Ass.w.w.,    
Baru saja diliwati peringatan Hari Kemerdekaan RI.ke-57, rasanya sdh cukup lama kita 
merdeka, ttp dikaitkan dgn lamanya umur manusia kira2  baru satu generasi. krn msh 
jelas dlm ingatan bg-mana hari2 seperti ini setiap thn-nya diisi a.l. dgn mndengarkn 
pidato Bung Karno di lap. ikada, berdiri tegak dlm kelompok2 barisan selama 3 jam 
ber-turut2.
kita juga tdk ingin membangkitkan kemb. kenangan pahit peristiwa thn �58 yg semula 
bertujuan �memperjuangkan� pembag. pendptan yg jelas antara pem.pst dan pemda  ( 
terkaya: sumatera tengah; yg solusinya diatasi dgn �pemekaran� wil. menjadi tiga prop. 
serta keluarnya banpres dan inpres � sekarang OTDA.  peristiwa tsb akhirnya diakui sbg 
�Penyelewengan Sapta Marga�, namun sdh berapa banyak kep2 ktr / sipil yg ditahan tanpa 
proses hk di penjara yogya, nyawa yg melayang sia2 serta kerugian harta benda. 
Bagaimana harga diri �daerah pendudukan� yg ber-hsl kemb dibangkitkan oleh gub Harun 
Zen,  �orang luar� pertama yg diangkat penghulu � jadi ketua kerapatan adat alam 
minangkabau? )  biarlah semua berlalu  namun hendaknya kita ada kesadaran waktu - 
�time consciousness�, spy tiap orang punya perspektif sejarah.  

Kiranya ada baiknya diikuti  ceramah ust. H.Wahfiudin MBA di Masj.Agung Sunda Kelapa  
- pengajian orang2 Minang di Jkt  a.l. sbb :    .    .    .    .    .    .     .     . 
    .
.   .   .    Hidup bukan sekedar dijalani ttp ada penggalan2nya.  �Hai orang2 yg telah 
beriman, taqwalah kalian kpd Allah dan hendaklah setiap manusia mengamati / 
memperhatikan apa yg sdh dia perbuat dimasa lalu utk masa datangnya 
( akhirat )�, ( AQ srt ke-59 ayat 18 ), jadi ada penggalan dunia dan ada penggalan wkt 
akhirat. Dlm AQ srt ke-45 ayat 24 Allah menyinggung orang2 yg mengabaikan penggalan 
waktu itu �Mereka berkata hidup kami ini tdk lain hanyalah kehidupan dunia saja 
kemudian kami mati selesai dan tdk ada yg menghancurkan kita kecuali sekedar waktu 
saja�. Sikap spt ini tdk disukai dlm Islam krn Allah menginginkan kita memandang 
kehidupan, memandang wkt dlm perspektif kesejarahan ada penggalan2 wkt, ada masa lalu, 
ada masa sekarang dan masa yad., ada masa dunia dan ada masa akhirat. Itulah sebabnya 
kita diminta pula mencermati akan adanya malam dan siang
Satu kali bumi berputar pd porosnya - satu hari kata orang di bumi, tapi kalau kita 
pergi ke bulan; bln berputar pd porosnya lebih lambat. Karena lambatnya bln itu 
berputar, satu kali bln berputar - satu hari kata orang di bulan untuk orang di bumi 
sdh tiga putaran, sudah tiga hari.   Jadi  satu hari di bulan sama dgn tiga hari di 
bumi. 
Orang yg bulan ini berulang thn ke-60, sayang tinggal di bumi, kalau tinggal di bln 
kan msh remaja - baru berusia 20 thn.an krn  1 hari di bulan, 3 hari buat orang di 
bumi  ( 3 hr. lbh )
Bagaimana kalau kita pergi ke planit lain yg berputar lbh lambat lagi. Satu hari di 
Mars bisa 27 hari bagi orang di bumi. Bumi berputar mengelilingi matahari 1 x putaran 
kemb. ke titik semula: 1 tahun kata orang di bumi. Tapi planet Pluto yg jauh dari 
matahari, satu kali Pluto berputar, 1 thn kata orang di Pluto, tapi orang bumi sdh 
mengalami 248 kali putaran. Satu tahun Pluto, sama dgn. 248 thn utk orang di bumi.   
Maka  satuan waktu  di alam semesta ini   r e l a t i f. 
Kalau dikatakan �Dia menciptakan langit dan bumi dlm 6 hr�., 6 hari yg mana? Jangan 
di-arti-kan 6 hr bumi ttp artikanlah 6 hari ini sbg. �6 tahap proses�  Kalau 1 hr. di 
Bulan 3 hr di Bumi, 1 thn di Pluto 248 thn di bumi, kira2 setelah kita mati nanti, ( 
ruh kita pindah ke alam akhirat ), 1 hr di akhirat itu berapa lama?  Lihat saja AQ srt 
ke- 22 ayat 47: �Satu hari di akhirat itu nanti sama dgn 1.000 tahun bagi orang 
dibumi�. 
Koq bisa begitu? Kenapa tidak bisa?  Satu hari di bulan saja 3 hr nya bumi, 1 hr di 
planet Mars: 27 hr bumi, satu hr di akhirat nanti: 1.000 tahun bagi ukuran orang yg 
biasa hidup dibumi. 
Ada lagi �hari� yg lebih lama. Dlm AQ srt ke-70: ayat 4  �Para malaikat dan Jibril 
naik ( menghadap ) kpd Tuhan dlm sehari yg kadarnya 50.000 tahun bagi orang di bumi�. 
Pemikir2 Filosof dari Junani spt. Socrates, Aristoteles, Democritus, dll. yg mati 
sekitar 200 - 300 thn sblm Masehi, sekarang mereka di akhirat baru 2 hr lbh sedikit. 
Nabi besar Muhammad SAW yg meninggal thn 632 M, beliau di akhirat baru 1� hr. Dan 
kitapun nanti kalau msk akhirat,  begitu 1 hr disana  sdh  1.000 thn menurut ukuran 
dunia. 
�Wah jadi panjang sekali waktu di akhirat?�.  Betul, begitu panjangnya kemudian ada 
kawan yg memberi ibarat, memberi tamsil sbb.:
�Apa itu garis? Garis adalah rentetan titik2 yg berimpit, sepanjang grs ini            
           berapa banyak titik yg membentuk grs. tsb?  Bisa ribuan mungkin puluhan 
ribu titik. Berapa jarak antara titik2?:  �Berimpit�.  Berapa lama kehidupan  kita di 
muka bumi?�     Untuk bangsa Ind. �dgn. sukses2 pembangunan ekon.nya�, data demografis 
mengatakan: angka harapan hidup rata2 orang Ind. 63 thn., Lamakah 63 thn.? Hati2 ada 
jebakan psychologis thd wkt, waktu hanya akan terasa lama  kalau blm di jalani,  tapi 
kalau sdh kita jalani akan terasa singkat. Nyicil rumah KPR-BTN yg lamanya 15 thn., 
akan dpt 4 buah rumah. kalau blm dijalani lama,  tapi kalau sudah kita liwati singkat 
sekali. 
Maka 60-an thn hidup kita dimuka bumi sebenarnya hanyalah ibarat jarak dari titik 
pertama ke titik kedua. Dari titik pertama ke titik kedua, itulah hidup kita di dunia 
yang 63 thn. Lalu kita mati kita msk kedlm kehidupan akhirat, berjalan dari 1 titik ke 
titik, titik ke titik, titik ke titik; 60 thn � 60 thn � 60 thn. tanpa tahu pasti 
kapan rangkaian grs ini akan berakhir. Panjang hidup di dunia ttp bila seorang sdh msk 
akhirat �khalidina fiha abada� mereka msk kedlmnya �abadi� Bukan berarti abadi, kekal 
se-lama2nya, tidak, yg kekal hanya Allah, tetapi krn sedemikian panjangnya dimensi 
akhirat dibanding dunia, wajar orang msk akhirat itu dianggap abadi  ketimbang dunia. 
Panjang sekali kehidupan akhirat itu,  satu hari disana 1.000 thn  menurut ukuran 
orang dibumi dan dlm kehidupan akhirat yg panjang itu lah semua kehidupan dunia kita 
di refleksi-kan: �Sekecil apapun kejahatan kau buat akan kau lihat akibat2nya, sekecil 
apapun kebajikan kau buat akan kau lihat dalam kehidupan yg panjang�  dan posisi kita 
di akhirat nanti  posisi yg pasif:  �menerima akibat�,   .  .  .  terima .  .  ., 
terima .  .  ., terima .  .  .  p a s i f
Blm tentu yg kita terima itu menyenangkan, tapi posisi pasif hanya menerima; memilih 
tdk bisa, menghindar tdk bisa, apalagi ber-inisiatif utk produktif, jangan coba, tdk 
ada kesempatan. Posisi disana yg panjang itu hanya terima, terima, terima; memilih tdk 
bisa, menghindar tdk bisa berinisiatif utk produktif tdk bisa. Kalau begitu, kapan 
kesempatan utk produktif? Satu2nya kesempatan utk produktif adalah di dunia ini. Yg 
hanya berjarak dari titik pertama ke titik kedua - yg 60 thn itu -  kemudian dgn 
produksi kita disini,  kita menyiapkan bekal untuk perjalanan akhirat yg sangat 
panjang. Dan di akhirat nanti hanya tinggal menerima akibat.  
Kesadaran ttg waktu seperti ini, bhw kehidupan dunia pendek dan kehidupan akhirat 
panjang tentu akan membentuk suatu kesadaran moral pd. kita bhw hidup tdk boleh di 
sembarangkan. Bahwa hidup tdk boleh dijalani asal se-jalan2nya,  bahwa hidup hrs 
dilakukan dgn penuh kecermatan dan keber-hati2an, karena apapun yg kita buat akan 
dapat ganjarannya di akhirat yg panjang nanti.  
Tapi ada orang yg punya sudut pandang lain.  �Eh, kita jadi cemas, jadi khawatir 
menghadapi kehidupan akhirat yg panjang itu krn kita mendengar ceramah ustadz. Karena 
kita percaya akhirat itu ada, maka kita jadi waspada - ada akhirat yg panjang, 
akhirnya kita jadi takut.  Kan krn kita percaya; coba kalau akhirat itu  tidak  kita 
percayai.   Kalau kita tdk percaya ada akhirat, tdk percaya ada Tuhan, kita tdk perlu 
cemas dgn akhirat. Nikmati saja hidup didunia ini, kenapa jadi cemas,  krn. kita 
percaya akhirat ada�. 
Memang nya betul akhirat itu ada? Ada pertanyaan seperti itu. Dan kalau ada pertanyaan 
seperti ini secara logika wajar. Wajar orang bertanya apa betul akhirat ada? Karena 
memang tdk mudah membuktikan akhirat itu ada, sehingga menanamkan keyakinan kpd diri 
kita bhw akhirat itu ada   memang tdk mudah. 
Pertama tdk ada data akademis tentang akhirat. Mana keterangan2 hasil pengukuran 
ilmiah ttg akhirat? Berapa temperatur di akhirat, berapa luas, berapa panjang, berapa 
kecepatan angin disana dan segala macam: tdk ada data akademis ttg.akhirat. 
Sebenarnya bkn tdk ada data akademis nya, tetapi belum ada alat2 yg bisa menjangkau 
akhirat. Bagaimana kita mau mengukur akhirat, mengukur emas yg di dlm tanah saja di 
Busang kita salah melulu, apalagi mengukur akhirat. Krn tdk ada data akademis ttg 
akhirat orang kurang yakin akhirat itu ada, apa betul ada akhirat?  Tdk ada data 
akademis nya. 
Jangankan data akademis, �data histories� juga tdk ada. Ya maklum saja, kawan2 yg 
sudah kesana duluan pun tdk kirim2 khabar lagi ke dunia. Kalau saja mereka menelepon, 
kirim fax atau e-mail, cerita: �Eh gue begini, begini sekarang�,  jadi kita bisa 
melakukan rekonstruksi:  �O akhirat seperti itu�. Data akademis tdk ada, data historis 
tdk ada, wajar orang tdk bisa membuat kepastian, akhirat ada atau tidak. 
Ada satu lagi: �data Agama�, Wahyu Allah sudah mem-beri-tahu akhirat itu 
begini-begini-begini, tetapi apa dia bilang?: �Ah Agama nonsen. Agama kan sifatnya 
hanya normative agama kan tidak terukur secara kuantitatif, agama kan tidak teruji 
secara empiris. Agama itu tidak scientific - tidak ilmiah, jangan2 ngaku nya Muhammad 
saja Qur�an dari Tuhan nya. jangan2 ngaku nya Yesus saja Injil dari Tuhannya � padahal 
mereka juga yang buat�. 
Jadi data agama dikesampingkan krn tdk terukur secara kuantitatif, tdk empiris, tdk 
rasional, hanya normative Data agama diabaikan, data histories tdk ada, data akademis 
juga tdk ada, maka orang tambah ragu, betul kah akhirat itu ada? 
Sebenarnya ada satu lagi cara untuk memastikan akhirat itu ada atau tidak. Cara atau 
tehnik yg disebut �learning by doing� � anda akan mengerti justru dgn melakukannya: 
mati dulu, baru tahu pasti apa akhirat itu ada atau tidak Cuma tehnik ini sifatnya 
�irrevisible� - sekali dijalani tdk bisa mundur. Semua orang tahu metode ini, tapi tdk 
ada yg  berani mencobanya. Sekali masuk �irrevisible� - tdk bisa ditarik mundur lagi. 
Namun hanya itulah satu2 nya pembuktian yg effektif : Akhirat itu ada atau tidak? 
Karena tdk ada data akademis tdk ada data histories, sedangkan keterangan agama 
diabaikan; tinggal satu pembuktian lagi utk meyakinkan ada atau tidaknya akhirat itu 
yaitu dgn cara :   m a t i  
Cuma kalau ini yg di jalani, kita tidak bisa balik; sekali kita masuk kesana tdk dpt 
kembali lagi ke dunia - Bagaimana kalau kita masuk ke akhirat ternyata tuhan ada 
akhirat ada beruntung kita sudah beribadah di dunia. Tetapi bilamana kita masuk ke 
akhirat ternyata Tuhan tdk ada, akhirat juga tdk ada, . . . rugi,   karena kita sdh 
beribadah di dunia. 
Kalau begitu tdk usah beribadah, tdk usah beriman - kita tdk beriman kita tdk 
beribadah karena kita belum yakin. Buktikan dulu, begitu dibuktikan untung kalau 
akhirat tdk ada, Tuhan tdk ada; kalau Tuhan ada akhirat ada, bagaimana? Seribu tahun 
disana, satu hari-nya saja babak belur kita berkepanjangan. Jadi, kalau kita 
dihadapkan dgn pilihan spt ini  jangan berspekulasi,  pakai saja akal sehat  krn kita 
ini  kan  �savety player�.
Carilah pilihan yg paling aman yaitu tetaplah beriman dan beramal saleh. Sebab kalau 
kita tdk beriman dan tdk beramal saleh - mati -  ternyata tuhan tdk ada - akhirat tdk 
ada,  memang untung.  Tapi kalau ada?,  Risiko nya terlalu besar � jadi jangan 
dipilih.  Pilihlah beriman dan beribadah, kalau toh mati akhirat tdk ada tuhan tdk ada 
- ya memang rugi, tapi ruginya tdk banyak; - shalat : sekali shalat cuma 5 menit,  - 
haji cuma 7 juta sekian  ( thn.�97 � pen.);   
Kerugian itu telah di kompensasi, karena hidup kita di dunia ini beragama, beriman, 
beramal saleh, maka akhlak kita jadi bagus. Dgn akhlak bagus, kalaupun kita mati 
akhirat tdk ada tuhan tdk ada, maka kematian kita akan menjadi kenangan utk orang2 di 
dunia - msh ada untungnya juga, di dunia kita tlh ikut berpartisipasi membangun 
suasana yg harmonis 
Apalagi bilamana nanti akhirat ada tuhan ada - lebih selamat. Ternyata pilihan yg 
paling tepat adalah beriman dan beramal saleh. 
Apatah lagi kita memilih tidak semata2 pakai akal saja, karena pada diri kita sudah 
masuk iman Kita membuat keputusan tsb karena meyakini Al Qur�an, bahwa hidup ini harus 
diisi dengan iman dan amal saleh - supaya dlm perjalanan akhirat yg panjang nanti  
terjaga keselamatan hidup kita. 
Salah satu kelemahan kita selama ini adalah akibat dari tidak adanya kesejarahan, 
kefahaman � �consciousness� �  kesadaran tentang waktu. Orang tdk sadar betul bahwa 
apa yg hari ini diperbuat adalah untuk �hari yang akan datang�, maka orang mengelola 
hidup secara sembarangan terutama para politisi yg suka janji2 kosong, omong 
sembarangan; tdk sadar betul bahwa akhirat ada. Coba mereka tahu satu hari disana - 
seribu thn buat kita dibumi, nggak berani deh ngomong sembarangan � bertindak 
sembarangan. Tapi ya itu, akhirat itu nanti-nantilah, gimana nanti saja - disini saja 
banyak yg bisa diselesaikan dgn duit, itu Izrail juga nanti bisa diselesaikan dgn 
duit; kira2 begitulah,  terlalu na�f pandangan kita tentang akhirat.
Marilah bangkitkan kemb. kesadaran kita ttg sejarah, bhw hidup ini bkn se-bh garis 
lurus  yg tiada akhir, tapi perjalanan waktu ini ada penggalan2nya ada penanda tahun, 
ada masa lalu ada masa sekarang dan ada masa yad dan itu membangunkan kesadaran pada 
diri kita bhw ada dunia dan ada akhirat sehingga kita menjadi sadar akan panjangnya 
akhirat, pendeknya dunia, maka hidup di dunia jangan dijalani secara sembarangan   .   
 .    .    .    .  dst.,   Wass.w.w.   norman    



RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke