|
Selasa, 22/10/2002, 14:33 WIB
Dwikarna Dianggap Tahu Banyak Soal JI satunet.com - Warga Indonesia yang menjalani hukuman penjara di Filipina, Agus Dwikarna, bisa memberikan bukti mengenai hubungan pelaku aksi bom di Bali dengan jaringan Al Qaida. Agus Dwikarna, yang dipercaya memimpin kelompok yang membantu melatih simpatisan Al Qaida di Indonesia, ditahan bersama dua orang lainnya bulan Maret lalu setelah mencoba meninggalkan Manila menuju Bangkok. Saat ditangkap, ia membawa bahan peledak C4 dan sejumlah kabel detonator. Pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Ustadz Abu Bakar Ba'asyir pernah mengakui ia berhubungan dengan Dwikarna, tapi menolak tuduhan pernah memimpin Jamaah Islamiyah (JI). Dwikarna, seorang insinyur berusia 36 tahun yang dihukum bulan Juli lalu penjara 10 tahun, diyakini anggota JI. Ia juga diyakini duduk pada ranking ke empat hirarki komando MMI, yang didirikan oleh Ba'asyir dan dijalankan oleh Riduan Isamuddin alias Hambali). Penyelidik mengatakan Dwikarna memimpin kelompok Laskar Jundallah, yang dituduh menyulut pertikaian berbau SARA di Sulawesi Tengah, demikian dikutip dari The Courier-Mail. Karena itu Dwikarna memimpin hampir 2000 orang anggota Laskar Jundullah yang dilatih di luar kota Poso. Ia diyakini bekerja dengan aktif memasukkan pendukung Al Qaida ke basis di hutan-hutan dengan harapan menciptakan negara berdasar agama. Baik Dwikarna maupun pemimpin Al Qaida yang sudah tertangkap Abu Zubaydah memiliki nomor yang sama yang disimpan di telepon genggam mereka yang diketahui miliki Umar al-Farouk, orang Kuwait berusia 31 tahun yang memberikan pengakuan mengenai kegiatan Al Qaida di Asia Tenggara. Juga di telepon genggam Dwikarna ditemukan nomor Fathur Rohman Al-Ghozi, seorang pakar bahan peledak dan mantan murid Ba'asyir yang ditahan bulan Januari dengan tuduhan terlibat pemboman di Manila Desember 2000 yang menewaskan 22 orang. Dwikarna dikaitkan dengan pemboman Desember 2000 dan Agustus 2000 yang menewaskan 2 orang di luar Kedubes Filipina di Jakarta. Selain itu ia juga memiliki hubungan dengan anggota Al Qaida di Eropa. CNN bulan Juli melaporkan bahwa Dwikarna memiliki hubungan dengan Imad Eddin Barakat Yarbas, yang memimpin sel Al Qaida di Spanyol, beberapa kali berhubungan dengan pemimpin para pembajak 11 September, Mohammed Atta. Dwikarna menyangkal semua tuduhan itu dan tetap bersikukuh bahwa ia dijebak oleh intelijen Indonesia. |

