Nice story, cerita ini sangat relevan sebagai renungan
bagi kita terutama yg tinggal di kota besar.
Mengingatkan kita kalau waktu lebih berharga dari
sekedar uang.



--- [EMAIL PROTECTED] wrote:
> 
> 
> Seorang pria mendatangi Sang Master,
> 
> "Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul.
> Rumah tangga saya berantakan.
> Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu
> berantakan. Saya ingin mati."
> Sang Master tersenyum,
> "Oh, kamu sakit."
> "Tidak Master, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya
> jenuh dengan kehidupan. Itu
> sebabnya saya ingin mati."
> Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang
> Master meneruskan, "Kamu sakit.
> Dan penyakitmu itu sebutannya, 'Alergi Hidup'. Ya,
> kamu alergi terhadap
> kehidupan." Banyak sekali di antara kita yang alergi
> terhadap kehidupan.
> Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang
> bertentangan dengan norma
> kehidupan.
> Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan mengalir
> terus, tetapi kita
> menginginkan status-quo. Kita berhenti di tempat,
> kita tidak ikut mengalir. Itu
> sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit.
> Resistensi kita, penolakan
> kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat
> kita sakit.  Yang namanya
> usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam hal
> berumah-tangga, bentrokan-bentrokan
> kecil itu memang wajar, lumrah. Persahabatan pun
> tidak selalu langgeng, tidak
> abadi. Apa sih yang langgeng, yang abadi dalam hidup
> ini? Kita tidak menyadari
> sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu
> keadaan. Kemudian kita gagal,
> kecewa dan menderita.
> "Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin
> sembuh dan bersedia mengikuti
> petunjukku." demikian sang Master.
> "Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh.
> Tidak, saya tidak ingin
> hidup." pria itu menolak tawaran sang guru. "Jadi
> kamu tidak ingin sembuh. Kamu
> betul-betul ingin mati?"
> "Ya, memang saya sudah bosan hidup."
> "Baik, besok sore kamu akan mati.  Ambillah botol
> obat ini. Setengah botol
> diminum malam ini, setengah botol lagi besok sore
> jam enam, dan jam delapan
> malam kau akan mati dengan tenang."
> Giliran dia menjadi bingung. Setiap Master yang ia
> datangi selama ini  selalu
> berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup.
> Yang satu ini aneh. Ia bahkan
> menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah
> betul-betul jenuh, ia
> menerimanya dengan senang hati. Pulang ke rumah, ia
> langsung menghabiskan
> setengah botol racun yang disebut "obat" oleh Master
> edan itu. Dan, ia merasakan
> ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan
> sebelumnya. Begitu rileks, begitu
> santai!
> Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan
> terbebaskan dari segala macam
> masalah. Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam
> bersama keluarga di restoran
> Jepang. Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan
> selama beberapa tahun
> terakhir. Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin
> meninggalkan kenangan manis.
> Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya santai
> banget! Sebelum tidur, ia
> mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya,
> "Sayang, aku mencintaimu."
> Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin
> meninggalkan kenangan manis!
> Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan
> melihat ke luar. Tiupan angin
> pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk
> melakukan jalan pagi. Pulang
> kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya
> masih tertidur. Tanpa
> membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2
> cangkir kopi. Satu untuk dirinya,
> satu lagi untuk istrinya.
> Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin
> meninggalkan kenangan manis! Sang
> istripun merasa aneh sekali,
> "Sayang, apa yang terjadi hari ini? Selama ini,
> mungkin aku salah. Maafkan aku,
> sayang."
> Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman
> dengan setiap orang. Stafnya pun
> bingung, "Hari ini, Boss kita kok aneh ya?" Dan
> sikap mereka pun langsung
> berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu
> adalah siang terakhir, ia
> ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala
> sesuatu di sekitarnya
> berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan
> apresiatif terhadap
> pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup
> menjadi indah. Ia mulai
> menikmatinya. Pulang kerumah jam 5 sore, ia
> menemukan istri tercinta
> menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang
> istri yang memberikan ciuman
> kepadanya, "Sayang, sekali lagi aku minta maaf,
> kalau selama ini aku selalu
> merepotkan kamu." Anak-anak pun tidak ingin
> ketinggalan, "Pi, maafkan kami
> semua. Selama ini, Papi selalu stres karena perilaku
> kami."
> Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali.
> Tiba-tiba, hidup menjadi sangat
> indah.
> Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi
> bagaimana dengan setengah botol
> yang sudah ia minum, sore sebelumnya? Ia mendatangi
> sang Guru lagi.
> Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung
> mengetahui apa yang telah
> terjadi,
> "Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah
> sembuh, Apa bila kau hidup
> dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran
> bahwa maut dapat menjemputmu
> kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik
> kehidupan. Leburkan egomu,
> keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut,
> selembut air. Dan mengalirlah
> bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh,
> tidak akan bosan. Kau akan
> merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan.
> Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju
> ketenangan." Pria itu mengucapkan
> terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke
> rumah, untuk mengulangi
> pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia masih
> mengalir terus. Ia tidak pernah
> lupa hidup dalam kekinian.
> Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang,
> selalu HIDUP!(*)
> 
> 
> 
> RantauNet http://www.rantaunet.com
> Isikan data keanggotaan anda di
> http://www.rantaunet.com/register.php3
> ===============================================
> Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika
> subscribe,
> anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.
> 
> Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing
> List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
> ===============================================


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! Autos - Get free new car price quotes
http://autos.yahoo.com

RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke