'Ada Kemungkinan AS di Belakang Tragedi Bom Bali'

Samarinda-RoL--Kemungkinan adanya keterlibatan Amerika Serikat (AS) dalam peristiwa ledakan bom di Sari Club di Legian, Kuta, Bali pada Sabtu malam (12/10) yang menewaskan 180 orang lebih bisa saja terjadi. Apa alasannya?

Itu mengingat bahan peledak diduga kuat hanya bisa dibuat di AS, kata seorang pengamat. Pengamat politik dari Universitas Mulawarman, Prof Drs H Arifin Leo, di Samarinda, Rabu, mengatakan ada tiga pihak yang diduga kuat menjadi pelaku dalam aksi pemboman dengan tujuan untuk menghancurkan perekonomian dan citra Indonesia itu.

"Yaitu kelompok Islam fundamentalis yang selalu mengambil jalan kekerasan, kelompok pengacau di Maluku dan Poso serta pihak AS," katanya.

Namun me nurutnya, kelompok fundamentalis dan pihak pengacau di Po so dan Maluku bisa diabaikan karena mereka tidak mungkin melalukan tindakan mengerikan seperti itu, apalagi mereka tidak memiliki bahan peledak besar.

"Amat sulit memperoleh dan merakit bahan peledak berkualitas tinggi, dan hanya orang-orang profesional saja yang mampu melakukannya," kata Arifin Leo.

Seorang warga Indonesia yang selama ini dituduh AS sebagai tokoh terori, yakni Amirul Majelis Mujahidin Indoensia (MMI), Abubakar Ba'asyir, juga telah menyatakan tidak melakukan tindakan biadab tersebut.

Meski AS mengirimkan tim investigasi dari FBI untuk membantu Indonesia mengungkap peledakan di Bali, menurutnya itu bisa saja hanya kamuflase untuk menghilangkan kecurigaan banyak pihak kepada AS.

"Kemungkinan keterlibatan AS dalam peristiwa itu bisa dikatakan cukup besar, selain dari asal bahan peledak, terjadinya ledakan diawali oleh tudingan AS terhadap Indonesia bahwa kita adalah sarang teroris," kata Arifin.

AS mengetahui Indonesia ber eaksi keras terhadap tudingan itu, dan untuk mendukung pe mbenaran terhadap tudingan itu, maka AS bisa saja kemudian melakukan pengeboman di Bali yang selama ini dikenal aman dan menjadi pusat kunjungan turis mancanegara.

"Dengan terjadinya ledakan itu maka negara lain akan mendukung tudingan AS bahwa di Indonesia terdapat jaringan teroris internasional," kata Pembantu Rektor III Unmul itu.

Peledak AS Pengamat sosial politik Unmul, Prof Sarosa Hamongpranoto SH MHum, juga mengatakan bahwa secara logika bisa saja ada keterlibatan AS dalam aksi peledakan bom di Bali itu, meski menurutnya segala kemungkinan lain bisa saja terjadi. Misalnya ada pihak tertentu yang menggunakan bom buatan AS.

"Bahan peledak yang digunakan memiliki ledakan sangat kuat dan tidak pernah digunakan oleh TNI dan dipastikan dibuat oleh pihak luar negeri, tepatnya AS," katanya.

Menurutnya, pihak kepolisian dan aparat keamanan lain harus menyelidiki secara tuntas aksi pemboman itu, karena jika tidak akan menjatuhkan reputasi dan citra Indonesia.

"Pihak kepolisian harus menyelidikiny a dan jangan takut untuk mengungkapnya, meski misalnya terbukti adanya keterlibatan AS dalam aksi pemboman itu," katanya.  Antara/pra



Do you Yahoo!?
Faith Hill - Exclusive Performances, Videos, & more
faith.yahoo.com

Kirim email ke