Assalamualaikum,
 
Rasanya, saya hampir setuju dengan analisa anda sanak Puarman.Bila dikatikan dengan rencana agresi Bush ke Irak yang telah dapat approval dari kongresnya beberapa jam sebelum ledakan di Bali, rasa2nya peristiwa ledakan ini telah melalui proses perencanaan yang matang dari  pada sekedar peristiwa kebetulan kebetulan belaka.
 
Bila ada yang berniat menjadi pahlawan kesiangan dengan mengatakan bahwa Amerika yang sangat beradab dan menjujung tingi demokrasi itu tidak akan melakukan perbuatan seperti ini, ingat sajalah kepada kematian anak-anak Irak karena kekurangan makan dan obat-obatan akibat terkena  embargo ekonomi dunia yang dipimpin oleh Amerika.Ingat anak-anak palestina, ingat anak-anak korban perang Vietnam, ingat anak-anak Pakistan saat negerinya di jatuhi berkilo-kilo bom demi sebuah kepala Osama Bin Laden. Berkaca dari sejarah, mengalirkan beberapa ratus liter darah beberapa ratus orang yang tidak terkait langsung dengan kepentingan politik nasionalisnya, bukanlah peristiwa luar biasa bagi pemerintahan Amerika.
 
Mengapa mereka melakukan di Indonesia? Menurut saya, sudah lama mereka emang "gatel" melihat sepak terjang orang Islam yang mereka namai sebagai fundamentalis atau bergaris keras. Jaringan ini memperoleh dukungan bukan hanya dari segelintir orang-orang tersisih dari percaturan sistem ekonomi kapitalis tetapi juga dari warga urban yang sudah memperoleh pendidikan memadai, cerdas dan mempunyai dukungan keuangan yang establish. Kalau ini sampai dibiarkan, bukan tidak mungkin suatu hari nanti hegemoni Barat itu cuma tinggal kenangan. Dengan dukungan cap sebagai negara berpenduduk mayoritas beragama Islam, bukan tidak mungkin bahwa "ketakutan" Barat itu memang berawal dari Indonesia. Tapi setelah main resek-resekan dengan mengatakan bahwa Indonesia sebagai sarang teroris tidak berhasil malah pemerintah RI  minta di buatkan definisi apa yang disebut teroris, geregetan mereka sudah tidak tertahan kan lagi, lalu mereka bertekat untuk memberi pelajaran kita pelajaran.
 
Pelajaran mereka ternyata sederhana saja. Analoginya sama persis seperti saya memberi pelajaran kepada anak-anak saya saat bermain dengan pisau tajam atau api. Sudah saya peringatkan bahwa kedua benda tersebut bisa melukai tangan, tapi bila berkeras juga untuk memakai silahkan saja. Suatu hari ternyata tangan memang bisa berdarah karena pisau dan sebagai ibu kemenangan ada di tangan saya, " I told you."
 
Bush dkk mungkin saat ini diam-diam sedang meredam kegembiraan, "I told you", tapi jelas tujuan mereka bukanlah sekedar mencapai kemenangan emosi semata. Membuat ledakan hebat tepat di pusat jantung pariwisata Indonesia yang mana semua mata dunia dengan mudah mengidentifikasinya adalah sebuah cara murah untuk masuk ke dalam perut pemerintahan Indonesia. Berbasis jaringan media yang demikian solid, sulit bagi pemerintah Indonesia yang "bloon" ini untuk menangkis bahwa Indonesia tidak memiliki jaringan teroris.
 
Setelah ini, apa sulitnya bagi CIA menaburkan biji-biji kacang hijau di jalan untuk di punguti FBI yang terpaksa di terima bantuannya oleh nenek2 yang sudah terimpit lidah dengan ketemunya jaringan2 al qaedah " fiksi " di Indonesia? I told you berbulan-bulan yang lalu lady, ini dia semut-semut yang akan menggerogoti pemerintahan mu. Jika ini terjadi coba tebak apa yang akan terjadi selanjut?
 
Indonesia yang sudah ketahuan belangnya mejadi negara sarang teroris, kalau mau selamat, tidak terkena embargo ekonomi atau masih mau bekerja sama dengan IMF atau badan-badan ekonomi "amal" dunia lainnya, mau tidak mau "terpaksa" akan ikut memerangi "teroris" lain yakni saudaranya sendiri di Irak sana dengan pimpinan polisi dan penegak moral dunia.Aih jahat! Dan sangat mengerikan!
 
Wassalam,
 
Aye
----- Original Message -----
From: Puarman
Sent: Tuesday, October 15, 2002 10:27 AM
Subject: [RantauNet.Com] MAK BUIH MUNGKIN TAU.......

Dalam kondisi bantuak iko kini sia sajo buliah manganalisa kejadian Bom di Bali.
 
Kalau ambo terus terang ado raso curiga jo Amrik ( MAK BUIH jo anak buahnyo), alasannyo :
 
1. Baru-baru iko pemerintahan mak buih maagiah sinyal ka rakyatnyo untuak manjauhi tampek-tampek nan rami.
 
2. Mambatasi warganyo datang ka Indonesia.
 
3. Urang nan paliang diuntungkan dalam kejadian iko, adolah MAK BUIH, karano inyo sadang mancari dukungan Internasional untuk memerangi teroris.
 
4. Sasudah kejadian, amrik langsuang mambuek pernyataan untuak mambantuak opini , kalau iko didalangi Al-Qaeda.
 
Untuak itu ambo manyarankan kapado Pemerintah Indonesia untuak indak manarimo tawaran FBI sato menyelidiki Bom Bali.
Logikanyo, manga urang nan awak curigai dibaok sato.
 
Dari uraian diateh ado dugaan MAK BUIH terlibat, minimal alah mangatahui sabalumnyo.
 
Wassalam
 
Puarman
 
____________________________________________________
  IncrediMail - Email has finally evolved - Click Here

Kirim email ke