canberra,  Australia
Ph. 02 6291 9426 (h)  0411 094 707 (m)
em: [EMAIL PROTECTED]
       [EMAIL PROTECTED]


---------- Original Message ----------------------------------
From: "Yan Taufik                                             " <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
Date:  Fri, 28 Jun 2002 18:00:02 +0700

>Dari email ini saya melihat adanya gap komunikasi antara
>kita yang ada di palanta ini dengan Pemda di kampuang (maaf
>kalau salah!!!).
>
>Ceritanya begini saya berdomisili di Surabaya, tapi punya
>saudara yang menjabat setingkat Kabag di Kabupaten (SUMBAR)
>ketika saya kemukakan tawaran dari Pak Hanafi :
>
>   Kuduang >.......................
>> Saya ingin sekali mencari informasi tentang daerah
>> miskin di Sumbar, khususnya para Bupati yang mau
>> mengakui daerahnya miskin dan kena busung lapar.
>> Saya bisa prioritaskan untuk "kampung awak" selain
>> Indonesia Timur yang sekarang merupakan proyek kantor
>> saya untuk pengentasan kemiskinan. Kata 'proyek'
>   Kuduang >.......................
>> Salam,
>> Hanafi
>
>Lalu muncul pertanyaan :
>
>Kenapa kok tidak lewat Gubernur ?
>Kalau bukan lewat Gubernur kemana kita harus mengajukan
>permohonan bantuan ini ?
>Apa saja syarat-syarat yang harus dipenuhi ?
>Apakah skop kemiskinan itu cukup skop kecamatan atau harus
>skop Kabupaten ?
>Apa saja sasaran yang akan dituju ?
>
>Kalau pertanyaan diatas terjawab saya akan mencoba menjadi
>penghubung karena disana masih belum ada fasilitas
>Internet.
>
>Yan Taufik
>Surabaya
>
>
>On Wed, 26 Jun 2002 21:00:00 -0700
> "Abrar Yusuf" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:



RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
==============================================Mendaftar atau berhenti menerima 
RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
==============================================

Kirim email ke