----- Original Message -----
From: Muhammad Yulharmaen <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Monday, August 26, 2002 10:12 am
Subject: [RantauNet] FW: SOICHIRO HONDA: "Lihat Kegagalan Saya"
> Artikel dibawah ko mudah-mudahan bisa menambah sumangaik awak
> mawujudkanMinang Inc. nan di cito-citokan.
>
> salam
> ~yul~
>
> "Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka
> tidak melihat
> 99% kegagalan saya"
> -Soichiro Honda-
>
> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: 23 Agustus 2002 16:53
> To: undisclosed-recipients:;
>
>
> SOICHIRO HONDA : "Lihat Kegagalan Saya"
>
> Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia
> sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah. Namun
> ia trus
> bermimpi dan bermimpi...
>
> Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata
> Anda selalu
> terbentur pada Honda, baik berupa mobil
> maupun motor. Merk kendaran ini menyesaki padatnya lalu lintas,
> sehinggalayak dijuluki "raja jalanan".
>
> Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri "kerajaan" Honda -
> Soichiro Honda
> - diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar insinyur,
> lebih-lebih
> Profesor seperti halnya B.J. Habibie, mantan Presiden RI. Ia bukan
> siswayang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah
> di depan,
> selalu menjauh dari pandangan guru.
>
> "Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena
> dunia saya
> disekitar mesin, motor dan sepeda," tutur tokoh ini,
> yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS
> Juntendo, Tokyo,
> akibat mengindap lever.
>
> Kecintaannya kepada mesin, mungkin 'warisan' dari ayahnya yang
> membukabengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik
> Shizuko, Jepang Tengah,
> tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi
> cathut (kakak
> tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat
> penggilinganpadi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya.
>
> Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri
> berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil,
> hanya ingin
> menyaksikan pesawat terbang.
>
> Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika usianya 12
> tahun,Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model
> rem kaki.
> Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif. Ia sadar
> berasaldari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan,
> sehinggamembuatnya rendah diri.
>
> Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja Hart Shokai
> Company.Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya.
> Honda teliti dan
> cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap
> oli yang
> bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja disitu,
> menambahwawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21
> tahun, bosnya
> mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini
> tidakditampiknya.
>
> Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima
> reparasiyang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki
>
> mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam
> kerjanya larut
> malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap kreatif.
> Pada zaman
> itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik meredam
> goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu
> dengan logam.
> Hasilnya luarbiasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke
> seluruhdunia. Di usia 30, Honda menandatangani patennya yang pertama.
>
> Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari
> bosnya, membuat
> usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang dipilih?
> Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Pinston, yang dihasilkan oleh
> bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh
> Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring buatannya tidak
> lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap
> kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel.
>
> Kuliah
> Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan
> kemudian,kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin
> bengkelnya. Tapi, soal Ring
> Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari jawaban, ia
> kuliah lagi
> untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah
> pulangkuliah - pagi hari, ia langsung ke bengkel, mempraktekan
> pengetahuan yang
> baru diperoleh. Setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya
> dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah.
>
> "Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan,
> melainkandijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum
> makanan dan pengaruhnya," ujar Honda, yang gandrung balap mobil.
> KepadaRektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari
> ijasah. Melainkan
> pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan.
>
> Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya diterima. Pihak Toyota
> memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Eh
> malangnya,niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak
> memberikan dana. Ia
> pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal dari sekelompok orang
> untukmendirikan pabrik. Lagi-lagi musibahdatang. Setelah perang
> meletus,pabriknya terbakar dua kali.
>
> Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan
> karyawannya.Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang
> dibuang oleh kapal
> Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Tanpa
> diduga,gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga
> diputuskan menjual
> pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota. Setelah itu, Honda mencoba
> beberapa usaha
> lain. Sayang semuanya gagal.
>
> Akhirnya, tahun 1947, setelah perang Jepang kekurangan bensin. Di
> sinikondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda
> tidak dapat
> menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan
> terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda. Siapa sangka,
> "sepeda motor"
> - cikal bakal lahirnya mobil Honda - itu diminati oleh para tetangga.
> Mereka berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok.
> Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu,
> kesuksesan tak
> pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut mobinya, menjadi
> "raja"jalanan dunia, termasuk Indonesia.
>
> Bagi Honda, janganlah melihat keberhasilan dalam menggeluti industri
> otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya.
> "Orang melihat
> kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99%
> kegagalansaya", tuturnya. Ia memberikan petuah ketika Anda
> mengalami kegagalan,
> yaitu mulailah bermimpi, mimpikanlah mimpi baru.
>
> Kisah Honda ini, adalah contoh bahwa Suskes itu bisa diraih seseorang
> dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, ataupun berasal dari
> keluarga miskin.
> = = = = = = = = = = =
>
> 5 Resep keberhasilan Honda :
> 1. Selalulah berambisi dan berjiwa muda.
> 2. Hargailah teori yang sehat, temukan gagasan baru, khususkan waktu
> memperbaiki produksi.
> 3. Senangilah pekerjaan Anda dan usahakan buat kondisi kerja Anda
> senyamanmungkin.
> 4. Carilah irama kerja yang lancar dan harmonis.
> 5. Selalu ingat pentingnya penelitian dan kerja sama.
>
> Sumber : Majalah $ukse$, Vol V/20 Juli-20 Agustus 2002/Th.1, hal
> 24-25.
>
>
>
> RantauNet http://www.rantaunet.com
> Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
> ===============================================
> Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
> anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.
>
> Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di:
>
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3=================================
==============
>
--------------------------------------------------------------------
Belum pernah pakai QQ? Kasihan deh kamu, makanya buruan
download QQ Instant Messenger Bahasa Indonesia di http://www.qq.co.id.
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di:
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================