-----------------Quoting previous message:----------------- >Bukittinggi, Menjadi Laboratorium Kinerja >INGAT Jam Gadang, ingat Kota Bukittinggi. Kepopuleran kota berhawa sejuk dan >beralam rancak ini terkenal di Nusantara dan mancanegara. Bukan saja karena >menjadi daerah utama tujuan wisata, tetapi karena di masa perjuangan, >Bukittinggi pernah menjadi ibu kota Republik, saat Indonesia dalam keadaan >darurat, menyusul dikuasainya Jakarta dan Yogyakarta serta ditawannya >Soekarno-Hatta oleh Belanda. Melalui Pemerintah Darurat Republik Indonesia >(PDRI), yang dipimpin Sjafruddin Prawiranegara, Indonesia dikendalikan dari >Bukittinggi. >Sebelumnya, selama lebih kurang tujuh bulan (Juli 1947 sampai Februari >1948), Wakil Presiden Mohammad Hatta (Bung Hatta) pun bertugas di Sumatera >(Bukittinggi). Menurut sejarawan Dr Mestika Zed MA, sesungguhnya ketika >Hatta berada di Bukittinggi itulah perjuangan kemerdekaan Indonesia >memperoleh ciri yang lebih internasional. >Oleh karena Bung Hatta dilahirkan dan pernah bertugas di Bukittinggi, Sabtu >(10/8) besok, Bukittinggi menjadi pusat Peringatan 100 Tahun Bung Hatta. >Jadilah Bukittinggi bertambah sibuk dan padat. >*** >BARANGKALI banyak yang tak menduga, Bukittinggi adalah kota kecil. Dengan >luas 25,24 km persegi, Bukittinggi kota nomor dua paling kecil di Sumatera >Barat (Sumbar). Meski kecil, penduduknya relatif padat. Menurut hasil sensus >(2000) jumlah penduduk 91.983 jiwa (kepadatan 3.644 jiwa per kilometer >persegi), tetapi pada siang hari jumlah penduduk melonjak menjadi sekitar >350.000 jiwa. >"Meski kecil, Bukittinggi berdaya saing tinggi. Untuk lebih meningkatkan >daya saing, Pemerintah Kota Bukittinggi bekerja sama dengan Badan Pengkajian >dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam bidang teknologi, perdagangan, dan >pariwisata," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) >Bukittinggi, Usman Amir. >Didampingi Kepala Bidang Ekonomi Milwizardi dan Kepala Bidang Fisik dan >Prasarana Adlir Adnan, Usman Amir menjelaskan, bukti Bukittinggi berdaya >saing tinggi, tanpa repot-repot menjual potensi, investor banyak masuk dan >masih banyak yang ingin menanam modalnya. Pemerintah Kota Bukittinggi >kewalahan dan repot menolaknya, padahal lahan yang dibutuhkan investor sulit >dicarikan. >Bukittinggi berdaya saing tinggi, karena menjadi daerah tujuan utama wisata >di Sumbar, dengan obyek wisata alam dan sejarah yang relatif unggul- seperti >Jam Gadang, Ngarai Sianok, Lubang Jepang, Taman Margasatwa, dan banyak yang >lainnya-juga memiliki sarana dan prasarana penunjang yang memadai seperti 60 >hotel (tujuh hotel berbintang dan 53 hotel nonbintang dengan jumlah kamar >1.268 atau 2.286 tempat tidur) dan 15 biro perjalanan. >Kemudian, Bukittinggi juga dikenal sebagai kota perdagangan dan jasa. >Menurut Usman, keberadaan Pasar Atas, Pasar Bawah, dan Pasar Simpang Aur, >atau Pasar Aur Kuning cukup dikenal. Bahkan Pasar Aur Kuning, misalnya, >merupakan pusat pasar grosir di Sumatera. Menurut data Badan Musyawarah >Perbankan Bukittinggi, dari kegiatan perdagangan di Pasar Simpang Aur >terjadi kelebihan lalu lintas uang sebesar Rp 140 milyar-Rp 170 milyar per >bulan. Omzet salah satu bank Rp 25 milyar sampai Rp 35 milyar per/minggu. >Itu baru transaksi melalui bank, belum lagi omzet perdagangan langsung. >Pasar Simpang Aur dekat dengan terminal antarkota dan antarprovinsi, >sehingga hal itu menguntungkan kon-sumen. Soal kualitas barang tak kalah, >bahkan wisatawan dari Malaysia, Singapura, Brunei, dan lainnya suka belanja >ke Bukittinggi. Sebab, barang produksi Bukittinggi yang memakai label >Singapura, misalnya, harganya dua kali-sampai tiga kali lipat dari harga di >Bukittinggi. >Oleh karena berhawa sejuk dan topografi kota yang bervariasi (ada dataran, >bukit, lembah/ngarai), Bukittinggi pun dinilai sangat cocok sebagai kota >pendidikan. Pendidikan di Bukittinggi relatif maju dibanding daerah lain di >Sumbar. Tahun 1957 sudah ada Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang >di Bukittinggi, juga Fakultas Keguruan dan Ilmu Kependidikan (FKIP) IKIP >Padang (sekarang Universitas Negeri Padang), ada Akademi Pemerintahan Dalam >Negeri (APDN), Sekolah Raja, dan SMU 2 Birugo sekolah tertua dan banyak >melahirkan tokoh berkaliber nasional. >Meski sebagian di antaranya sudah dilikuidasi atau pusat pendidikannya >dipindah ke Kota Padang, kini juga berdiri akademi yang satu-satunya di >Sumbar, seperti Akademi Kebidanan, Akademi Keperawatan, Akademi Farmasi, dan >Akademi Keperawatan Gigi. >"Yang jadi obsesi Pemerintah Kota Bukittinggi sekarang adalah bagaimana >Universitas Negeri Padang kembali membuat kampus satelit di Bukittinggi. >Sebab, posisi Bukittinggi sangat strategis, dekat dan bisa dijadikan pusat >pendidikan untuk Sumbar bagian utara, Sumatera Utara bagian selatan, dan >Riau," papar Usman. >Masih di bidang pendidikan, Bukittinggi kini melakukan sejumlah terobosan di >Sumbar, antara lain mengembangkan manajemen sekolah berdasarkan kompetensi, >pelajar/siswa berpakaian budaya Minang, guru mengajar pakai dasi, ada >sekolah sistem modul (SD-SMU), punya suatu badan tempat tokoh profesional >dan tokoh masyarakat yang peduli pendidikan, bernama Dewan Sekolah. Juga ada >program kelas akselerasi SD, SMP, dan SMU/SMK, di mana terbuka kesempatan >bagi murid/pelajar untuk menyelesaikan SD lima tahun, SMP/SMU/SMK dua tahun. >Artinya, lulusan program ini usia 16 tahun duduk di perguruan tinggi. >Oleh karena baru-baru ini diresmikan berdirinya Rumah Sakit Khusus Pusat >Pengembangan dan Pengobatan Stroke Nasional (pertama di Indonesia dan ketiga >di dunia), Bukittinggi akan menjadi pusat pelayanan kesehatan. Selain itu, >terdapat empat rumah sakit lainnya, dengan ruang rawat inap sekelas hotel >berbintang. (YURNALDI) > > >Neneng >Exploration Geodata Information >Room 806 , telp 42658 >Rumbai > > > > > >------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------- ~--> >4 DVDs Free +s&p Join Now >http://us.click.yahoo.com/pt6YBB/NXiEAA/RN.GAA/IYOolB/TM >--------------------------------------------------------------------- ~-> > >*****************Mailing List BANUA ****************** > >Untuak subscribe, kirim email kosong ka: > > [EMAIL PROTECTED] > >Untuak unsubscribe, kirim email kosong ka: > > [EMAIL PROTECTED] > > >Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/ > > > > RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

