Assalamualaikum,
Tuntutlah ilmu sampai ke Negeri China, ujar Nabi. Jika pada dasarnya ilmu
pengetahuan lahir dan berkembang sebagai konsekuensi dari usaha2 manusia untuk
memahami realitas kehidupan, memahami realitas alam semesta, memecahkan
persoalan2 hidup, dan melestarikan penemuan2 manusia sebelumnya, tidak
salah jika hadis ini diintreprestasikan bahwa kebudayaan China memang
lebih dahulu mengukir sejarah kebudayaannya dibanding Mekah atau Madinah pada
tahun Nabi berbicara.
Tahun 2200 SM (sebelum masehi) peta World of History mencatat
dinasti Fohi atau Yao sebagai dinasti pertama di China. Sekitar tahun
2215 SM, ahli perbintangan china sudah mampu mengobservasi Matahari
walaupun prinsipnya sama sebelum postulat terkenal Galileo bahwa Bumi
lah yang mengelilingi matahari dan bukan sebaliknya.
Usaha2 manusia untuk memahami realitas tersebut terakumulasi secara
sedemikian rupa sehingga membentuk tubuh ilmu pengetahuan yang memliki
strukturnya sendiri. Sejarah mencatat bahwa tahun 622 M merupakan tonggak
sejarah bagi awal bangkitnya peradaban Islam. Namun apabila
peradaban manusia itu dianggap berawal dari Nabi Adam seperti
yang di tulis oleh Taurat, injil dan Al Quran yaitu 4004 SM,
China sudah mulai mengukir sejarah peradabannya sejak 2200 SM. Dan
sebagai perenung kelas wahid, Nabi menemukan betapa pentingnya ilmu
pengetahuan bagi kelangsungan hidup manusia, wajar jika ia meminta umatnya
agar menuntut ilmu sampai ke negeri Seribu Sungai.
Ilmu tidak mengenal jenis seksual. Karena ia bukan merupakan bangunan abadi
atau sesuatu yang tidak pernah selesai, perempuan sepertinya halnya laki-laki
senantiasa dituntut memahami realitas sebagai kerangka objektif, rasional,
sistematis dan empiris. Dalam wilayah ilmu tidak ada pertentangan kodrat
sebab dalam perkembangannya ilmu tidak mungkin lepas dari mekanisme
keterbukaan terhadap koreksi.
Wassalam,
Evi
Note: Lelaki dan perempuan yang berminat dalam membangkit potensi
perempuan, diundang bergabung dengan milis bundo-kanduang. Silahkan
klik http://groups.yahoo.com/group/bundo-kanduang atau
[EMAIL PROTECTED].
Terima kasih.
satuwanita.com - Ilmu adalah harta termahal, itu yang
dirasakan presenter dan pemain sinetron Angel Ibrahim. Meski sudah mendapatkan
gelar strata dua, namun dara berdarah Ambon-Cina-Portugis belum merasa puas.
Kini Angel sedang berencana meneruskan sekolahnya dengan mengambil gelar S3
dibidang keuangan. "Bagi saya pendidikan adalah aset yang terpenting dalam
hidup. Pendidikan bisa bermanfaat kapan saja, bak itu nanti atau sekarang,"
katanya. Angel juga tak menepis anggapan yang menyatakan kalau semakin tinggi
wanita menuntut ilmu, tentu makin sulit mencari pasangan. "Itu memang benar,
buktinya hingga saat ini saya belum menemukan jodoh yang tepat. Makanya,
kalian juga bantuin nyari dong!" kata Angel sambil tersenyum manis.