Assalamualaikum WW
 
Seringkali dalam hubungan masyarakat atau dalam pergaulan, kita mendengar orang-orang mudah sekali menceritakan keburukan orang lain atau melempar gosip atau fitnah kepada orang lain. Allah Maha Tahu apa yang akan terjadi pada manusia jika hal itu dilakukan. Akan timbul saling curiga dan orang-orang yang difitnah itu akan menjadi rusak nama baiknya. Dan pada akhirnya timbul pertikaian dan keributan serta kekacauan dalam hubungan antar manusia dan masyarakat bahkan dunia. Seperti akhir-akhir ini kita lihat fitnah-fitnah teroris yang ditujukan kepada ulama-ulama Islam yang dampaknya sangat hebat bagi masyarakat Islam dan berakibat serangan balik kepada yang memfitnah.
 
Kita semua yakin bahwa penyebab terjadinya kerusuhan Ambon, Sampit, Poso, Kupang dsb dan rusaknya hubungan persahabatan antara dua orang atau bahkan antara saudara kandung sekalipun adalah karena tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar dan berprasangka buruk pada orang lain atau kelompok masyarakat lain dan menyamaratakan kesalahan seseorang dengan kelompoknya. Karena begitu berbahayanya efek dari prasangka buruk, fitnah dan mencari-cari kesalahan orang lain serta tidak berlaku adil, dan sebaliknya kita juga diminta untuk hati-hati mencerna suatu berita yang dibawa oleh orang-orang penyebar berita yang tidak jelas, maka Allah menasehati manusia dengan gaya bahasa yang indah untuk dihayati dan diamalkan,
 
Sesungguhnya orang-orang mu'min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. (QS. 49:10)
 
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS. 49:12)
 
Ayat diatas cocok sekali untuk kasus bom Bali, bahwa Allah meminta kita untuk tidak berprasangka-prasangka dulu, sebelum jelas buktinya, sebab akan membuat kita menimpakan kesalahan kepada suatu  kaum yang tidak terbukti dilakukannya, seperti nasihat dibawah:
 
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (QS. 49:6)
 
Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS. 49:11)
 
Kita juga diharapkan untuk berlaku adil terhadap seseorang atau kaum yang kita benci atau yang kita sukai;
 
Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 5:8)
 
Islam adalah agama damai:

Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertaqwa. (QS. 28:83)

 Sesungguhnya orang-orang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka kasih sayang. (QS. 19:96)

 Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar. (QS. 4:114)

 
Sungguh indah rangkaian kata-kata Allah dalam memberikan petunjuk demi kedamaian dan kemaslahatan hidup manusia.
 
Wassalamulaikum

Kirim email ke