Setahu saya orang Bali sangat menpercayai Karma dan katanya bila ketahuan mencuri mereka bisa dikucilkan.....dan malu sekali. Puluhan tahun yg lalu sepanjang pantai Kuta ngak ada / belum pernah terjadi pencurian barang2 bule yg lagi renang atau menjemur.(kata org) Sekarang katanya akibat sudah banyak pendatang dari tempat lain,maka mulai ada pencurian sedikit2. Kalau kondisi korban pengeboman itu sih kita jangan mengeneralisasi semua orang,saya pribadi sih kurang percaya karena pasti pengawasan sangat ketat oleh aparat.Apakah benar terjadi?apakah betul...ada org yg mencuri harta mayat2 tsb?
Di Eropah pernah group Tour kami 3 orang kena copet,padahal sudah diingatkan setiap jam oleh tour leader.Copetnya luar biasa canggihnya bahkan di hotel bintang 4 diParis lagi breakfast pun bisa kena :-( Saya pernah menemani seseorang melapor ke POLSEK di Paris sekitar pusat perbelanjaan.Si Polisi perlihatkan laporan satu hari begitu banyak orang yg melapor kecopetan.Dan kata si polisi mata kita harus buka lebar2 sebaiknya pakai kantung dalam diselipkan didalam baju / depan dada itu lebih aman.Orang Eropah ngak ada yg bawa uang tunai mereka semua pakai credit card.Kata si Tour leader yg mencopet biasanya adalah imigran dari Africa atau negara lain tetapi ada juga orang BULENYA.Dan sasaran mereka orang asia karena pasti bawa uang tunai. Menurut tour leader yg hampir ngak ada copet adalah di Korea karena orang merasa malu sekali kalau harus mencopet,harga diri mereka tinggi sekali ?Ini kata2 menurut tour leader,Jadi hampir sama Bali puluhan tahun yg lalu.Saya terus terang grogi juga melihat kehebatan di negara Eropah( copetnya) Tetapi pantaskah saya mengatakan semua orang Eropah adalah pencopet....?Pasti ngak dong....tetapi jujur kalau soal copet saya lebih takut Eropah dari pada di negara kita,apalagi Bali lebih aman rasanya kalau soal copet mencopet.Gara2 ke eropah saya sekarang taruh dompet bukan dikantong belakang tetapi dikantung depan :-). Sekali lagi janganlah kita menjadi golongan sektarian atau cepat mengeneralisasi suatu bangsa atau suku !!! Saya melenceng sedikit, bosan dengar Amien Rais ,Hamzah Haz suka sekali memakai istilah kalau MUSLIM bersalah kita akan hukum!! sedikit2 pakai kata Muslim.Sejak kapan dia berhak selalu ingin mewakili muslim..?Khan lebih enak pakai kata" KALAU ADA WARGA NEGARA INDONESIA YG BERSALAH ATAU BERBUAT AKAN KITA TINDAK KERASSS tanpa pandang EKOR." Dan saya paling jengkel juga dengar FPI,Laskar jihad dll ...sedikit2 semua orang disebut KAFIRRR yg tidak sama agamanya yg radikal.Lebih baik mereka menyebut kami ANJINGGG saja supaya dia bisa lebih puassss. Orang seperti begini bisakah dan patutkah dijadikan peminpin bangsa?Indonesia sangat menbutuhkan mereka kah..? Pandangan pribadi saya, salah satu cara untuk memulihkan krisis multi dimensi yg menimpa negara kita adalah singkirkan atau usir saja orang2 / kucilkaan aja,biar mereka cari negara yg suka menyebut orang2 lain sebagai KAFIRRR. Begitu beraninya dia menghina cipataan Tuhan yg termulia diantara cipataan yg lain misalnya Binatang ,apakah Binatang lebih mulia dari manusia..? Hukum yg TERUTAMA " Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan akal budimu.Kasihilah sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri". Manusia yg bisa kamu lihat engkau tidak bisa mengasihi, Allah yg kamu tidak bisa lihat engkau mengaku mengasihi DIA...? Hai manusia MUNAFIK orang dapat engkau dustai tetapi ALLAH adalah Maha Tahu dan Maha Adil salam sejahterah dan salam persatuan Bersatulah bangsaku demi anak cucu kita. Yg kadang2 pun masih bisa munafik Rb Theoswin RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

