Salam untuk dunsanak semua.

Terima kasih untuak MC Baridjambek yang telah menguraikan secara kualitatif 
tentang optimalisasi dan eksplorasi urang Minang. "Credits" for GM yang 
terus mencari format pas agar urang Minang jangan sampai jadi komoditas 
eksploitasi para avonturir dan tak lupa untuk Zubir Amin yang ternyata 
sangat "rindu" dengan Minangnya.

Saya kira ada satu hal yang kita lupa bahwa perlunya menjaga eksistensi 
urang Minang dalam pagar "low profile." Apalagi dalam konteks "national 
diversity," langkah-langkah overfocal sangat membahayakan keberadaan 
residensial dan kebebasan urang Minang di perantauan (luar Sumbar) yang 
memicu "social clash."

Saya kira legalisasi dan institusionalisai urang Minang tidak membawa 
manfaat. Begitu juga, saya sangat tidak menyarankan urang Minang terlalu 
aktif dalam Partai Politik. Saya pernah ingatkan soal ini pada Patrialis 
Akbar, salah satu di antaranya. Tapi..ya..you tahulah..orang Padang kareh 
kapalo..rato-rato air...tinggi ruok pado boto.

Sayang, belum ada yang berani mengungkapkan bahwa pada titik-titik tertentu 
di zona Barat provinsi Sumbar terdapat deposit energi yang bisa menopang 
ekonomi AS selama 1 (satu) abad...itu baru contoh kecil kenapa Urang Minang 
menjadi target "cuci otak" para mafia sumber2 alam dunia.

Termasuk provokasi lewat isu2 kristenisasi, bahkan belakangan mulai 
dijalankan dengan cara vulgar dan terang2-an. Judulnya tentu saja "Mancari 
Karuah" agar ada alasan LSM dan bantuan2 asing masuk ke kancah konflik. 
Dengan begitu, posisi tawar-menawar para "stateless nameless capitalists" 
itu akan semakin tinggi. Tentu...dengan segala kompensasi yang sesuai dengan 
skenario mereka.

Kalau ada yang mau berjuang (ijtihad), tirulah gaya Osama Bin Laden atau 
Saddam Hussein. Kapitalis dihadang dengan kapitalis. Esktrim dihadang dengan 
ekstrim. Lunak diadu lunak. Keras diadu keras. otak diadu otak, otot diadu 
oto..Untung diadu untung... Jangan enak e dewe..gitu lho.

Syukur, urang Minang lumayan dewasa dalam menentukan sikap. Kedewasaan 
inilah yang perlu dijaga dan dipelihara dalam menentukan bargaining position 
terhadap mereka di masa datang, termasuk dalam mengambil posisi terhadap 
agen2 Melayu mereka di Tanah Air baik dari kalangan Parpol maupun pengusaha.

Thus, kalau memang MCB menganggap mereka yang bernama "Urang Minang" 
termasuk dalam kategori "intelligence species," kenapa kita tidak memulai 
sesuatu yang bisa memberdayakan kemampuan managerial industri urang Minang 
dengan cara-cara yang senyap, tenang, cool, elegan..tapi terasa efeknya dan 
luar biasa kapitalisasi permodalan yang dihasilkan.

Untuk itu, saya kira yang kita butuhkan sebetulnya bukanlah koperasi, 
perseroan, yayasan dsb. Biarkanlah legalitas seperti itu menjadi otonom 
orang perorang. Tapi yang kita butuhkan adalah konsensus, seperti ketika 
Theodore Hertz mencuatkan gagasan Zionisme ke seluruh dunia dan terbukti 
sukses. Inilah format yang saya maksud.

Untuk tahap preliminer, alangkah baiknya kita coba mengadopsi trik-trik 
Rotary Club --satu paguyuban sosial anak keturunan Yahudi asal Jerman dan 
Austria-- dalam menjalankan lobi bisnisnya di seluruh dunia, termasuk 
memuluskan kontrak-kontrak exploitasi minyak dan gas di negara-negara Islam 
termasuk Indonesia.

Kapan perlu kita beramah-tamah dengan pengurus Rotary Club cabang Indonesia 
di Jakarta. Kebetulan saya kenal beberapa dari mereka. Terserah nanti 
arahnya ke mana. Mau kerja sama OK, mau kompetisi terbuka pun OK. Mau perang 
juga OK dong..ya nggak? Mendaki gunung apalagi..hobi tahunan dah tuh.

Sekian dari saya, semoga bermanfaat.

Elfanzo Remis St Rangkayo Labih
Jewish Minang Club (JMC)
Jakarta












_________________________________________________________________
MSN Photos is the easiest way to share and print your photos: 
http://photos.msn.com/support/worldwide.aspx


RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke