Assalamualaikum.Wr.Wb. Pak Basri,terimakasih atas tanggapan Bapak.Terlepas,dr masalah bisnis,atau tdk bisnisnya maksud dr tujuan Minang Inc.Tapi bukankah sesuatu itu,tanpa adanya gerakan memajukan ekonomi,dpt berjalan dgn baik,..?.Bukankah buntutnya akan kesana juga.
Mengenai akal wanita.Saya tdk pernah mengatakan bhw akal wanita di bawah lelaki,dan akal lelaki di atas wanita.Tetapi yg saya katakan,bhw lelaki lbh mendahulukan akal nya ketimbang wanita.Maksudnya wanita itu perasaan lebih mendominasi jiwanya.Dan biasanya pandangan lelaki itu,..lebih jauh. Yg saya tahu,wanita itu sgt kritis terhadap belanja,yg suka tawar menawar juga wanita.Saya klu berbelanja dgn suami,saya minta suami pilihkan bahan yg bagus dan kuat menurutnya,saya pilih dr segi seni,dan keindahannya,tapi soal tawar menawar,itu urusan saya.Saya tahu sekali,lelaki itu tdk suka berlama2 klu berbelanja,beda dgn saya,keliling pasar pun saya mau,asal dpt yg bagus,baik dan harga yg murah. Itu dr segi belanja,juga mengatur menu makanan,dllnya,istilah kata urusan dlm RT,dan masalah anak2 lbh byk diserahkan ke saya sbg istri,itu saya yg atur.Tapi dlm urusan keluar,apa yg sebaiknya saya lakukan,dlsbgnya,saya sdh terbiasa minta pendapat suami. Mungkin,sbgmn yg Bapak katakan,bhw saya adalah wanita intelektualita yg langka,Bapak jgn heran juga,klu dalam soal izin,mengizinkan,minta pendapat suami dulu dlm hal apapun masalah luar yg saya lakukan,pasti saya minta pendapat suami saya.Langka memang.Seorang istri di zaman skrg,mau memberi duit ke mahasiswa,Mesjid,anak2 di jalanan,bahkan ke org tua sekalipun,sepanjang itu duit hasil kerja suami,pasti saya minta izinnya dulu.Atau paling tidak,saya sampaikan belakangan,klu sdh ketemu suami. Tdk mgkn pula kan misalkan ada anak2 Mesjid datang minta sumbangan,sementara suami ngak ada di rumah,lantas saya telpon dulu beliau agar minta ke izinannya,padahal beliau entah bgmn di kantor itu,sedang ada masalah,dgn bos lah,..inilah,..itulah,..makanya saya berikan saja sumbangan itu,lantas setelah beliau plg dr kantor,dan keadaan sdh tenang,baru saya spikan,bahwa saya sdh memberikan sumbangan ke si Anu,..si Ani..dlsbgnya.Yg jelas,dlm hal(yg tentu bukan sepele),saya sdh membiasakan diri utk selalu jujur,terusterang,dan memang minta pendapat suami.Langka bukan,..? Tapi kejujuran dan keterusterangan saya,bukan berarti otak saya tdk jalan dan akal tdk berfikir.Lantas pemikiran saya mandeg,begitu.kagak.Justru saya sgt keras mempertahankan pendapat yg saya kira hal itu benar. Bagaimana saya hrs menjelaskan ke Bapak Basri yah,.. Kemaren,Bapak mengajak saya utk ikutan dlm Minang Inc.Tsb.Terlepas,apakah masalahnya bisnis,atau tdk bisnis.Yg jelas,saya katakan,dlm mail kemaren,keputusan bukan di tangan saya seorang,ada di tangan suami saya juga.Karena apa,..?Karena saya ini adalah miliknya Pak,saya bukan spt burung yg terbang sebebas2nya lagi,saya sdh diikat dgn kalimah Allah."Ikatan Nikah".Klu suami tdk izinkan,sesuatu yg saya inginkan,sulit bagi saya melaksanakannya.Langka memang.Mau bilang apa lagi. Memang terkadang benar juga Hadist Rasulullah mengatakan,bhw,nantik akan dtg suatu masa,terkadang kebenaran itu asing bagi Ummat Islam itu sendiri.Aneh memang di zaman moderen skrg ini,seorang istri spt saya,msh mengandalkan ajaran Islam,yg klu mau melakukan sesuatu,minta pendapat dan izin suami.Dan msh mengandalkan Hadist Rasulullah yg mengatakan bhw "Agama dan akal wanita,setengah dr lelaki".Klu saya memahami sekali maksud Hadist tsb.Blm lagi Dlm Al Qur'an mengatakan bahwa "Lelaki itu adalah Pemimpin wanita(maksudnya dlm RT)". Ma'af Pak Basri,saya memang msh mengandalkan semua itu,tapi bukan berarti gerakan saya terikat,kayak org dlm kurungan yg ngak bisa berbuat apa2.Buktinya saya bisa belajar,bergaul,bekerja,mengajar,ceramah sana-sini,menulis,dan melakukan apa saja yg saya suka,dan membelanjakan duit dr gaji suami saya sesuka hati saya,apalagi klu itu gaji saya sendiri.namun sebebas2nya saya,dan sesuka apapun yg saya perbuat,tetap dlm pengetahuan suami saya,dan selalu minta pendapat beliau.Karena memang benar,saya msh percaya bhw lelaki lebih mengandalkan akal mrk,ketimbang wanita yg selalu pertimbangan yg mendominasi mrk adalah perasaan.Langka memang,tapi mau bilang apa lagi.Inilah adanya saya." Manusia Langka ". Perbanyak maaf,dan Wassalamualaikum.Wr.Wb. Rahima. --- Darul Makmur <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Ass. Ww > > Ambo mandukuang, bundo kanduang harus maju baliak. > Ambo takana katiko maota jo saurang turis bule dulu > (1976), inyo jadi galak takekeh-kekeh dek jawaban > ambo. > > Wakatu itu mbo mambanggakan Minang satu-satunyo nan > sistim kekeluargaannyo matriarchat, situris manyelo, > ambo juo matriarchat, caliak dalam mambaia-pambaian > dilakukukan dek bini den.. > > Mbo solang, itu dek padusi itu lebih teliti, lebih > kritis ....... eh malah nyo tagalak gadang ....... > ruponyo itu lucu dek inyo. > > Ruponyo kalau puro disarahkan ka padusi, iyo rancak > jalannyo, tapi nan maatur nan lain. Baa nakan > Rahima, baa caro mamajukan Bundo kanduang baliak? > > Tks/Brgds > Darul > > ��-----Original Message----- > ��From: Basri Hasan [mailto:egalite@;central.net.id] > ��Sent: Wednesday, October 23, 2002 11:12 AM > ��To: [EMAIL PROTECTED] > ��Subject: Re: [RantauNet.Com] Kunjungan > lagi..kunjungan lagi...(pak Basri) > �� > ��Assalamu'alaikum wr. wb. > �� > ��Mungkin sanak Rahima salah sangka, bicara bisnis > itu masih jauh. Sanak salah > ��seorang intelektualita minang yang lagi langka > sekarang, jadi saya sendiri > ��merasa heran kok soal wacana harus diserahkan pada > suami. Pendapat anda akal > ��laki-laki itu diatas wanita sangat mengagetkan > saya, maaf kalau saya > ��berprasangka buruk dengan sumber "ide" dari > pendapat itu, namun saya yakin > ��itu hanya lidah atau semantik yang terpeleset > saja. > ��Saya juga pernah mendapat hal serupa dari akhwat > minang lain, kemudian dari > ��diskusi beliau akhirnya yakin bahwa dalam masalah > ekonomi skala apaun di > ��minang sentralnya justru pada wanita atau > perempuan, kemerosotan yang ada > ��sekarang justru sebagian disebabkan wanita minang > segan mengambil perannya > ��atau tidak tahu bahwa dia (perempuan) yang harus > lebih banyak berperan. > ��Salam > �� > ��St. Bagindo Nagari > �� > > > ********** > DISCLAIMER: > Privileged/Confidential information may be contained > within this message. If you are not the intended > recipient, you must not use, copy, retain, > distribute, or disclose any of its content to > others. Instead, please notify the sender > immediately and then delete this e-mail entirely. We > have checked this e-mail for any viruses and harmful > components however; we cannot guarantee it to be > secured or virus free. PT Perusahaan Pelayaran > EQUINOX does not accept any responsibility for any > damages or any consequences therefrom. > > RantauNet http://www.rantaunet.com > Isikan data keanggotaan anda di > http://www.rantaunet.com/register.php3 > ==============================================Tanpa > mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, > anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. > > Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing > List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 > =============================================== __________________________________________________ Do you Yahoo!? Y! Web Hosting - Let the expert host your web site http://webhosting.yahoo.com/ RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

