Assalamu'alaikum wr. wb.

Tan mudo,
Hukum alam itu adolah bagian dari sunatullah, dunsanak tan mudo sasamo
manusia nan dibalahan bumi utara jaleh labiah memahami dari awak nan
dinagari sakik ko.
Soal angku banci ka pamarentah amrik, good, samo awak tu, tapi posting
angku nan manjadikan martyr manusia pembunuh ribuan orang, ambo raso
bukan pulo sikap yang pas untuk seorang muslim. Kesombongan amrik itu
hanya karena mereka leading dalam implementasi sunatullah (hukum alam)
diatas, hanya bangsa yang sejajar pemahaman sunatullahnya yang bisa
menahan mereka seperti Jerman.
Soal urang Afghanistan, contoh khas sebuah bangsa yang tercabik oleh
pendangkalan penghayatan agama dan kemanusiaan. Taliban yang diusir oleh
Sudan dan Arab Saudi dilindungi oleh mereka, ingat dua negara itu
ngakunya menjalankan syariah Islam, lalu kalau tentara amrik menghajar
taliban, ya pasti dong kena getahnya. Yang paling parah ialah semua itu
dilakukan atas nama agama atau Tuhan.
Soal seorang mau jadi ateis atau bukan, adalah hak masing-masing
individu, anda dan saya tidak punya hak untuk membunuh mereka walaupun
mereka ateis.
Soal Irak, saya hanya kasihan pada rakyat yang masih mau dibodohi oleh
Sdam Husein (yang kalau anda lihat sejarahnya anda pasti ragu apakah dia
itu benar bersikap sebagai seorang muslim), sayangnya orang Irak sendiri
justru banyak yang anti demokrasi, hasilnya ...seperti sekarang padahal
sebuah negeri yang orang dulu bilang ibarat surga di padang pasir.
Soal Palestina, ini topik hangat, anda harus ingat berapa kali Arafat
dulu bilang soal Palestina bukan soal agama dan bukan soal Islam,
silahkan tanya pada Dubes Ribhi Awad di Jkt, pasti dengan tegas dia
jawab Palestina adalah negara sekuler. Masalah dasar ialah rebutan tanah
dengan Israel, sayangnya mereka salah langkah. Seandainya mereka dulu
tahun 1948 mau berbagi denagn baik, tentulah lain lagi ceritanya
sekarang. Palestina dan Israel itu setali tiga uang, bagian terbesar
dari mereka tidak lahir di Palestina spt Arafat sendiri yang lahir di
Mesir. Dua bangsa dari ras yang sama berperang,mungkin beanr juga pemeo
yang mengatakan kalau dua orang Aram (arab kuno) berjalan yang memimpin
tiga orang. Setelah pertengahan abad lalu Israel lebih maju karena
mereka nampaknya lebih mengenal sunatullah.
Soal muslim amrik pasca wtc, bagi mereka yang bersikap sok arab
kemana-mana nenteng "pedang" kaya ikhwan MMI kita dari Solo, LJ dan FPI
tentu saja mendapat masalah paling tidak cibiran masyarakat, namun
mereka yang membawakan muslimnya dengan meniru kebesaran jiwa Muhammad
Rasulullah, nggak ada masalah tu. Jadi bukan soal tutup mata atau bukan.
Urang amrik bukan asli? Dimana sih yang asli didunia ini, semuanya
berubah sanak, yang tidak berubah hanyalah Allah SWT, termasuk urang
Minang nggak ada yang asli semuanya pendatang dan campuran dari
berbagai-bagai ras.
Bak kecek urang indak ado silang nan indak bapangka, kembali kesoal
dasar, ambo juo heran dari suduik mano sutan kok mambela OBL jo
talibannyo manampakan sikap maaf labih dulu kalau ambo sabuik lupo jo
"sakali aia gadang, sakali tapian baganti".

Pengertian teroris: mereka yang dengan hati yang beku membunuh atau
menakuti orang lain yang berlainan pandangan dengan mereka. Kalau banyak
orang yang mendewakan OBL karena seorang milyuner yang mau hidup
menderita, tapi tega membunuh orang yang tak bersalah...... tak lain
adalah sosio-masochist. Seorang normal tentulah akan lebih menghormati
seorang milyuner yang mau membiayai sekolah sehingga yang lulus menjadi
cerdas dan lebih mengenal sunatullah. 
Salam

St. Bagindo Nagari

 
Nofendri wrote:
Mambicarakan soal kebencian, apokah diposting ambo terdahulu, ambo
manyabuikan kebencian kepada seseorang?????? Ambo ndak banci ka urang
amrik
tu, yang ambo banci adolah sistim pemerintahan amerika, nan pongah,
sombong
dan ingin menguasai.
Ambo tertarik jo pernyataan angku nan mangecekan urang amerika labiah
mengenal sunatullah diateh duniako, sunatullah yang ma???? Angku???
Apokah dengan mendukung setiap kebijakan pemerintahnya untuk membantai
rakyat Afganistan, Irak, Palestin dll (mayoritasnya), apokah dengan
hidup
bebas/ateis???
Angku.... walaupun ambo alun pernah kasitu, tapi ambo punyo beberapa
kawan
dari situ, rato2 mereka atheis.
Angku sutan.... kalau masalah banyaknyo dunsanak awak disinan, itu
masalahnyo sudah lain itu angku, angku sandiri tau, bahwa sebagian besar
rakyat amrika itu bukanlah urang asli situ (perantau antah penjajah),
emang
angku manutuik mato terhadap perlakuan nantajadi setelah 119 dulu
terhadap
muslim??????




RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke