Assalamu'alaikum Wr..Wb
      Ba'da Tahmid dan Dzikir, Teriring salam dan doa
untuk dunsanak ronal semuanya semoga mendapatkan
limpahan rahmat dari allah amiin. Sabtu malam minggu
ketika sedang melepas lelah sambil berputar-putar
dikamar iseng matikan komputer dan menghidupkan tv dan
pas kebenaran film di sctv bercerita tentang 'Layar
Anak' film berdurasi 1-2jam bercerita tentang
kegigihan seorang anak sd bernama 'Gina' ingin
melanjutkan sekolah ke 'smp harapan plus'tapi
terbentur biaya dikarenakan smp unggulan tersebut
adalah sekolah yang sangat mahal biaya sekolahnya.
Trus berlanjut sampai gina tamat sd trus dimarahi
orang tuanya karena bermimpi terlalu muluk untuk masuk
smp unggulan yang mahal, Tapi semangat dan keyakinanya
untuk mampu bersaing sanggup mewujudkan impiannya
untuk dapat diterima di smp unggulan tersebut dengan
biaya sekolah gratis. Bener-bener malam minggu yang
indah karena ronal diberikan pelajaran yang baik oleh
anak kecil bernama 'Gina'.
      Ronal jadi ingat pengalaman yang mungkin berguna
buat dunsanak semuanya. Didesa pemanyonan didaerah
sumedang selama kurang lebih 6 bulan menghabiskan
waktu untuk mengajar dan transfer ilmu. Ber 6 kita
waktu itu menghabiskan waktu setiap hari untuk
mengajari anak-anak desa yang lugu dan polos dengan
ilmu-ilmu dunia dan akherat yang mestinya mereka
rasakan. Sulit buat kita untuk berpikir bayaran karena
apa yang dilakukan murni idealisme dan sikap
kepedulian, Setiap hari berkumpul 15-20 anak2 yang
kita bagi dalam kelas menurut umur dan kemampuan trus
berlangsung selama 6 bulan dan kita pun menjadi tenar
dipenduduk sekitar dan dipanggil orang kota.
      Mereka orang desa yang cuma tau hidup untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari tidak terpikir oleh
mereka untuk menyekolahkan anaknya. Itu semua
dikarenakan emang tinggkat perekonomian mereka pas
untuk kehidupan sehari-hari. Tapi siapa yang bisa
menapikan bahwa mereka bukan bagian dari kehidupan
kita ?? 'Ada yang bisa jawab pertanyaan ini'? Mereka
adalah generasi-generasi pengganti kita, Yang mereka
semua berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak
dan mereka berhak untuk mendapatkan kesenangan
berlari-lari dilingkungan sekolah sambil sekali-kali
duduk bersama ditaman sekolah. Tapi mungkinkah itu
dilakukan jika sekolah terdekat berada berpuluh2
kilometer,penerangan yang belum menyeluruh,belum lagi
tenaga pengajar yang tidak ada. Suatu yang ironis :(
       Apakah hal seperti itu terjadi juga di sumbar ?
saya tidak tahu dengan pasti karena sebagai orang
minang saya mengaku salah karena harus menunggu 12
tahun saya menginjakkan kaki disumbar :( tapi
sepertinya hal yang sama terjadi juga walaupun tidak
separah daerah yang saya sebutkan diatas. Ketika
berjalan-jalan ketengah padang salah satu daerah di
cupak, dan ketika saya sapa siapa nama kamu? kenapa
tidak berangkat sekolah? pertanyaan pertama mungkin
dijawab tapi pertanyaan kedua dijawab dengan bungkam.
Kenapa seumuran mereka harus berada disawah sedang
mereka wajib mendapatkan pendidikan dan apakah hal
yang sama terjadi juga didaerah sumbar lainnya ?
        Semoga mereka-mereka yang berhak mendapatkan
pendidikan itu bermental seperti 'Gina' tidak kenal
menyerah. Dan seandainya ronal masih punya keberanian
untuk membuat orang tua perempuan ronal pingsan kedua
kali tatkala nekat meninggalkan rumah 6 bulan demi
mengejar idealisme. Kasihan sekali mereka kalou harus
kehilangan harapan untuk mendapatkan pendidikan, Maaf
cuma kata itu yang bisa diberikan saat ini 
Wassalam
Ronal Chandra

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! Health - Feel better, live better
http://health.yahoo.com

RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke