Assalamualaikum.Wr.Wb. Laailaahaillaallah,..Muhammdarraasulullaah.. Tepat hari ini saya benar2 terkonsentrasi hanya dgn masalah pengkristenan muslim di Sumbar,meski sblmnya hanya dengar begitu saja.
Saya kenal betul dgn DR.Zainun Kamal tsb,dan tahu beliau dosen di Universitas Paramadina,juga saya kenal betul dgn Dr.Surahman Hidayat,krn kedua2nya tammatan di Mesir itu.DR.Surahman Hidayat,..saya tahu betul agamanya sgt kuat dan keras sekali,sementara Dr.Zainun Kamal,tdk begitu kali memang.Tapi saya benar2 kaget,klu beliau ini spi menfatwakan bahwa "boleh menikah dgn lelaki Kristen,dgn alasan ngak ada dalil larangannya dlm Al Qur'an dan hadist",padahal begitu banyak dalil yg sharih(jelas) utk melarang semua itu. Kenapa kita melupakan Q.S.Al Baqarah ayat 221: "Dan janganlah kamu nikahi wanita2 Musyrik,sehingga mereka beriman,sesungguhnya wanita budak yg Mukmin lebih baik,dari wanita Musyrik,walaupun ia menarik hatimu.Dan janganlah kamu menikahkan wanita Musyrik dgn wanita beriman,sblm mrk beriman.Sesungguhnya budak yg mukmin lebih baik dr org Musyrik,walaupun ia menarik hatimu,..mereka mengajak keneraka,sedangkan Allah mengajak ke syurga,dan ampunanNYA.Allah menerangkan ayat2nya(perintah2nya)kepada manusia supaya mrk mengambil pelajaran.". Wahai kaum Muslimin dan Muslimat,semoga Hidayah dan perlindungan Allah selalu bersama kita.Amin Yrbl: Pelihara dan jagalah anak2 gadis kita,dr pergaulannya,..mulailah memperhatikan dgn siapa ia berteman,dan jgn lupa bekali mereka dgn tuntunan Agama yg benar.Rasulullah SAW bersabda: "Aku meninggalkan dua hal,bila kamu berpegang teguh pada keduanya,engkau tdk akan sesat selamanya,kedua hal itu adalah,AlQur'an dan As Sunnah". Bekalilah anak2 kita terutama yg masih gadis2 itu dgn Al Qur'an dan As Sunnah yg Shahih(betapa byk Hadist2 yg palsu,mohon di perhatikan betul,kebanyakan Hadist ini bersumber dr Yahudi,Israiliyaat,dan musuh2 Islam lainnya).Untuk mereka yg blm tahu betul agama,cukup pegang Hadist Shahih Bukhari dan Muslim dulu,bila telah mantap,baru kutubuttis'ah(kitab yg 9,termasuk disana kitab Sunan dan Musnad). Perbanyak membaca buku2 agama,..yg hrs diperhatikan betul siapa pengarangnya,penterjemahnya.Dan jgn cepat mempercayai fatwa2 meskipun mereka "pemuka agama",terutama pemuka Agama yg telah di "cuci otak" mereka,di Eropah sana.Nurcholis madjid,saya rasa kita semua tahu siapa beliau itu.Belum kita lihat bagaimana peran Bapak Prof.Quraish Shihab,setelah beliau pulang dr Mesir,setelah lebih dr 3 thn menjadi Dubes RI di Mesir. Kalau dulu sblm beliau ke mesir tsb,beliau menfatwakan bahwa jilbab itu tdk wajib(ini hanya saya dengar dr selentingan mahasiswa),tapi setelah saya dengar sendiri beliau tak mengatakan begitu.Jilbab itu wajib,beliau katakan,dan msh byk lagi fatwa2 beliau yg spi saat ini saya lihat cukup benar.Wallhu a'lam yg tdk saya baca,atau dengar.Dan bagaimana dgn istri dan anak2nya yg tak berjilbab itu,..bagi saya itu urusan beliau,dgn keluarga dan sang Khalik.Tapi yg penting penafsirannya dgn ayat2 Al Qur'an,sepanjang yg saya baca dr buku2 beliau,masih bisa di pegang.Beliau benar2 ahli dalam bidangnya,semoga tak kedengaran lagi fatwa2nya yg akan merisuhkan Ummat,sbgmn yg telah pernah terjadi,sblm beliau jadi Dubes RI di kairo. Tak ada gading yg tak retak,tak ada manusia yg tak punya kekurangan.Saya pribadi selalu mengambil yg terbaik dr pribadi seseorang,..saya buang jauh2 yg buruk itu. Saudara2 saya sekalian Rahimakumullah,: Mulailah kembali kepada kitab suci Al Qur'an dan Sunnah RasulNya.Jangan mudah terpadaya dgn iming2 materi dr seseorang.Jaga diri dan keluarga kita dr kesesatan sehingga kita Murtad dr agama kita.Hukum Murtad sgtlah berat.Hal ini sdh pernah di kemukakan oleh Al Ustadz HMNA di Surau.Dan saya pernah menyampaikannya via japri kepada salah seorang teman akrab saya,yg menanyakan ttg hal ini,semoga blm terdelete oleh beliau. banyak hal yg ingin saya sampaikan dlm masalah ini,namun keterbatasan waktu saya dimana byk mail2 japri yg blm sempat saya balas,saya mohon di maafkan.Bukan saya lupa atau malas,..tapi lihat sendirilah,..semenjak saya selesai dr kesibukan seminar dan acara HUT RI,..mail yg datang kesaya bertubi2,baik via umum,apalagi japri.dgn segala macam permasalahan,baik yg santai,ataupun yg berat.Tapi saya merespon yg santai dulu,krn saya juga habis dr keletihan dr kesibukan saya itu. Wassalam. (Cairo 280802 Rahima) --- [EMAIL PROTECTED] wrote: > > > > Bagai mana komentar anda apakah ini benar terjadi > ?Bila benar berarti orang awak > sudah kecolongan. > > > ---------------------- Forwarded by Zulkarnaen > Ilham/ID/ARNOTTS/CSC on > 28/08/2002 14:08 --------------------------- > > > "habibullah" <[EMAIL PROTECTED]> on > 28/08/2002 10:29:37 > > Please respond to [EMAIL PROTECTED] > > > > > > > To: [EMAIL PROTECTED], > > [EMAIL PROTECTED] > > > > cc: (bcc: Zulkarnaen Ilham/ID/ARNOTTS/CSC) > > > > > > > > Subject: [Sabili] Di Sumbar Sejumlah Muslimah > Dinikahi > Lelaki Kristen > > > > > > > > > > Di Sumbar Sejumlah Muslimah Dinikahi Lelaki Kristen > (Dr Zainun Kamal Diminta Tanggung Jawabnya) > (Ust.H.Hartono Ahmad Jaiz) > > Publikasi: 28/08/02 > http://www.aldakwah.com/021artikel_anda/031423/index.php?idn=20 > > AlDakwah.com-Dr Zainun Kamal aktivis Paramadina dan > dosen UIN (Universitas > Islam Negeri/ dahulu IAIN) Jakarta telah melontarkan > pendapat bahwa wanita > muslimah (kalau sudah terlanjur) menikah dengan > lelaki Kristen maka > pernikahannya itu tidak terlarang. Karena > menurutnya, larangan itu hanya > ijtihadi, bukan dari teks (nash) langsung Al-Qur'an > m aupun Hadits. > > Pendapatnya itu menjadi ramai karena disiarkan lewat > kantor berita radio 68H > Utan Kayu Jakarta yang dikenal sebagai media > pendukung JIL (Jaringan Islam > Liberal), Juli 2002. Siaran itu direlay 200-an > radio, masih pula konon > dimuat di koran-koran pendukung JIL, Grup Jawa Pos/ > Tempo sekitar 56 koran. > Bukan itu saja, masih pula dimuat di web site/ situs > internet JIL berlabel > Islamlib.com. Akibatnya, sangat mengejutkan, terjadi > sejumlah wanita > Muslimah di Batusangkar, Sumatera Barat dan lainnya > telah dinikahi oleh > lelaki Nasrani. > > > Sebegitu besar dampaknya, dalam waktu sekitar satu > bulan telah menjadikan > hilangnya wanita-wanita Muslimah dari keluarga > Muslim. Maka banyak orang > mempertanyakan, benarkah Dr Zainun Kamal berpendapat > seperti itu? > > > Ya, memang. Bahkan ketika diadakan pertemuan oleh > Media Dakwah dan lembaga > dakwah Al-Azhar Kebayoran Baru Jakarta, Senin 26/8 > 2002, Zainun Kamal masih > tampak mempertahankan pendapatnya itu. Hanya saja, > cara beristidlal > (menjadikan dalil sebagai pijakannya) tampak tidak > akurat. Ia hanya > berlandasan, bahwa masalah wanita Muslimah dinikahi > oleh lelaki Nasrani/ > Ahli Kitab itu adalah wilayah ijtihadi, tidak ada > nash/ teks langsung yang > melarangnya. > > > Argumentasi sederhana itu telah dibantah dengan > nash/ teks ayat dan hadits > dalam diskusi di Al-Azhar yang dikomandoi oleh Zulfi > Syukur dari Dewan > Dakwah dengan menampilkanDr Zainun Kamal sebagai > pembicara utama, Prof Dr > Amin Suma mantan Dekan Fak Syari'ah IAIN Jakarta > selaku pembanding, dengan > Dr Surahman Hidayat alumni Fak Syari'ah Al-Azhar > Mesir sebagai moderator. > Sekitar dua puluh orang termasuk isteri Zainun Kamal > hadir dalam diskusi > dari pukul 10.45 sampai 15.20 itu. > > > Ayat-ayat tentang larangan lelaki non Muslim / kafir > menikahi Muslimah > dikemukakan DR Amin Suma. Di antaranya ayat 10 Surat > Mumtahanah: > Hai orang-orang yang beriman, apabila datang > berhijrah kepadamu > perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah > kamu uji (keimanan) mereka. > Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka; maka > jika kamu telah > mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka > janganlah kamu kembalikan > mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang > kafir. Mereka tiada halal > bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu > tiada halal pula bagi > mereka." (Al-Mumtahanah/ 60: 10). > > > Terhadap ayat itu, Zainun Kamal berkata, itu > maksudnya kafir musyrik, bukan > Ahli Kitab, sebab di Makkah tidak ada Ahli Kitab. > Dan lafal kafir itu > maknanya luas, orang Islam juga bisa disebut kafir > dalam hal kafir nikmat. > > > Ungkapan itu dijawab langsung oleh Dr Amin Suma, dan > Dahlan Basri dari Dewan > Dakwah, tidak benar kalau di Makkah tidak ada ahli > Kitab (Yahudi atau > Nasrani). Sebab isteri Nabi saw, Khadijah, itu > pamannya sendiri bernama > Naufal adalah pendeta Nasrani, dan itu di Makkah. > Sedangkan lafal kafir di > situ jelas bukan berarti kufur nikmat, tetapi adalah > kafir agama, yang hal > itu termasuk pula Ahli Kitab. Karena kafir itu ada > jenis Ahli Kitab dan ada > juga jenis musyrik sebagaimana di dalam Surat > Al-Bayyinah. > > > Dari peserta diskusi ada yang menyatakan kecewa > dengan argumentasi/ hujjah > yang dikemukakan Dr Zainun Kamal. Peserta diskusi > itu berharap, Pak Zainun > yang dari awal menegaskan bahwa landasannya itu > Al-Qur'an dan As-Sunnah, > diharapkan mampu mengemukakan ayat-ayat ataupun > Hadits dengan dijelaskan > riwayat-riwayatnya dan duduk persoalannya secara > hukum. > > Namun hal itu tampak tidak ditempuh oleh Dr Zainun > Kamal, malah hanya > mengutip ungkapan Rasyid Ridho dalam Tafsir Al-Manar > dalam kasus menjawab > pertanyaan tentang perempuan Cina yang diharapkan > masuk Islam apakah boleh > dinikahi. Jawaban terhadap pertanyaan mengenai suatu > kasus semacam itu > bukanlah satu landasan yang bisa dijadikan > argumentasi sebagaimana yang > sejak awal ditegaskan Pak Zainun Kamal sendiri bahwa > landasannya adalah > Al-Qur'an dan As-Sunnah. Terhadap keluhan kecewa > itu, Zainun Kamal berterus > terang tentang kondisi kemampuannya. > > > Di samping itu, setelah Dr Zainun Kamal tampak tidak > mampu mengemukakan ayat > atau Hadits tentang bolehnya wanita Muslimah > dinikahi lelaki Kristen, masih > pula dari moderator Dr Surahman Hidayat dan peserta > Hartono Ahmad Jaiz > menyampaikan hadits-hadits tentang larangan Muslimah > dinikahi lelaki Ahli > === message truncated === __________________________________________________ Do You Yahoo!? Yahoo! Finance - Get real-time stock quotes http://finance.yahoo.com RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

