Asaalamu'alaikum wr. wb.

----- Original Message -----
From: "Irdam Syah" <[EMAIL PROTECTED]>
> Sacaro individu, imho... rem nan paliang pakam tu adolah IMAN > dan
TAQWA.... > Demokrasi tu ciptaan manusia, di nagari awak ko indak ditulak do
> tapi mereka masiang2 balomba mambuek democrazy ala mereka...  > Sabananyo
mareka indak salah karano manconto ka sistem nan labiah
> gadang... baliak ka nagari uncle bush and konco2... apo mereka > mau
menghilangkan hak veto yang jelas2 anti demokrasi yang > sampai sekarang
masih dikangkanginya di uno...

Soal demokrasi bukan soal nagari si bush atau si blair, masing-masing
community harus mencari dan menemukan bentuknya sendiri dan nggak ada yang
bisa disebut yang satu lebih baik dari yang lain. Semuanya baru terlihat
dalam tingkat kerataan dan tingkat kemakmuran. Pendapat bahwa IMTAQ sebagai
REM DIRI yang paling baik... saya pun berpendapat demikian dan sangat yakin
tidak akan ada perbedaanya. Itu dalam wacaan pribadi (personal domain),
masalahnya sangat berbeda begitu jadi wacana publik, manusia tidak akan
pernah bisa menemukan skala ukuran untuk IMTAQ, disini diperlukan ukuran
real antara lain kejujuran, tingkah laku, atau dengan yang sering kita sebut
etik.
Etik ini kemudian akan berhadapan dengan kekuatan (power) berupa ilmu &
teknologi, market dan politik. Anda tidak perlu menanyakan: Ask "the uncle"
apakah karena tidak mau disaingi sehingga tega2 nya menyebabkan orang mati
sia-sia....... itu adalah sifat dari setiap power sejak 6000 tahun yang
lalu. Sekarang justru sedikit lebih baik sejak manusia mulai mengenal hak
azasi dan demokrasi, dimana sikap seperti Bush kelihatannya saja lagi pamor,
sebenarnya sangat rawan konstelasi demokrasi amrik. Namun demokrasi amrik
itu walaupun jelek terbukti relatif mampu memakmurkan orang disana dan
bahkan membuat negara sebagai institusi terlalu kuat, silahkan hitung berpa
kapal induk (aircraft carrier) yang mampu dijalankan oleh negara-negara
lain... sama sekali tidak berarti.
Bagi pihak yang melihat amrik sebagai setan, untuk melawan secara fisik
adalah maha kebodohan, seperti telah saya sebutkan sebelumnya mereka hanya
bisa dilawan dengan keunggulan teknologi baru dan atau nilai-nilai moral
baru. Sayangnya tidak ada yang mampu menawarkan selain tawaran Islam salaf
yang sama sekali tidak bakal masuk akal dunia.
Silahkan anda lihat pula posting saya ttg pendapat Syafii Maarif dan Hasyim
Muzadi biar lebih berimbang.

Salam

St. Bagindo Nagari


>
> # Kalau mau bertanding lawan preman kuasailah keunggulan dulu,
> # baru bersaing kalau tidak hanya akan membuat orang tak berdosa
> # mati sia-sia, apakah itu menjalankan sunatullah?
>
> Ask "the uncle" apakah karena tidak mau disaingi sehingga tega2
> nya menyebabkan orang mati sia-sia...
>
> salam kembali -tg-
>
> # Salam
> # SBN
> #
> # ----- Original Message -----
> # From: "Irdam Syah" <[EMAIL PROTECTED]>
> # To: ...
> #
>
> RantauNet http://www.rantaunet.com
> Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
> ===============================================
> Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
> anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.
>
> Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di:
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
> ===============================================
>


RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke