Assalamualaikum.Wr.Wb.

Sulit mencari manusia yang jujur terhadap manusia
lainnya.Kebanyakan dari mereka adalah "Munafik".hanya
orang-orang yang benar-benar beriman pada Allah dan
RasulNya saja,serta beramal shalih,dgn akidah yang
mantap dan tidak menyeleweng serta mengakui kenabian
Rasulullah Muhammad,adalah nabi terakhir dan nabi
terangunglah,..yang biasanya bersikap jujur.

Otomatis,..manusia tak kan mungkin pernah bisa
mendustai Allah krn Allah maha tahu segala isi hati
manusia.Semua yang jujur pada Allah,..bisa jadi dusta
pada manusia lainnya.Tapi semua yang dusta pada
manusia lainnya,..mustahil ia bisa membohongi Allah.

Manusia hanya bisa jujur pada sebagian manusia
saja,..yang dapat ia percayai betul,utk ia berkata
jujur itu.Namun ada hal-hal yang harus tdk
dikatakannya secara jujur,demi kemashalatan
kebahagiaan Rumah tangga.

Orang yang bertgas utk mendamaikan orang yang
berantam,terpaksa terkadang Ia berbuat dusta,demi
kebaikan kedua yang bersengketa.

Di dalam peperangan,melawan kaum
musrik,kafir,..manusia perlu juga utk
"berbohong".Tidakkan mungkin seorang Mukmin
menyebutkan rahasia kemenangannya,rahasia dimana
terletak kekuatannya.

Hanya tiga hal itu yang boleh dilakukan manusia utk
berdusta.Selain itu dilarang teramat sangat.Dusta
terhadap agama,..dusta terhadap ajaran-ajaran Islam
yang sebenarnya,..dan berusaha menghancurkan Islam,dgn
mengatakan yang tidak benar dalam Islam.Dusta terhadap
rasulullah,..dgn menyeleneh dan menyelwengkan
Hadist-hadist Rasulullah,apalagi dgn mengejeknya.

Cukuplah dikatakan seseorang itu "munafik",dgn
mengatakan,..berlainan dari yang ada dihatinya.Ia
berkata."Aku beriman kepada Allah dan RasulNya",namun
di dalam hati,apalagi perbuatannya,..ia telah
menyelenehkan dan menghina ayat-ayat Allah dan
RasulNya.Dgn mengatakan,..begini dan begitu..
Dengan beralasan,..kita manusia harus begini dan
begitu,..pakai akal..yang
waras,..pakai,..ini..pakai..itu...Padahal Allah sdh
mengatakan,"pakaian seorang Muslim itu adalah
ketakwaannya".Bagaimana dgn Taqwa,..?silahkan yang
lain mengulasnya,..

Sebenarnya di "Surau ini "banyak yang mau saya
ulas-ulas,..dan di udeg,udeg,..namun saya melihat
cukup banyak sekali yang lebih berkompotent utk
itu.Spt Ustadz HMNA,Said Dafiq,AR.Aulia,Arnoldison,dan
banyak lagi.Bagi saya pengetahuan mereka cukup matang
utk itu.

 


Wassalam.Rahima.


--- "Uwan N.S." <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> YANG JUJUR TERHADAP MANUSIA , MUSTAHIL BERDUSTA
> KEPADA ALLAH ..
> MENGUJI KEBENARAN PENDAKWAAN KENABIAN DARI MUHAMMAD
> SAW...
> 
> Bismillahirrahmanirrahiim
> Assalamu'alaikum wr.wb
> 
> Nabi Muhammad SAW ketika beliau mendakwakan dirinya
> sebagai Nabi pada usia
> empat puluh tahun, sebelumnya  telah dikenal 
> sebagai orang baik-baik,
> dengan masa kecil dan remajanya yang terpelihara,
> hidupnya tanpa noda dan
> cela. Musuh-musuhnya mengakui hal itu  , mereka
> mengakui keluhuran akhlak
> beliau kendatipun mereka tidak bias menerima klaim
> kenabian yang beliau
> umumkan.
> 
> Kembali kita menjadikan Rasulullah SAW sebagai
> contoh dan permisalan ataupun
> objek penelitian kita guna menilai dan membuktikan
> beliau  sebagai seorang
> Nabi yang benar. Nabi Muhammad SAW dijadikan sebagai
> objek penelitian
> bukanlah karena kita meragukan kenabian beliau
> sehingga kita perlu mencari
> bukti-bukti tambahan  yang mendukung kenabian
> itu.Tulisan ini sengaja
> diketengahkan kepada kita semua adalah sebagai
> pertimbangan bagi orang lain
> diluar Islam atau orang Islam sendiri yang masih
> saja  ragu-ragu akan
> kebenaran kenabian Nabi Muhammad SAW itu.
> 
> Dalam sejarah kehidupan beliau , dihadapan
> pemuka-pemuka Quraisy dan sanak
> keluarganya yang meragukan klaim kenabian beliau
> beliau telah mengemukakan
> tanda-tanda kenabian yang beliau miliki untuk mereka
> pikirkan atau
> pertimbangkan. Dalam Kitab Suci Al-Qur'an ada
> diberitakan sbb:
> 
> Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa
> lama sebelumnya. Maka
> apakah kamu tidak memikirkannya?.......(QS.10:16).
> 
> Ayat ini adalah sebuah tantangan ataupun bukti  yang
> dikemukakan Rasulullah
> SAW untuk dipikirkan oleh kaumnya yang mendustai
> kenabiannya. Kebenaran
> pendakwaan beliau sebagai seorang Nabi hendaklah
> dikaitkan dengan keadaan
> akhlak beliau sebelum menjadi Nabi. Bagaimana akhlak
> beliau SAW sebelum
> mendakwakan diri jadi Nabi? Bagaimana dengan
> kejujuran beliau terhadap
> manusia sekitarnya ? Dan bagaimana penilaian
> masyarakat kepada beliau?
> Beliau sudah begitu lama hidup ditengah-tengah
> kaumnya itu. Apakah kaumnya
> tidak memperhatikan  kehidupan beliau SAW?
> 
> Beliau SAW mengatakan: "Wahai manusia , kalau kalian
> semuanya menganggap
> saya  berdusta dan mengadakan kebohongan terhadap
> Allah, mengaku jadi Nabi,
> apakah kalian tidak memperhatikan  dan melihat,
> sedangkan saya hidup bersama
> kalian begitu lama, pernahkah kalian melihat saya
> berdusta? Kalau dahulu
> kamu mengatakan saya tidak berdusta dan memberikan
> julukan kepada saya
> Al-Amiin (Orang yang jujur), tetapi sekarang kamu
> menuduh saya berdusta.
> Apakah mungkin kepada manusia saja saya tidak
> sanggup berdusta , tiba-tiba
> begitu beraninya saya berdusta kepada Allah? Memang
> saya mengatakan bahwa
> saya adalah seorang Nabi yang diutus Allah kepada
> kamu sekalian dan saya
> memang tak mungkin berdusta tentang itu. Tidakkah
> kamu memikirkan hal yang
> demikian?"
> 
> Sekarang kita akan periksa , bagaimana riwayat hidup
> seorang pendakwa Nabi ,
> dimasa lalu apakah dia dikenal sebagai seorang
> pendusta ataukah orang jujur
> dan benar . Karena itu Rasulullah SAW ketika
> diperintahkan Tuhan untuk
> menyampaikan piagam atau messages Allah kepada kaum
> kerabatnya, beliau
> diberitakan naik keatas bukit Safa dekat kota Mekah
> dan memanggil seluruh
> rumpun Quraisy, dan setelah mereka berkumpul
> semuanya Nabi Muhammad SAW lalu
> bersabda: "Wahai saudara-saudara, sekiranya saya
> mengatakan kepada kalian
> bahwa dibalik gunung ini ada sepasukan tentara yang
> hendak menyerang,
> percayakah  kalian  atau tidak?" Apa jawab mereka
> semuanya? "Kami akan
> percaya, karena selama ini kami mengenal anda
> sebagai orang yang tidak
> pernah berkata dusta , dan selalu berkata benar".
> 
> Kita lihat perkataan Rasulullah SAW  bagian pertama
> sebenarnya suatu hal
> yang dapat ditolak, karena dibalik bukit itu hanya
> terdapat lembah dan
> pegunungan, jelas tidak ada pasukan musuh disana
> bersembunyi. Walaupun
> demikian , mereka semuanya mengatakan "apa saja yang
> anda katakan, kami
> percaya sebab anda tidak pernah berkata dusta
> sebelumnya. Selalu berkata
> benar." Akan tetapi sesudah itu , lalu Nabi
> mengatakan, "sekarang dengarkan,
> bahwa saya diutus oleh Allah menjadi seorang Nabi
> kalian. Kalau kalian tidak
> mau beriman dan mempercayai saya , Allah akan
> menghukum kalian" (Bukhari
> jilid 3-cetakan Mesir).
> 
> Mendengar Nabi Muhammad SAW berkata demikian , Abu
> Lahab paman beliau
> sendiri langsung bereaksi dengan mengatakan:"Celaka
> kamu, untuk mendengarkan
> itukah, kamu panggil dan kumpulkan kami disini?" Dan
> semenjak itulah Abu
> Lahab selalu mengatakan Muhammad pendusta, penyihir
> , pembohong  dllnya
> sebagaimana diberitakan kepada kita lewat ayat-ayat 
> Al-Qur'an.
> 
> Nabi Allah Isa a.s. yang sepeninggal beliau telah
> diangkat sebagai Tuhan
> oleh orang-orang Kristen belakangan  juga mengajukan
> hal yang serupa untuk
> menunjukkan kenabiannya. Ketika orang-orang kafir
> Yahudi dan Ulama-Ulama
> Pharisi mengatakan bahwa dia adalah pendusta,
> penipu, penghujat Tuhan beliau
> hanya mengatakan :"Apakah ada diantara kamu  orang
> yang dapat menunjukkan
> kesalahan saya?" Dalam Kitab Perjanjian Baru
> dikatakan sbb:
> 
> Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku
> berbuat dosa? Apabila Aku
> mengatakan kebenaran, mengapa kamu tidak percaya
> kepadaKu (Yohanes 8:46)
> 
> Memang para nabi bila mengatakan "kami diutus oleh
> Allah" manusia langsung
> saja menuduh dan mencerca yang bukan-bukan :
> pendusta, penipu, bahkan dimaki
> dengan mengatakan orang gila dan sebagainya.
> Sebenarnya yang perlu
> dipertanyakan adalah jika sekiranya Nabi itu penuh
> noda dan kejelekan
> mengapa dahulu dipuji-puji, kenapa aib ini dahulunya
> tidak terlihat? Kaumnya
> sendiri , yang setiap hari bercampur baur dengan
> beliau  yang menilainya
> sebagai seorang yang baik, teladan pada masyarakat ,
> tidak meragukan sama
> sekali kejujurannya, kok tiba-tiba setelah
> pendakwaannya jadi Nabi, kaumnya
> beramai-ramai secara "ijmak" pula mengingkari
> kenabian itu dan tiba bangkit
> menuduhnya pendusta, sebuah tuduhan yang tidak
> pernah terbayangkan jika
> mereka melihat kehidupan beliau sebelum pendakwaan
> itu.
> 
> Sebelum pendakwaan seorang Nabi biasanya mereka
> tidak memusuhinya. Karena
> itulah mereka mengatakan keadaan sebenarnya.
> Sekarang setelah dia
> menyampaikan dakwahnya ia mulai dibenci , dimusuhi,
> dicerca dan
> dijelek-jelekkan, dan semua mereka yang memujinya
> itu bangkit menyerangnya.
> Itu adalah lumrah dan disitulah pula nampaknya Tuhan
> memperlihatkan
> kebenaran pendakwaan seorang Nabi itu.
> 
> Pernahkan anda meyaksikan kelelawar yang
> bergelantung dipohon dengan kepala
> dibawah dan kaki diatas , setelah matahari terbit?
> Itulah sebabnya kelelawar
> itu tak dapat melihat pada siang hari. Cobalah kita
> renungkan, apakah ini
> disebabkan kesalahan matahari sehingga kelelawar itu
> tidak bisa melihat
> cahaya matahari?Perumpamaan ini cocok sekali dengan
> orang-orang yang
> 
=== message truncated ===


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! Autos - Get free new car price quotes
http://autos.yahoo.com

RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke