----- Original Message -----
From: Rahima
Podo ae...makanya enakan cinta yang
beneran,,,,ngak banyak tetek bengeknya,..Sayang
mah..Uni Evi lagi camping,..kalau ngak enak juga
dengar ulasannya ttg "cinta,..sejuta rasa..."

Wassalam.Rahima.

Assalamualaikum,
Hehehe..Ima mau diceritakan cinta sejuta rasa seperti apa sih? Kalau bukan sejuta rasa ya bukan cinta dong namanya. Tapi hati2 lho Dik sebab cinta itu tak lebih dari sepiring  rujak: asem, pedes, manis dan aduhai! Aduhainya meliputi ketika gigi meleset mengunyah lidah atau slip dan mengigit daging lunak di belakang bibir. Kalau tidak demikian, tidak bakalannya Imanuel Kant Dan Calvin capek2 ngomong soal benda aneh yang telah membuat jutaan manusia mengukir sejarah moralnya melalui agama dan humanisme. Baca nih apa kata Calvin tentang cinta: " Bila engkau merasa memiliki cinta, tidak seharusnya engkau selalu berpikir tentang kepentingan diri sendiri. Rendahkan hatimu dari segala sesuatu yang mengarah pada kepentinganmu karena kerendahan hati adalah ekspresi terdalam agar dapat memaknai penderitaan dan kemalangan yang terdapat dalam kehidupan. Dan ini lah sesungguhnya maksud Tuhan dalam menciptakan cinta."
 
Bagaimana, Ima? Pernah merasa pernah bertemu dengan  makhluk aneh tsb? Kalau belum tak terusin sedikit lagi. Menurut Kant, cinta adalah ketika kita mengiinginkan kebaikain bagi orang lain. Sedangkan menginginkan kebaikan hanya untuk diri sendiri hanya lah ujud dari "ketidak pedulian", tidak punya dasar etika moral apa lagi etika Tuhan.
 
Sudah ya. Pendek saja. Soale lagi tidak mood. Dan soal cerita jalan-jalan menyusul dalam beberapa hari. Fotonya sudah di kirim ulang belum?
 
Wassalam,
 
Evi

Kirim email ke