In a message dated 9/8/02 1:34:31 AM Eastern Daylight Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:
> Dear Bunda Ben,
Dear Evi, keponakan ku,
Thanks for your support.
>
> Saya sangat setuju jika PT RPU dihidupkan kembali dengan menawarkan saham
> yang tersedia kepada seluruh anggota RN.
Saya juga setuju juga, makanya seperti berita email saya terdahulu,
kita mohon pada Board Member PT Rantaunet untuk menjelaskan
ke kita, Palanta, ttg PT RPU ini.
Kita harus tahu dan mengerti dulu ttg bisnis ini, lalu masing2 kita
mempertimbangkannya dg keluarganya (intern case dalam family)
matang2, sebelum mengambil keputusan utk ikut di bisnis ini,
supaya tiada reget dikemudian hari.
Dear Boar Members PT RPU,
Pada kesempatan ini juga saya mohon supaya di kirimkan ke Palanta
Bussiness Plan PT RPU, begitu juga dg Konsep Undang2 Dasar
bisnis ini seklaian. Dengan demikian kami akan mempertimbangkan
nya apakah kami akan mensuport bisnis ini atau tidak.
> Tapi dalam berhubungan dengan Mas
> Eddy selanjutnya, saya condong memilih hubungan antara penyewa
> server dengan
> pemilik server saja dengan beliau.
Ya bisa saja, kita mohon musyawarah antara kita nantinya.
Kalau kita renungkan dalam2, sebenarnya tujuan Mas Eddy itu baik,
hanya saja beliau kurang komunikasi dg kita, jalan sendiri2 di belakang.
sorry Mas Eddy.
Seharusnya Mas Eddy itu, ikut jadi member RN Palanta, paling kurang
mengikuti perihal Palanta saat ke saat, serta berpartisipasi aktif seperlunya.
Jadi takkan terjadi kesalah pahaman. Lagi-lagi..., COMMUNICATIONS...,
COMMUNICATIONS....., OPEN MIND.., OPEN MIND......
Tip hari ini:
Communications dan be open minda ini telah harus kita peraktekkan mulai
dari keluarga kita (dg anak2 meskipun merek amasih bocah).
> Maksudnya, saya setuju jika PT RPU itu
> seperti bunda katakan, dari orang Minang untuk orang Minang dan >kepunyaan
> orang Minang.
Absolutely right!
Ini lah moto kita kalau memang mau membangun Minang.
> Jika kita semua setuju untuk memilih service nomor 2 yaitu, US$
> 35 perbulan, walau PT RPU belum berjalan rasanya-rasanya masih akan
> terjangkau dengan saling bahu membahu.
Benar, hal ini kita kembalikan pada ADM RN, urang dapue kito,
mempelajari future, fasilitas2 yang diberikan utk di sesuaikan dg
kebutuhan kita. Kelihatannya, sesuai dg pemakaian oleh RN Palanta
saat ini, Plan B Airland itu rasanya memadai. Kalau perlu dikurangi
beberapa bilik2 yang kita rasa ekstra dan digabung kan saja pembicaraan dalam
suatu bilik bersama. Jadi kita save space. Kita harus belajar praktis
dalam melakukan sesuatu. Hindari yang mubazir, benarkan?
Berbuat yg tidak mubazir, juga termasuk hal2 perbuatan Rasul.
(lihat Hadith). We need to put in mind, julukan bahwa
"Minang adalah serambi Mekah). Dg memperkuat persatuan kita sesama Minang ,
concer dg Minang, selalu berbimbingan tangan dg sanak2 Minang
(terutama dg yang di Minang sendiri) adalah suatu tool yang kuat utk
membendung pengaruh2 luar yang masuk ke Minang, including
Keristenisasi. Think about!
>Caranya, kita ramai-ramai investasi (
> cara yang pasti dihindari oleh George Soros hehehe...) melalui Deposito
Bank.
Nih lagi, ttg deposito Bank interest (bunga bank). Saya tidak akan
mempersoalkan kepercayaan seseorang ttg bank interest.
Karena kalau point ini di diskusikan akan berupa lingkaran setan yang tiada
ujung nya. Yang akhirnya, keputusan itu tergantung pada perinsip diri
masing2. Tapi akan saya fokuskan disini yaitu, perinsip Minang Inc,
yang uniq yaitu:
" Dari orang Minang untuk orang Minang,
kepunyaan orang Minang dan tidak melibatkan riba"
Evi sendiri tentu tersenyum mendengar Moto Minang Inc ini bukan?
"Bagaimana hal ini bisa jadi?"
Yes, Evi, I know so. Justru itu saya pribadi mensupport penuh Minang Inc
ini juga. Seperti saya katakan terdahulu,
mari kita berbimbingan tangan,
jangan merasa bersaing,
jangan merasa ingin me-monopoli,
tapi marilah berjalan bergandengan.
Toch kalau itu semua berhasil, berarti keberhasilan
kita ORANG MINANG, bukan?
Apakah kita benar2 tulus menjalankan bisnis dg dasar perinsip dan
moto diatas? Kalau benar, kita harus meng apply kannya.
Sesuatu pekerjaan yang dilakukan dg dasar ketulusan, insya Allah akan
diberkati dan di lindungi nya. Ini lah makna berjalan diatas kebenaran,
bukan? Kemanapun kita pergi, insya Allah kita takkan kesasar.
Ya, sanak2 Palanta yth,
mari kita peljari Mianang Inc juga, dan mari kita support juga bisnis ini.
Silahkan saja maju dg pertanyaan2, insya Allah
Minang Inc Founders akan mencoba menjawab sebisanya.
Ya, ide tentang membuat kacio RN Palanta, bagus sekali.
Mari kita support dan berpatisipasi; hal ini juga mencerminkan langkah
selanjutnya yang akan kita tempuh.
Kepada keponakanda Dan Rarach, tolong diposting kan List Iyuran ini,
dg demikian List ini bisa di perpanjang/diteruskansecara langsung
oleh sanak2 yang akan ber-iyur, jadi short cut, tidak harus mengemail ke
Rarach dulu. Buk Ben mengucapakan terima kasih pada Rarach
atas volunteernya meng-organize iyuran ini, thanks!
Begitu lah dulu saya sampaikan, wassalam dan terima kasih,
Salam Kompak!!,
buk Ben
PS
Evi manis,
buk ben kira ini adalh Evi Gamut, bukan ?
Well, buk Ben merasa dapat penghargaan dg panggilan "Bunda" pada
buk Ben, namun buk Ben takut menerima panggilan begitu, kalau2 nanti ada emaj
nya ke panggilan "Bundo Kanduang".
Dalupernah juga sanak2 memulai panggilan begitu, tapi buk ben tidak
menerimanya.
Kenapa? Rasanya panggilan begitu tidak serasi utk buk Ben
Buk Ben tidak berkarisma sebagai seorang Bundo Kanduang.
Panggilan itu sangat berat tangguang jawabnya, refers kan itu
"Rajo (Queen) Budo Kanduang". Kan memang dari sana asal
usul panggilan ini bukan? Rajo Bundo Kanduang yang maha
bijaksana, ......dst.
Wah, wah....Evi,
nggak bisa buk Ben mempertanggung jawbkan panggilan itu.
Panggilan yang tidak serasi dg diri seseorang bisa membawa
penyakit pad dirinya. Itu ada fakta nya lho di Minang.
Ingat, Minang dg lauik sati rantau batuah nyo.
Buat Rahma,
ni Ben mohon maaf atas kekhilafan ni ben, yang mana Rahma
ni Ben kira sama dg Rarach.
Jadi pesan ni Ben pada Rahma, dalam email terdahulu,
sebenarnya ni Ben tujukan pada Rarach, Maaf ya.
Queen Bundo
buk ben pareman.
> Untuk savenya, bila bunga bank ( di Indonesia) saat ini tidak lebih dari
1%,
> artinya jumlah bunga deposito kita harus bisa mencapai US$35 perbulan.
> Artinya, saat ini kita harus bisa mengumpulkan duit sebesar US$3500.
Syukur-
> syukur dalam semangat kebersamaan ini, jumlahnya akan lebih banyak lagi,
> sehingga kelebihan bunga juga bisa masuk ke dalam kas rantaunet foundation.
> Bagaimamana pendapat bunda Ben? Atau ada masukan lain dari dunsanak2 lain?
>
> Wassalam,
>
> Evi
>
> PS.
> Dan Rarach, tolong masukan juga daku kedalam listmu. Terus juga, sebagai
> anak buah Sumitro, tolong keluarkan ide bagaimana caranya mencari uang
> sebanyak itu.
>
>
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di:
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================