Ass.Wr.Wb.

Uni Evi,..wah makasih byk atas info yg amat penting
ini,tapi uni koq ngak kasih tahu chatting yg mana.Klu
cuma mailing List,saya krg interest,krn lambat dan
terkadang seseorang suka nya menciplak dr org
lain.Saya ingin yg hsl dr pemikirannya sendiri.

Uni coba saja lihat mailing List yg ada di
surau,..memang byk yg berbicara ttg Islam,tapi
kebanyakannya menulis dr tulisan org lain,sgt jarang
diambil dr hsl pemkiran sendiri.Boleh sih kita,bahkan
sgt dianjurkan klu kita menulis itu diambil dr tulisan
org lain,tapi tdk 80%nya,paling 20 % sbg bahan
referensi doank,selainnya saya suka org tsb mengkaji
sendiri,dgn memakai dan menggabungkan pendapat2 org
lain,dr Al Qur'an,hadist dan sejarah serta lain2nya
itu.

Uni mau tahu ngak salah satu kekurangan kita bgs
Indonesia ini,terutama para ustadz2nya.Itu tadi tdk
terbiasa berfikir,dan merenung sendiri,serta meneliti
sendiri alam ciptaan Allah ini.Ini disebabkan byk
diantara kita kurang byk membaca,pemalas,waktu itu
berlalu tanpa di pergunakan dgn sebaik2nya.Contohnya
saja,saya lht di chatting itu(kebetulan saya baru dua
hr ikut chatting,dan itupun krn sesuatu yg ingin saya
ajak bicara saja),tapi kenyataannya,byk sekali yg
menegur saya,dan coba saya layani,saya sgt kecewa
sekali,ternyata pembicaraannya kalam farigh(perkataan
kosong belaka).Cuma ada satu org yg agak lumayan
baguslah ketika itu,org Indonesia yg bekerja di
Jepang,wah...tersentuh juga sih baca ceritanya,bgmn
keadaan org2 kita di LN itu,terutama di Jepang.

Apa katanya ni,..di Jepang itu super sex,sgt tinggi,ia
sering tdk kuat katanya,melihat org telanjang
begituan,makanya ia coba cari pasangan,agar tdk
terjadi yg macam2 begitu.Salah satunya dgn mencoba
chatting begituan,dan tatkala ia lihat nama saya,ia
coba menghubungi,pikir2 mana tahu nasib,ia
bilang,..akhirnya saya kan ngak bisa diam,saya bilang
saja siapa diri saya,dan dia adalah adik bagi
saya.Kasihan kan uni,keadaan nya di Jepang
itu,bekerja,dgn melihat hal2 yg menggoda diri,cari
pasangan sulit disana,sementara dorongan nafsu kuat.

Uni mau tahu ngak,apa yg saya sarankan ke dianya,byk2
berdzikir,dan sibukkan diri dgn membaca,pasti semua
itu akan hilang,usahakan menjauhi ketempat2 yg
menggoda semacam itu.Itu salah satunya uni chatting
baru dua hr,tapi saya sdh dpt menebak apa2 saja yg ada
disana,makanya saya ngak suka.Yg saya inginkan cuma
perkembangan Islam di Indonesia,pemikirannya itu betul
yg ingin saya ketahui dr byk org.Hal ini bagi saya
penting sekali sblm saya terjun bebas (bukan terjun
payung).Sehingga saya dpt mempersiapkan diri dan obat
yg pas utk itu.Berat memang tugas saya nantik,tapi
saya hrs hadapi itu.

Klu di Kairo ini saya cuma sekedar baca2 berita
doank,yg saya hadapi yah begitulah,..masyarakat
intelek semua.Uni saya lihat mempunyai wawasan yg sgt
luas,saya yakin sekali klu uni semasih kuliyahnya
termasuk yg "pintar" di mana uni belajar.Sayang sekali
klu uni tdk terjun langsung ke masyarakat,anak2 uni
saya lihat sdh pd besar semua koq.Ngapain aja di rmh
uni,klu anak2 sekolah.

Saya suka wanita yg berkarier,tapi tdk melalaikan
tugas rumahnya.Wanita klu bekerja itu pemikirannya
lebih luas,dan sikapnya terhadap suamipun lebih
normal,ketimbang yg berada di rmh saja,suka
cemburuanlah,..cemberutlah,merepetlah,..dlsbgnya.Sebaiknya,klu
ngak bekerja,yah punya aktifitas yg bermanfaatlah di
luar rmh.Yg jelas ada interaksi dgn masyarakat
disekelilingnya.Klu ngak,pemikirannya menjadi
mandeg,dan yg kena batunya juga sang suami.

Saya ngak tega melihat suami plg kerja dpt repetan
sang istri,apalagi saya plg tdk suka lho istri yg
tahunya cuma duit...melulu,sehingga sang suami
terpaksa mencari2 entah kemana lagi,salah satu korupsi
yg terjadi itu,mgkn di karenakan kita wanitanya
terlalu byk tuntutan,coba saja klu msg2 istri
Qanaah(merasa cukup dgn apa yg ada),In SyaAllah berkah
deh rasanya duit yg ada itu.Tapi saya coba melihat
penyebab2 lainnya nya,agar penilaian saya itu tdk
timpang sebelah.

Akh..sudahlah uni,sebenarnya saya ingin sdh terjun
langsung saja ,tapi keadaan dan situasi saya yg tdk
memungkinkan skrg ini,saya sgt prihatin dgn keadaan
Indonesia kita ini,terutama Islamnya uni.Saya byk baca
berita.Tapi sendiri saya melakukannya,juga ngak
bisa,krn penyakit yg diderita begitu parahnya.Bukan di
letak di kamar Urgensi lagi,tapi rawat inap yg benar2
butuh pengobatan yg lama dan cukup telaten,dalam dan
jitu.Uni Evi saya harapkan bisa mencoba melakukan
sedikit demi sedikit.Klu saya hanya dgn via komunikasi
begini saja yg dpt saya lakukan ke masing2 org,yg
kebetulan buth saya.Meski saya sendiri sebenarnya
punya segudang problema,tapi msh bisa saya atasi
sendiri.

Tapi Uni,dr diskusi yg ada di mailing List kemaren
itu,saya bisa ambil kesimpulan buat sementara,bhw
memang byk diantara kita yg salah pemahamannya
terhadap kandungan Al Qur'an dan As Sunnah,bahkan yg
tdk tahu sama sekali ttg Hadist2 itu.kelemahan kita
byk yg tdk mengerti Hadist sama sekali.Byk yg
mengkritik teks2 hadist,yg sebenarnya klu di
lihat,persoalannya tdk sbgmn yg mrk duga.Dan semua ini
krn pemahaman terhadap Bahasa Arab memang sgt minim
sekali.Syarat2 kita ingin berdakwah sebenarnya memang
hrs tahu Al Qur'an,hadist,tafsir,B.Arab,Fiqh,Ush Fqh
serta cabang2 syari'ah yg lain lagi.

Uni lihat sendiri bagaimana kesalahan Pak menang kita
kemaren yg percaya dukun itu.Padahal dr segi Islam,org
yg mempercayai adanya dukun itu selama 40 hr tdk
diterima amalannya,bahkan klu ia tdk sadar juga,ia
dikatakan kafir,untunglah menag kita sadar dr
kekhilafannya.Yah tdk ada manusia yg tdk
khilafkan.Begitulah uni tuntutan zaman,ekonomi,jabatan
dan pangkat memang terkadang dpt merubah pola pikir
seseorang.Semoga hal ini tdk terjadi pd kita2
nantiknya.Memang sgt "ganas",krisis yg melanda kita
skrg.

Okay ni,makasih sekali lagi,via unipun saya rasa bisa
langsung dpt informasi ttg kegiatan masyarakat Islam
di sekitar uni.

Wassalam,yours.....rahima.
--- GM <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Assalamualaikum
> 
> Hai, aku nggak tahu tuh dimana chatting room yang
> khusus
> membahas perkembangan  Islam di Indonesia. Kalau aku
> memang
> pernah masuk ke chatting room yahoo.com di bagian
> religion-islam, tapi rasanya aku belum pernah
> menemukan pembicaraan yang sifatnya membahas Islam
> di
> Indonesia. Habis yang
> masuk ke sana kan kebanyakan dari berbagai bangsa
> dengan
> pseudo name bermacem-macem,yah, tidak aneh lah
> kalau yang diomongkan tidak cuma Islam sebagai
> ideologi
> tapi juga Islam sebagai pribadipun jadi topik
> hangat.
> Hehehe...yang aku
> maksud islam sebagai pribadi adalah orang islam yang
> tertarik melakukan
> kontak lebih mendalam dengan rekan chattingnya.
> 
> Tapi kalau Ima  memang tertarik sangat guna
> mengamati
> perkembangan islam di
> Indonesia, masuk saja ke milis2 islam berbahasa
> indonesia. Logikannya, bila
> menggunakan bahasa Indonesia berarti sebagian besar
> anggotannya adalah orang
> indonesia atau paling sedikit punya keterikatan
> dengan
> Indonesia. Dari
> perdebatan, pertukaran informasi, pertemanan,
> perberanteman, dan per-per
> lainnya, lama-lama Ima akan bisa menarik suatu
> abstraksi
> seperti apa sih
> Islam yang sesungguhnya di Indonesia. You know why?
> Pola
> pikir masyarakat
> ttg sesuatu adalah masyarakat yang
> sesungguhnya.Maksudku, masyarakat itu
> terbentuk karena pola pikir mereka yang kemudian
> tercermin ke dalam interaksi. Begitu Ima bisa
> menarik
> sebuah kesimpulan dari sepak terjang mereka, nah,
> disitulah Ima sudah
> bisa mengira-ngira seperti apa sih perkembangan
> Islam di
> Indonesia.
> 
> Bagaimana, dik, masuk akal tidak?
> 
> GM
> 
> 
> 


__________________________________________________
Do you Yahoo!?
Faith Hill - Exclusive Performances, Videos & More
http://faith.yahoo.com

RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke