Dear Mas Eddy,
Kami di palanta telah lebih dulu memaaf kan keterlanjuran kebijksanaan
dan authority Mas Eddy itu. Kami mengagumi ke-gentleman-an
ucapan ini.
Melalui email ini juga, saya atas nama RN, termasuk
memohon maaf juga atas segala kesalah pahaman dan seribu satu
dugaan dari kami.
Saya merasa bersalah besar atas kasus "sebab dan akibat" yang
telah terjadi diantara kami pada saat ini.
"Senior RN yang bertindak jalan belakng", komentar ini tidak bisa dibantah.
Statement demikian 100% kebenarannya. Mendengar screaming sanak2
palamta saat ini saya menanggap dan merasa tengah duduk di kursi tinggi di
ruang terdakwa di suatu gedung pengadilan, meskipun situasi ini belum pernah
pernah saya alami.
Setelahpalanta tahu hal yang sebenarnya, bahwa fasilitas RN adalah
atas belas kasihan Mas Eddy (meskipun hal itu adalah atas jasa baik
Mas Eddy), namun keponakan2 kita pada berjeritan: "Kama muko ka-di-suruekkan,
manumpang malah Kito kironyo".
Saya sangat terpukul dg jeritan ini, semua ini juga atas kecerobohan
saya dulu itu. Namun sebenarnya adalah karena "trust" saya
pada Mas Eddy. Sebenarnya sejak dulu itu saya tersinggung
when you talked down (belittle) to RN as the following:
"Ah, mereka kan tidakkan mengerti soal server, yang mereka tahu kan
hanya asal dapat ber-emailan".
Hmm, palanta walaupun begitu punya dignity lho, Mas Eddy.
Mas Eddy boleh membantah hal ini, karena tiada bukti.
I should have had recorded all our conversations.
Saya benar2 terpukul waktu itu, namun I tried hard to
shut-up my big mouth. Perasaan ini saya kubur saja dalam2.
Mungkin dalam tidur saya igaukan, who knows?
Statement itu benar2 tak terlupakan, meskipun telah di abad yang berbeda.
Namun, pada saat itu juga, diam2 saya telah memaafkan Mas Eddy.
Uluran tangan Mas Eddy kami setujui (oleh Miko dan saya, karena
Mak Angah melepas kan persoalan ini). Persetujuan kami
yang gegabah!! Saya sendiri tidak memikirkan, sampai dimana dan
apa2 batasnya free fasilitas itu. Bahkan, tahun berganti tahun, saya
tidak punya initiatif untuk menanyakan hal ini pada Mas Eddy
unless salah seorang keponakan berkomentar, bahwa bahwa Mas Eddy mengeluh
memikul beban ini;. beban mana memang berat.
Sayangnya, disaat saya dan Miko baru ditingkat inisiatif untuk
memufakatkan hal ini ke palanta RN, keadaan Darurat itu terjadi.
Bagaimanapun, "there is always a silver lining behind the cloud".
Hal keterlanjuran Mas Eddy itu membawa hikmah yang sangat berharga
bagi kami semua: "COMMUNICATIONS…, COMMUNICATIONS….
..... and BE OPEN MIND!".
Makanya saya tidak mau menerima pembicaraan Mas Edy melalui
telephone di beberapa hari ini. I am sorry, Ego si Padang memang
tinggi sekali pada saya, tambahan kita berada di Amerika.
Negara yang bebas berbicara, asal sesuatu itu atas kebenaran (yang
sebenarnya), sooner or later itu akan kenyataan.
Negara bebas tapi penuh jebakan. Print-out yang halus2 (sa gadang mato
nyamuek) akan menjebak seseorang andaikan semua itu tidak dibaca dan di
pahamkan. Antara lain , misalnay jika seseorang menanda tangani suatu
perjanjian offer-an suatu "winning prise", yang katanya: "Free..., freeeeee".
Kalau seseorang tidak mau terjebak, jangan lah percaya akan tulisan
"Free" yang segede gajah itu, tapi amatilah print-out yang halus dihalaman
belakang meski harus pakai kaca pembesar sekalipun.
Jeritan seorang keponakan baru2 ini benar adanya:
"tiada yang free saat ini".
Statement itu benar, bukan? Bernafas pun kita di charged.
Apakah bukan itu maknanya life insurance? Think about it!
Well, well, well…..! Ini lah yang namanya dunia!
Sanak2 Palanta yth,
Marilah kita berusaha utk tidak jatuh untuk ke dua kali nya ditempat
yang sama, tjangan tertarung di batu kecil.
Sekali lagi saya mohon maaf, yang sebesar-besarnya,
karena dosa sesama manusia akan terampuni kalau yang
bersangkutan memaaf kannya. Mohon ampunan terhdap Allah
Subhanahu wata'ala dapat dilakukan dg bersujud langsung pada Nya.
Semoga persahabatan sebangsa dan setanah air antara kita tidak
rterpengaruh oleh arus ini, yang berlalu biarkanlah berlalu, marilah
kita tinggalkan semuaitu di belakang kita. Mari kita mulai sesuatunya
dg fresh. Semoga hal ini jangan lah menjadi handicap hubungan
bisnis RN-Airland. Persoalan bisnis utk selanjutnya dapat berlanjut
sesuai agrement kedua belah pihak.
Wassalam, dan maaf serta terima kasih,
Ben
PS
Sebagai penebus dosa saya, saya terpaksa rude terhadap Mas Eddy, see below,
just FYI, I am sorry.
In a message dated 9/4/02 3:53:02 PM Eastern Daylight Time, [EMAIL PROTECTED]
writes:
> Subj: no Tilpon
> Date: 9/4/02 3:53:02 PM Eastern Daylight Time
> From: [EMAIL PROTECTED] (Eddy E. Budisantsoso)
> To: [EMAIL PROTECTED]
>
> Bu Ben, Yth
>
> Sudah lama kita tidak bicara melalui tilpon.
> Apa mungkin saya bisa minta no tilponnya ?
> Sehingga kita bisa komunikasi lagi sehubungan dengan RN dan lain lainnya?
> BTW, no tilpon saya di rumah : 415 387-6926 dan restaurant 415 387-5225
>
> Terima kasih
>
Ø Eddy
Ø =========
Subj: Re: no Tilpon
Date: 9/4/02 10:58:26 PM Eastern Daylight Time
From: NMcKosky
To: [EMAIL PROTECTED]
He, Mas Eddy,
kama se salamo ko?
Mentang2 kok iya, email saya tidak pernah dibalas, maklum lah.
Jadi saya terhiba hati juga.
It was nice to hear from you, I appreciate it.
Sure, it will be wonderful talking to you again (865) 675-6917.
However, I prefer to communicate in writing (electronic mail).
So we can document anything we talk about.
Okay, thank a million Mas Eddy,
good night!
Ben
(11:56 PM, EST)
In a message dated 9/5/02 3:37:57 PM Eastern Daylight Time, [EMAIL PROTECTED]
writes:
> Bu Ben,
>
> Terima kasih atas no tilpon yang telah Ibu berikan dan forward email nya.
> Kapan waktu yang terbaik untuk ngobrol melalui tilpon ?
> Saya hanya ingin ngobrol santai santai saja.
>
Ø Eddy
Subj: Re: thanks
Date: 9/5/02 11:12:34 PM Eastern Daylight Time
From: NMcKosky
To: [EMAIL PROTECTED]
Mas Eddy,
Sorry, I missed your call. Seperti saya sampaikan terdahulu
sebaiknya kita berkomunikasi email seperti ini. Ini lebih convinient,
kapan saja bisa di tulis dan di baca. Saya mengerti Mas Eddy sangat
sibuk dapat dikatakan 24 jam kerja.
Saya tinggu berita dari Mas Eddy,
thanks.
Ben
============
In a message dated 9/6/02 2:51:34 PM Eastern Daylight Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:
> Subj: [RantauNet] server Rantaunet.com
> Date: 9/6/02 2:51:34 PM Eastern Daylight Time
> From: [EMAIL PROTECTED] (Eddy E. Budisantoso)
> Sender: [EMAIL PROTECTED]
> Reply-to: [EMAIL PROTECTED]
> To: [EMAIL PROTECTED]
> CC: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
> [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
> [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
Minang-Inc@
> rantaunet.com, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], sosbud@
> rantaunet.com
>
> Petama tama saya mohon maaf atas matinya server rantaunet.com,beberapa
> hari yang lalu,
> dan bersama ini saya akan menjelaskan mengapa server rantaunet.com mati
> dalam 1 hari.
>
> Dengan berkembangnya mailing list rantaunet menjadi beberapa mailing list
> yaitu:
>
> [EMAIL PROTECTED] : Bisnis RantauNet
> [EMAIL PROTECTED] : Berita Minangkabau
> [EMAIL PROTECTED] : Diskusi Minangkabau
> [EMAIL PROTECTED] : Ekonomi Minang
> [EMAIL PROTECTED] : Pendiri Minang Inc
> [EMAIL PROTECTED] : Team Website
> [EMAIL PROTECTED] : Komisi Tata Tertib
> [EMAIL PROTECTED] : Anggota Minang Inc
> : Diskusi Pendidikan
> [EMAIL PROTECTED] : Potensi Minangkabou
> [EMAIL PROTECTED] : Urang Mudo
> [EMAIL PROTECTED] : Mailing List RantauNet
> [EMAIL PROTECTED] : Sosial Budaya Minang Kabou
>
> sehingga setiap hari ada sekitar 500 email yang bounce, dan dengan bounce
> nya email
> sebanyak 500 email per hari berarti beban penggunaan bandwidth bertambah.
> Demikian juga dengan bertambahnya email [EMAIL PROTECTED]
>
> Oleh karena itu,langkah yang harus saya ambil adalah menaikkan bandwidth.
> Untuk memperlancar proses penambahan bandwidth tsb,untuk sementara server
> rantaunet.com
> saya matikan.
>
> Mohon maaf karena pada saat saya matikan server rantaunet.com, saya tidak
> memberitahu dan
> rupanya proses penambahan bandwidth memakan waktu lebih dari 1 hari,
> sehingga menimbulkan
> kesalah pahaman didalam mailing list mailing list RantauNet.
>
> Sekarang server rantaunet.com sudah kembali stabil dan lancar.
>
> Terima kasih atas pengertiannya dan silahkan melajutkan komunikasi antar
> kita semua di rantaunet.com
>
>
> Hormat kami
>
>
> Eddy E. Budisantoso
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
==============================================Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR
ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di:
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
==============================================