-- On Fri, 27 Sep 2002 19:17:45 minang bakri wrote: > >Assalammualaikum Wr Wb waalaikumsalam ww
>Yth Sdr Yesi >Kami punya koran, BISNIS MINANG, dan punya rubrik motivasi, boleh kami muat tulisan >Anda ini di koran kami? karena koran kecil, honornya cuma Rp 50.000. Rencana terbit >Senin 7 Oktober 2002. subhanallah, saya nggak keberatan pak. silahkan aja. saya masih punya artikel lain semacam ini. kalau bapak mau nanti saya kirim. oh iya, kebetulan saya dari ekonomi manajemen, insya Allah kalo bapak nggak keberatan maukah memuat tulisan saya? soal honor, setiap rezeki yang diberikan Allah itu walaupun sedikit harus kita syukuri. wassalam yesi anak desa saning bakar solok >Salam >Imran Rusli > Yesi Elsandra wrote: >Publikasi 25/09/2002 11:14 WIB > >eramuslim - Dibalik cerita kesuksesan orang-orang sukses, tersimpan banyak kegagalan >yang dilipat rapi dalam sebuah simpul pengalaman sejarah. Simpul-simpul itulah yang >justru mendorong lahirnya kesuksesan. Tom Watson mengatakan, �Jika Anda ingin sukses, >perbanyaklah angka kegagalan Anda.� Karena memang, kegagalan adalah kesuksesan yang >tertunda. Semakin banyak kegagalan yang kita hadapi, maka kita akan semakin dewasa >menerima kesuksesan yang sesungguhnya, sebagai buah jerih payah dan usaha yang kita >lakukan. > >Orang sukses, bukanlah orang-orang yang luar biasa, tetapi mereka melakukan hal-hal >kecil dengan cara luar biasa. Ketika ia menemukan kegagalan dalam hidupnya, dia tidak >mengeluh, putus asa, apa lagi menyalahkan Tuhannya. > >Siapa tak kenal Abraham Lincoln. Pria ini pernah mengalami kegagalan dalam bisnis >dalam usia 21 tahun, kalah dalam pemilihan anggota legislatif di usia 22 tahun, gagal >lagi dalam bisnis di usia 24 tahun, menderita kesedihan akibat kematian kekasihnya di >usia 26 tahun, menderita gangguan syaraf di usia 27 tahun, gagal dalam pemilihan >anggota kongres di usia 34 tahun, gagal dalam pemilihan anggota senat di usia 45 >tahun, gagal dalam upaya menjadi wakil presiden di usia 47 tahun, gagal dalam upaya >pemilihan anggota senat di usia 49 tahun, namun akhirnya terpilih sebagai presiden >Amerika Serikat di usia 52 tahun. > >Lain lagi kisah seseorang yang sedang menuju tangga-tangga kesuksesannya. Gagal UMPTN >tidak membuatnya kecewa. Masih dengan akal yang jernih dan semangat untuk hidup >bahagia, dia masuki sebuah Perguruan Tinggi Swasta. Disana ia giat belajar. Baginya >kegagalan berkompetisi dalam memperebutkan Perguruan Tinggi Negeri bukanlah akhir >segala-galanya. Dengan bekal keyakinan dan dorongan yang kuat untuk mendapatkan apa >yang menjadi cita-citanya, dia terpilih sebagai mahasiswa teladan dan mendapatkan >beasiswa. �Kalau saya kuliah di PTN, mungkin belum tentu begini ceritanya.� Begitu >batinnya berbisik riang. > >Kesuksesan dan kegagalan tidak dapat kita elakkan sebagai konsekwensi atas berbagai >pilihan dan keputusan dalam memilih cara hidup. Inilah bukti nyata lemahnya manusia. >Tanpa subsidi kekuatan berupa sikap dan improvisasi berupa kemauan keras untuk >berusaha dari Allah SWT, kita hanyalah pemain yang pasrah mementaskan peran kita. >Maka oleh karena itu, keberhasilan kita melipat kegagalan dan menyimpannya sebagai >guru dalam sejarah hidup kita, turut dipengaruhi oleh sikap, kemauan keras dan >keyakinan kita pada Tuhan, sebagai Zat yang Maha berkehendak atas diri kita. > >Bersikap positif memandang kegagalan sebagai awal kesuksesan adalah pelajaran yang >paling berharga. Ibaratnya seorang ibu yang gagal menanak nasi hingga menjadi bubur. >Jika terlanjur menjadi bubur, jangan buang bubur itu. Kenapa tidak kita jadikan saja >bubur itu menjadi bubur ayam. Tambahkan bumbunya, beri daging, ati ampela ayam, >taburi bawang goreng dan kecap. Hidangkan dengan sedikit kerupuk. Bukanhkan ia tetap >dapat kita makan, bahkan memberikan variasi dalam menu kita hari itu. Bukankah tidak >sedikit pula yang favorit terhadap bubur ayam? (Yesi Elsandra, untuk saudara yang >hilang, masih ingat bubur ayam?) > > > > >____________________________________________________________ >Tired of all the SPAM in your inbox? Switch to LYCOS MAIL PLUS >http://www.mail.lycos.com/brandPage.shtml?pageId=plus > >RantauNet http://www.rantaunet.com >Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 >=============================================== >Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, >anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. > >Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: >http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 >=============================================== > > >--------------------------------- >Do you Yahoo!? >New DSL Internet Access from SBC & Yahoo! ____________________________________________________________ Tired of all the SPAM in your inbox? Switch to LYCOS MAIL PLUS http://www.mail.lycos.com/brandPage.shtml?pageId=plus RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

