Dari balerong subalah.
~ab~ ~~~~ -----------------Quoting previous message:----------------- >Agak sulit memang menerima kritik dengan kepala dingin. Barangkali salah >satu kelemahan kita (urang minang) adalah keterbukaan terhadap kritik dalam >segala bentuknya. Bentuk kiritik paling buruk ya cemoohan. Meski urang awak >sangat terkenal dengan cemoohnya, namun pantang dicemoohkan orang lain. > >Saya ingat di tahun 70an dulu pernah ada ulasan psikolog mengenai berbagai >karakter etnis di Indonesia, termasuk urang awak, yang disampaikannya saat >pengukuhan gelar profesor. Dan ternyata urang awak sangat marah saat itu >sampai-sampai minta dialog terbuka dengan sang profesor. Kritiknya kalau >tidak salah di antaranya orang Minang itu tidak terbuka terhadap kritik, >inward looking, dll. > >Jadi instead of mengkaji ulasan ilmiah dengan argumen ilmiah juga, malah >urang awak mencak-mencak ngga' terima. Padahal pandangan itu disampaikan >setelah melalui pengamatan empiris. Mestinya ya dibantah dengan ilmiah pula >kan? Dan toh akhirnya berakhir begitu saja ditelan waktu, tidak ada solusi >juga. > >Akan halnya sinetron itu, kebetulan saya belum pernah melihat, hanya >potongan iklannya saja, saya kira kalau dirasa perlu parodi itu ya >diluruskan saja dengan mengundang dialog terbuka di SCTV yang bertanggung >jawab menayangkan itu. Buktikan bahwa kita memang berbudaya tinggi, tidak >serendah yang dipertontonkan itu. Hanya saja seingat saya Anwar Fuadi itu >urang awak juga. Mestinya dia sudah mengkaji baik buruknya sinetron itu. >Seingat saya ada juga sinetron di bulan puasa dulu yang memberikan image >buruk perempuan minang, toh meski diprotes sinteron itu berjalan terus dan >bahkan mendapat rating tertinggi.. > >Kalau kita buka kembali sastra lama kita, baik karangan Hamka, Abdul Moeis, >Sutan Takdir Aklisyahbana, Marah Rusli, Selasih, atau sebut saja deretan >sastrawan Minang yang pernah mencuatkan Minangkabau sebagai kaum intelektual >Indonesia, semua sarat dengan self critic terhadap adat kita. Hanya >penyampaiannya tidak sevulgar atau bergaya slapstic seperti sinetron itu. >Dan ternyata orang minang menikmati kritik itu. > >Saya kira dalam gurauan etnis sehari-hari kita dengan enteng mentertawakan >suku lain, begitu juga kita ditertawakan etnis lain. Namun begitu diangkat >melalui media elektronik urusannya menjadi lain. Ada baiknya kita bisa lebih >terbuka menghadapi image orang terhadap kita. Toh dalam dekade terakhir ini >tidak ada cendekiawan minang yang muncul di pentas nasional. Minang telah >berubah menjadi 'jawa', begitu pernah ditulis oleh Uda Mochtar Naim. >Sempitnya cara berpikir kaum kita ini terbawa-bawa dalam berbagai >pengambilan keputusan, yang kelak akan kita sesali sebagai kecelakaan >sejarah. > >Kalau kita tidak mulai membuka wawasan kita, atau mencoba otward looking >kita akan tetap defensif dalam menerima kritikan. Di satu sisi kaum yahudi >ada benarnya. Apapun hujatan orang terhadap mereka, mereka tetap tegar dan >berjalan dengan yakinnya. Bahkan dengan kebebalannya dia bisa menguasai >Amerika dan dunia. Kenapa kita musti cengeng dengan parodi murahan begitu. >Mari kita tunjukkan bahwa sebetulnya yang mewarnai Indonmesia ini sejak >dahulu adalah urang awak. Lihat tajamnya pena urang awak melalui >sastrawannya tempo doeloe, lihat pemimpin-pemimpin bangsa tempo doeloe yang >sekaliber Hatta, Syahrir, Agus Salim, M. Natsir, dll. Tuduhan cultural >harresment terkadang bisa dibaca sebagai inferior complex. > >Salam, >Aam > > >*****************Mailing List BANUA ****************** > >Untuak subscribe, kirim email kosong ka: > > [EMAIL PROTECTED] > >Untuak unsubscribe, kirim email kosong ka: > > [EMAIL PROTECTED] > > >Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/ > > > > RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

