Assalamualaikum, WW

Untuak mengimbangi posting2 pendukung Amerika, dalam kasus Bom dan Teroris.
Dari milis sebelah, mungkin alah ado nan mambaco, mohon dimaafkan.

Ada 2 Artikel/Judul, semoga bermamfaat, dengan Subject: 

*  ZA Maulani: Bahan Peledak Bom Bali, Digunakan AS untuk Memburu 
    Usamah bin Laden di Tora Bora

*  Bom Bali Untungkan AS, Proses Reformasi IndonesiaTerancam


Wassalam,

----- Original Message ----- 
From: "icadh" <icadh@.............>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, October 17, 2002 8:17 AM

> Reporter : M. Munab Islah Ahyani
> detikcom - Bandung, Selain mencari sebab-musabab dan pelaku terror
> peledakan di Legian Bali, seharusnya juga dikembangkan wacana dan
> analisis untuk melihat dampak kedepannya. Hal ini penting dan mendasar
> karena akan ada berbagai perubahan yang berdampak dalam kehidupan
> bangsa ini. 
> 
> Pandangan ini dikemukakan ahli komunikasi massa dan juga tokoh Muslim
> Dr Djalaluddin Rakhmat kepada detikcom dan Pembaruan di Bandung, Kamis
> (18/10/2002) pagi.
> 
> Menurut Kang Djalal, panggilan akrabnya, ada satu metode telaah yang
> cukup baik untuk melihat dampak suatu terror. Metode analisis yang
> dikembangkan oleh Naom Chomsky, seorang warga negara AS yang dianggap
> sangat anti Amerika, ahli linguistik dan pernah menulis buku soal
> terorisme ini, mengajak orang untuk melihat siapa yang sebetulnya
> paling diuntungkan dan paling dirugikan dari satu kasus terror. 
> 
> "Karena siapa yang paling diuntungkan dan paling dirugikan itu yang
> akan memberikan penjelasan dan akan memberikan guidance ke depan, apa
> yang akan terjadi," paparnya. Sedangkan kalau berbicara soal pelaku
> maupun motivasi terror itu, menurut Kang Djalal adalah porsi dari
> aparat keamanan.
> 
> Dalam pandangan Kang Djalal, yang paling diuntungkan dari kasus teror
> di Bali itu adalah pihak AS. Pandangan Kang Djalal ternyata hampir
> sama dengan pendapat Dimitri Mahayana, seperti telah ditulis detikcom 
> sebelumnya. Namun Kang Djalal yang baru saja tiba kembali di Bandung
> setelah melaksanakan ibadah umroh ini punya analisis yang sedikit
> berbeda.
> 
> Menurutnya, AS diuntungkan dari kasus ini karena menjadikan mereka
> memiliki bukti soal adanya kegiatan teroris di Indonesia. Karena sudah
> berulang-ulang AS mendesak pemerintah Indonesia untuk membereskan     
> kelompok-kelompok yang dituduhnya sebagai teroris.
> 
> "Pemerintah Indonesia sendiri sempat kebingungan karena sama sekali
> tidak ada bukti tuduhan itu. Sekarang, mereka bisa mengatakan bukti
> terror di Indonesia sudah ada,? katanya. 
> 
> Sikap pemerintah Indonesia berbeda dengan Malaysia dan Philipina yang 
> dengan serta merta melakukan penangkapan-penangkapan begitu didesak   
> pemerintah AS. "Indonesia, selama ini dianggap lambat," kata Kang
> Djalal lagi. 
> 
> Ketika ditanya, bahwa AS pasca tragedi World Trade Center (WTC)       
> mendapatkan alasan dan pembenaran untuk masuk ke Afghanistan, apa     
> kira-kira manfaat yang akan diperoleh AS dengan tragedi di Legian Bali
> ini, Kang Djalal menegaskan, AS berkepentingan untuk bisa terlibat
> lebih banyak dalam pengaturan negeri ini. 
> 
> "Saya kira, mendapatkan ijin mendirikan pangkalan militer di Indonesia
> bukanlah target dia. Selain memakan banyak biaya dan tenaga, sudah ada
> pangkalan militer mereka yang dekat dengan wilayah kita di Subic
> Philipina. Yang lebih dia inginkan adalah bagaimana bisa mendikte
> pemerintah kita untuk kepentingan mereka. Bisa melakukan itu, saya
> kira sudah cukup," paparnya.
> 
> Hal ini menurutnya bukanlah sesuatu yang mustahil. Apalagi mengingat  
> pemerintahan Megawati sekarang adalah pemerintahan yang paling lemah 
> dan rentan terhadap tekanan AS. Apalagi ditambah kasus Bali ini,
> Megawati ini sangat lemah. 
> 
> "Bahkan kalau meminjam istilah saudaranya sendiri Rahmawati, Megawati 
> disebutnya sebagai pengkhianat Soekarnoisme. Dia bertentangan dalam   
> segala hal dengan ayahnya. Kalau Soekarno sangat kuat dan anti AS,
> maka Megawati justru sebaliknya," katanya.
> 
> Pihak lain yang juga diuntungkan dari kasus Bali ini adalah pihak
> militer diIndonesia. "iliter bisa mendesak lagi agar mendapatkan biaya
> proyek keamanan yang lebih banyak," katanya. 
> 
> Selain itu, kini juga ada alasan kuat untuk kembali menghidupkan peran
> territorial tentara dengan dalih menjaga keutuhan, keamanan, persatuan
> dan kesatuan di wilayah negara kesatuan Republik Indonesia. "Saya
> kira, militer akan kembali berperan dalam pengambilan kebijakan
> pemerintah. Tindakan-tindakan represif akan lebih dilakukan. Jadi,
> militer diuntungkan secara finansial dan politis. Dia akan bisa
> kembali dominan setelah sekian lama dihujat," papar Kang Djalal. 
> 
> Sedangkan kelompok ketiga yang diuntungkan, dalam pandangannya ada 2
> hal yaitu mereka yang pro dengan Megawati dan yang anti Megawati.
> "Yang anti Megawati akan mendapatkan pembenaran untuk semakin
> menyudutkan dia. Bahwa pemerintahan Megawati ternyata gagal di semua
> bidang, baik di ekonomi, politik, keamanan dan lainnya," tuturnya.
> 
> Di sisi lain, yang pro Megawati juga akan diuntungkan karena
> mendapatkan alasan dan pembenaran untuk melakukan manuver-manuver
> politik untuk melestarikan kekuasaannya hingga 2004 bahkan lebih.
> "Karena dia bisa membungkam lawan-lawan politiknya dengan dalih
> keamanan. Kita lihat saja nanti, bagaimana UU Anti Teror yang akan
> dibuat. Saya kira, akan banyak penangkapan-penangkapan yang dilakukan
> terhadap lawan-lawan politiknya, kelompok oposisi dan juga musuh-musuh
> militer. Dengan dalih keamanan, penangkapan bisa dilakukan lebih
> dahulu tanpa ada bukti hukum," katanya memperingatkan.
> 
> Sedangkan ketika ditanya siapa yang paling dirugikan dengan kasus di
> Bali ini? Kang Djalal menekankan bahwa selain umat Islam di seluruh
> dunia dan bangsa Indonesia, maka proses reformasi yang sedang berjalan
> pun akan dirugikan. 
> 
> "Umat Islam di seluruh dunia, saya yakin benar jelas-jelas akan kian  
> tersudutkan. Apalagi dihadapkan dengan sikap AS yang paranoid setelah 
> tragedi WTC. Saya kira, proses reformasi di negara kita pun terancam
> terhenti akibat kasus ini," katanya. 
> 
> 
> 
----- Original Message ----- 
From: "icadh" <icadh@........>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, October 17, 2002 8:51 AM

> Publikasi 16/10/2002 16:05 WIB
> 
> eramuslim - Tuduhan bahwa serangn bom di Bali dilakukan oleh kelompok
> Al Qaidah sulit dicerna. Bila tuduhan intelejen barat itu benar bahwa
> Al Qaidah yang telah menjadikan indonesia sebagai tempat persembunyian
> dan basis bagi gerakan mereka, maka tindakan serangan itu selain
> mengungkap kebenaran tuduhan juga akan mengundang tindakan penumpasan
> baik oleh Indonesia maupun campur tangan Barat yang tidak dikehendaki.
> Inilah yang disampaikan oleh mantan Kabakin ZA Maulani dalam diskusi
> politik yang bertajuk "Upaya Mengungkap Latar Belakang Peledakan Bom
> Bali dan Implikasinya di ICMI, Rabu (16/10/2002). 
> 
> Terkait dengan dugaan pelaku penyerangan, ketua KB PII itu mensinyalir
> adanya kelompok asing yang bermain. Alasannya, ia memaparkan bahwa
> sebelum terjadi serangan Dubes AS telah memperingatkan pemerintah
> Indonesia untuk bertindak tegas terhadap kelompok teroris yang
> telah menghadapkan ancaman mereka terhadap warga negara asing di
> Indonesia. Sebelum penyerangan terjadi, Dubes AS pun sudah
> memperingatkan warganya untuk mewaspadai kemungkinan adanya sarangan
> teroris dan meminta warganya untuk menghindari tempat tempat
> parisiwata, antara lain Solo, Jogja dan Bali. 
> 
> Pada hari Sabtu 12 Oktober, 6 jam sebelum peledakan itu, dubes AS
> melontarkan kecaman secara terbuka pada Polri yang dituduhnya tidak
> cukup serius menanggapi peringatan mereka dan tidak mengambil tindakan
> pengamanan yang memadai terhadap warga negara AS dan instalasi dan
> kepentingan AS di Indonesia. Ia juga melihat bahwa badan intelejen
> Barat selama sebulan terakhir berdebat dengan pihak intelejen
> Indonesia setelah ditangkapnya Omar Al Faruq yang konon dari hasil
> interogasi terhadapnya membocorkan adanya rencana serangan teroris di
> Indonesia. CIA bahkan telah menyampaikan kepada pejabat Indonesia
> tentang adanya rencana pembunuhan terhadap Megawati. 
> 
> Maulani juga menilai bahwa dari bahan peledak yang diteliti oleh pihak
> kepolisian adalah bahan peledak yang non konvensional yang berjenis
> mikro nuklir. "Tidak mampu dilakukan oleh Jamaah Islamiyah atau
> kelompok militan Islam manapun. Serangan itu hanya dapat dilakukan
> oleh satu di antara negara pemilik bahan peledak jenis itu antara lain
> AS, Inggris, Perancis, Israel atau Rusia yang memang memiliki bahan
> peledak jenis itu. 
> 
> Bom yang meledak di pantai Legian Bali itu memiliki kekuatan 4 ton
> TNT. Bom ini adalah bom jenis baru yang memiliki daya getar 12 km dari
> lokasi ledakan. Selain itu, bom itu juga mampu membongkar tanah
> seberat 2 ton. Hal itu dikatakan oleh mantan Kabakin ZA Maulani dalam
> diskusi di ICMI. 
> 
> Lebih jauh, Maulani mengatakan bahwa bom ini juga yang dahulu
> digunakan AS untuk memburu Usamah bin Laden di pegunungan Tora Bora.
> "Bom ini merupakan bom terbesar kedua setelah serangan WTC 11
> September yang lalu," jelas Maulani. Menurut Maulani bahan peledak bom
> ini adalah special atomic demolition molution SAGN yang kecepatannya 1
> juta kaki per detik. Negara-negara Islam belum mempunyai akses untuk
> memiliki bom seperti itu. 
> 
> Menurutnya sampai hari ini tuduhan tentang adanya kegiatan terorisme
> oleh Jamaah Islamiyah di Indonesia dan juga adanya kamp pelatihan
> militer Al Qaidah baik di Poso maupun di Kalimantan, tidak diikuti
> dngan bukti bukti yang menopang tuduhan itu. Ia menambahkan bahwa
> serangan bom sedahsyat itu bertujuan untuk membungkam dan menganulir
> perkataan pejabat Indonesia yang menyatakan teroris tidak ada di
> Indonesia. 
> 
> Serangan itu harus membuat pemerintahan Mega mengambil sikap tegas dan
> tidak lagi ragu-ragu menindak kelompok kelompok yang oleh pihak Barat
> dituduh terlibat dalam jaringan terorisme Al Qaidah. Secara khusus,
> kelompok kelompok radikal Islam yang disebut sebagai infrastruktur
> dari Jamaah Islamiyah. Selain itu serangan itu juga ditujukan untuk
> memaksa Indonesia masuk dan bekerjasama di dalam klub negara-negara
> yang bekerjasama memerangi teroris di bawah pimpinan AS. 
> 
> Dampak yang paling keras, menurut ZA Maulani, akan terasa pada
> perekonomian Indonesia.
> Misalnya terpukulnya industri pariwisata yang merupakan sumber
> pendapatan utama yang masih tersisa bagi Indonesia. Dengan begitu,
> masa depan ekonomi di Indonesia akan menjadi kelam dan dapat menjadi
> pemicu bagi krisis politik di Indonesia. 
> 
> Ketua MUI Amidhan, menghadapi terror seperti ini umat Islam harus
> bersatu. Tuduhan adanya jaringan teroris di Indonesia adalah hanya
> opini AS. Dari pihak MUI sendiri, rencananya akan membentuk tim
> legitasi untuk menyelidiki bom di Bali tersebut, guna membantu
> pemerintah. "Umat Islam diharapkan untuk tetap mendukung upaya-upaya
> yang dilakukan pemerintah," katanya. (na/tr)



RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke