Title: Maize
Kamis, 17/10/2002, 11:58 WIB
Menko Polkam: Belum Ada Indikasi Keterlibatan Jamaah Islamiah
satunet.com - Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, belum ada indikasi keterlibatan organisasi Jamaah Islamiah dalam ledakan bom di Legian Kuta, pada Sabtu malam (12/10).

"Jangan langsung dikaitkan bahwa Jamaah Islamiah berada di balik aksi pemboman tanggal 12 Oktober lalu. Jangan dikatakan dulu ada organsiasi A atau organsiasi B di balik peristiwa itu," katanya di Nusadua Bali, Kamis usai bertemu jajaran Muspida Bali.

Ia mengatakan, biarkan proses investigasi berjalan baik dan kemudian setelah fakta dan bukti cukup, pemerintah Indonesia akan menjelaskan secara langsung insiden yang menewaskan 184 WNA dan WNI itu.

Menko Polkam mengatakan, sebagai organisasi Jamaah Islamiah itu berada dan beroperasi di Singapura dan Malaysia.

"Memang ada beberapa warga negara Indonesia yang dulu tinggal di Singapura dan Malaysia yang kini memimpin Jamaah Islamiah, antara lain almarhum Abdullah Sungkar, Abu Bakar Ba'asyir, Hambali, Imam Samudra, dan lain-lain," katanya.

"Mereka adalah WNI tetapi aktif dalam kegiatan Jamaah Islamiah di Singapura dan Malaysia," katanya.

Dengan adanya resolusi PBB dan deklarasi dari sejumlah negara lain bahwa Jamaah Islamiah menjadi bagian dari terorisme internasional, maka apabila orang-orang Indonesia itu memiliki keterlibatan dalam aksi terorisme, Indonesia akan mengambil langkah-langkah hukum.

Mengenai tim investigasi yang dikirim ke AS, Menko Polkam mengatakan, mereka sudah kembali dan sudah melaporkan hasilnya kepada Kapolri serta akan segera diambil langkah hukum di Indonesia berdasarkan hasil investigasi Indonesia terhadap Omar Al Farouq.

Di tempat terpisah Abu Bakar Ba'asyir yang kini menjadi pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) membantah keterkaitannya dengan Jamaah Islamiah, baik ketika berada di Singapura dan Malaysia, maupun setelah kembali ke Indonesia.

"Saya tidak pernah terlibat dengan Jamaah Islamiah. Memang saat berada di Malaysia dan Singapura saya aktif memberikan pengajian dalam rangka dakwah," kata Ba'asyir.

Menurut pengasuh Pondok Pesantren di Ngruki, Solo, Jawa Tengah itu, tidak ada organisasi Jamaah Islamiah di kawasan Asia Tenggara, karena organisasi itu berada di Mesir.

Menyangkut hasil pemeriksaan terhadap Al Farouq yang akan dijadikan pijakan untuk langkah pemerintah selanjutnya terhadap orag-orang yang dicurigai terkait terorisme, Ba'asyir menyayangkannya.

"Jika memang pengakuan Al Farouq akan dijadikan acuan, maka saya tetap meminta agar Al Farouq didatangkan ke Indonesia dan langsung ngomong di hadapan saya," katanya. (sam/ant)

Kirim email ke