dari biliak subalah, believe it or not
*** There is an attachment in this mail. ***
_____________________________________________________________
--------------------------------
Get Your Free Exclusive E-mail !
Go to http://www.myquran.com
Indonesian Muslim Portal
--------------------------------------
_____________________________________________________________
Select your own custom email address for FREE! Get [EMAIL PROTECTED] w/No Ads, 6MB,
POP & more! http://www.everyone.net/selectmail?campaign=tag
--- Begin Message ---
Sekedar informasi,..boleh percaya boleh tidak,...
--- [EMAIL PROTECTED] wrote:
> To: [EMAIL PROTECTED]
> From: [EMAIL PROTECTED]
> Date: Thu, 17 Oct 2002 16:04:35 +0700
> Subject: [m88] BADAN INTELIJEN NEGARA
>
>
>
> Just sekilas info....
>
> >
> > BADAN INTELEJEN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
> > RILIS TERBATAS
> > 01/BIN/HUMAS/10-2002
> > Berdasarkan hasil sementara Operasi Intelejen
> Gabungan
> > sehubungan dengan
> > Tragedi Bali yang terjadi di 2 Lokasi yaitu
> Wilayah Renon
> > dan Kuta serta
> > Peledakan Bom di Manado dapat disimpulkan beberapa
> hal
> > penting sebagai
> > berikut :
> >
> > 1. JENIS BAHAN PELEDAK
> >
> > Berdasarkan informasi forensik dan saksi,
> disinyalir bahan
> > peledak yang
> > digunakan adalah sejenis SEMTEX yaitu gabungan
> material
> > RDX dan PETN
> > bertekanan lebih dari 2000 Atmosphere yang
> menimbulkan
> > hentakan dan panas
> > sampai dengan 1800 derajat celcius dalam radius
> 200m2.
> > Bahan peledak ini
> > biasa digunakan dalam operasi militer terbatas
> yang
> > disebut demolisi untuk
> > penghancuran jembatan atau gedung atau kepentingan
> usaha
> > khusus seperti
> > digunakan secara sangat terbatas untuk
> pertambangan
> > terbuka. Peledakan
> > dilakukan dengan memakai alat detonator khusus
> yang
> > kemungkinan berjenis
> > ADC buatan Korea yang beberapa waktu lalu sempat
> menjadi kasus akibat
> adanya
> > pengiriman beberapa kontainer detonator dan bahan
> peledak tanpa izin
> tujuan
> > Republik Demokratik Timor Leste yang ditangani KP3
> Pelabuhan Tanjung Perak
> > Surabaya. Kaitan ini sedang dalam penelitian.
> > Pemicuan ledakan kemungkinan besar dilakukan
> melalui alat
> > remote control
> > atau Timer. Mengingat kejadian di Bali berlangsung
> sekitar
> > pukul 22.30 WITA
> > yang memungkinkan pelaku segera keluar dari Bali
> dengan
> > pesawat terakhir
> > pukul 23.00 WITA.
> >
> > Pemilik Bahan peledak sejenis untuk keperluan
> militer di
> > Indonesia hanya
> > Korps Zeni Tempur TNI AD, sedangkan untuk
> keperluan
> > pertambangan perlu
> > penyelidikan lebih mendalam.
> >
> > Khusus untuk peledakan di Konsulat Jenderal
> Republik
> > Philipina di Manado
> > disinyalir hanya untuk pemenuhan anggapan bahwa
> antara Bom
> > Bali dan Bom
> > Manado saling berkaitan. Bom yang meledak di
> Manado
> > berdaya ledak rendah
> > (low explosive) dan kemungkinan bahan yang dipakai
> > berjenis C4.
> >
> > 2. INDIKASI PELAKU
> >
> > Melihat akibat yang ditimbulkan, kerusakan dan
> jumlah
> > korban yang
> > sedemikian besar dengan mayoritas korban adalah
> Warga
> > Negara Asing
> > khususnya Australia, Inggris, Jerman dan 3 orang
> Amerika
> > (luka ringan),
> > dapat dipastikan maksud utama pelaku adalah :
> >
> > Pertama menghancurkan Citra Bangsa Indonesia
> secara total
> > dan sistematis,
> > Kedua memojokkan agama Islam yang mayoritas dianut
> oleh
> > Bangsa Indonesia,
> > Ketiga adalah upaya memecahbelah persatuan dan
> kesatuan
> > Bangsa Indonesia,
> > Keempat adalah bentuk pembuktian menyangkut
> keberadaan
> > jaringan terorisme
> > Internasional. Dari keempat tujuan tersebut,
> identifikasi
> > pelaku dapat
> > dibagi dalam 6
> > Kategori Utama.
> >
> > A. Kelompok Separatis
> >
> > Terdapat 3 Kelompok Separatis bersenjata di
> Indonesia
> > yaitu GAM, RMS dan
> > OPM. Kelompok yang paling berkepentingan merusak
> citra
> > Indonesia dimata
> > Internasional adalah GAM (Gerakan Aceh Merdeka).
> Secara
> > teknis GAM memiliki
> > kemampuan melakukan berbagai upaya teror seperti
> dalam
> > beberapa kasus
> > peledakan sebelumnya antara lain Kasus Bom BEJ.
> Indikasi
> > bahwa kelompok ini
> > yang dapat disinyalir melakukan adalah aksi balas
> dendam
> > atas tewasnya
> > Komandan GAM wilayah Aceh Barat, Abu Araffah
> sebelumnya.
> > GAM dalam berbagai
> > hal telah memiliki sel-sel kerja termasuk
> kemungkinan
> > pasokan senjata dan
> > bahan peledak dari berbagai sumber militer di
> Indonesia.
> >
> > B. Kelompok Anti Pemerintahan
> >
> > Kelompok ini terbagi menjadi 2 bagian yaitu
> Kelompok yang
> > tertekan secara
> > hukum dan Kelompok yang tersingkir dari
> pemerintahan.
> > Dalam hal ini
> > indikasi mengarah pada kelompok pertama yang
> dianggap
> > tertekan secara
> > hukum. Kelompok Hutomo Mandal Putra alias Tommy
> yang kini dipenjara 15
> tahun
> > memiliki kemampuan persenjataan, jaringan, biaya
> dan keahlian khusus.
> > Patut dicurigai adalah kaki tangan HMP seperti
> Agus Dias
> > dan
> > centeng-centengnya.
> >
> > C. Kelompok Anti Australia
> >
> > Kelompok yang juga mungkin melakukan tindakan
> teror
> > terhadap WN Australia
> > adalah Kelompok Pro Integrasi Timor Timur yang
> kecewa
> > dengan campur tangan
> > Militer Australia dalam proses jajak pendapat
> Timtim
> > beberapa tahun yang
> > lalu dan sekarang mendapat konsekuensi hukum
> bahkan
> > diantaranya sudah
> > dituntut hukuman atas tuduhan pelanggaran hak
> azasi
> > manusia. Kelompok yang
> > memiliki kaki tangan di Republik Demokratik Timor
> Leste
> > ini bisa mendapat
> > pasokan bahan peledak dari sana sebab dimungkinkan
> > bahan-bahan diperoleh
> > melalui jalan darat dan laut secara estafet, dan
> adanya
> > penerbangan
> > berjadwal dari Denpasar ke Dili.
> >
> > D. Kelompok Fundamentalis
> >
> > Kelompok yang dianggap Fundamentalis di Indonesia
> adalah
> > Kelompok Lasykar
> > Jihad Ahlussunah Wal Jamaah pimpinan Ustadz Jafar
> Umar
> > Thalib yang pernah
> > ditahan di Mabes Polri dan Kelompok Front Pembela
> Islam
> > (FPI) pimpinan
> > Habib Ridzik Shihab serta Kelompok jamaah
> Islamiyah
> > pimpinan Ustadz Abu
> > Bakar Ba'asyir. Kelompok Pertama Lasykar Jihad
> dalam
> > melakukan tindakan
> > pembelaan agama Islam cenderung dalam bentuk
> pertahanan
> > fisik dan
> > argumentasi. Dalam pertikaian antar agama di
> Propinsi
> > Maluku kelompok ini
> > tidak menunjukan kemampuan khusus dalam keahlian
> > persenjataan. Dan semenjak
> > ditahannya pimpinan Lasykar Jihad beberapa waktu
> lalu,
> > kelompok ini lebih
> > mengutamakan dakwah dan pengumpulan dana. Kelompok
> Kedua
> > FPI tidak memiliki
> > urgensi terhadap kepentingan asing di Indonesia,
> karena
> > dalam berbagai
> > kasus yang melibatkan kelompok ini biasanya
> dilakukan
> > secara primitif dan
> > kekerasan fisik bersenjata tongkat dan sejenisnya.
> FPI
> > dalam pengamatan
> > intelejen hanya perlu dibina dan ditingkatkan
> toleransi
> > beragama dan
> > kualitas intelektualitasnya serta menghentikan
> > tindakan-tindakan
> > pengerusakan dan melawan hukum. Kelompok Ketiga
> Jamaah
> > Islamiyah, sejauh
> > ini belum pernah dijumpai tindakan kekerasan yang
> > dilakukan, namun akibat
> > pernah terjadinya sweeping terhadap warga negara
> asing di
> > Solo oleh
> > beberapa kelompok kecil yang lain, citra Jamaah
> Islamiyah
> > mendapat sorotan.
> > Istilah Jamaah Islamiyah yang berarti Kumpulan
> Umat Islam
> > sering
> > disalahartikan bahkan dipelesetkan oleh Intelejen
> Asing
> > akibat keterbatasan
> > informasi dan kemampuan penyerapan. Kesalahan
> Kelompok ini hanya
> disebabkan
> > oleh Dakwah Abu Bakar Baasyir yang mengecam
> perilaku Barat terhadap dunia
> > Islam di Singapura dan Malaysia.
> > E. Kelompok Teroris Internasional
> >
> > Kelompok (jaringan) Terorisme Internasional yang
> > dituduhkan dengan cara
> > menghancurkan Citra Indonesia di dunia antara lain
> > Kelompok Abu Sayaf dari
> > Filipina, Kelompok Al-Qaeda pimpinan Osama Bin
> Laden dan
> > Kelompok
> > Pembusukan Citra Islam Internasional
> (International
> > Islamic Disgrace
> > Movement).
> >
> > Kelompok Pertama Abu Sayaf dikenal sebagai
> Kelompok
> > Pembusukan Citra Islam
> > di Filipina karena dalam setiap kegiatannya selalu
> > mengorbankan rakyat
> > sipil tidak bersenjata dan melalukan kegiatan
> teror murni
> > seperti
> > penculikan, peledakan bom dan permintaan uang
> tebusan.
> > Namun demikian dalam
> > setiap kegiatannya mereka selalu menunjukkan
> identitas dan tujuan dari
> > kegiatan teror tersebut.
> > Kelompok Kedua Al-Qaeda yang disebut oleh pers
> barat dan
> > pimpinan Australia
> > beberapa menit setelah kejadian, juga menjadi
> pertimbangan
> > penyelidikan,
> > kemungkinan keterlibatan kelompok ini adalah
> gencarnya
> > polarisasi atas
> > kejadian tersebut yang diarahkan pada Al-Qaeda.
> Dalam 2
> > peristiwa terakhir
> > yang waktunya hampir bersamaan di Kuwait, Osama
> Bin Laden
> > mengirimkan pesan
> > tertulis tentang upaya penembakan pada personel
> militer
> > Amerika Serikat
> > dalam sebuah latihan militer di Utara Kuwait.
> Sementara
> > untuk kejadian luar
> > biasa ini tidak ada pesan khusus yang biasanya
> disiarkan
> > Jaringan Televisi
> > Al-Jazeera.
> >
> > Kelompok Ketiga adalah International Islamic
> Disgrace
> > Movement (Gerakan
> > Pembusukan Citra Islam Internasional) yang
> bertujuan
> > mengekalkan dominasi
> > barat atau yahudi di dunia. Kebangkitan Kelompok
> ini mulai
> > dirasakan di
> > Indonesia setelah peristiwa 11 September 2001
> melalui cap
> > Islam
> > Fundamentalis dan terorisme Internasional. Gerakan
> > kelompok ini selalu
> > memanfaatkan kelompok Fundamentalis Primitif dan
> dikelola
> > secara terjadwal
> > dan terorganisasi secara rapi. Indikasi
> keterlibatan
> > Kelompok ini adalah
> > pemilihan waktu peledakan tepat 1 tahun 1 bulan 1
> hari
> > setelah peristiwa 11
> > September 2001 di New York Amerika Serikat, dan
> bertepatan
> > dengan program
> > acara Balines Surver di Jaringan Televisi
> Internasional
> > Discovery Channel.
> > Sebagai informasi tambahan, Sari Club adalah Klub
> khusus
> > Orang Asing yang
> > tidak memperbolehkan WNI masuk kecuali pegawai
> Klub saja.
> >
> > F. Kelompok Oportunistik
> >
> > Kelompok ini merupakan kelompok yang menginginkan
> > peralihan kekuasaan
> > secara lebih cepat di Indonesia dengan
> memanfaatkan
> > peristiwa besar ini
> > sebagai tekanan pada pemerintahan Presiden
> Megawati
> > Soekarno Putri.
> > Kelompok ini cenderung dikategorikan bukan sebagai
> pelaku
> > namun perlu
> > diwaspadai melalui komentar atau ucapan yang
> dilontarkan
> > seputar hal-hal
> > negatif terhadap kinerja pemerintahan dalam
> penanganan
> > kasus bom saat ini.
> >
> > 3. LANGKAH PENANGANAN KASUS
> >
> > Badan Intelejen Negara telah melakukan berbagai
> observasi
> > baik di lapangan
> > maupun secara teknis koordinatif menyangkut
> kemungkinan
> > siapa pelaku atau
> > kelompok mana yang berbuat dan upaya yang ditempuh
> dalam
> > mempersempit ruang
> > gerak terorisme yang mungkin dapat kembali terjadi
> > sewaktu-waktu di seluruh
> > wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam
> > penanganannya telah pula
> > dilakukan pembicaraan awal tentang kemungkinan
> melibatkan
> > Biro Intelejen
> > Asing dari Jerman, Inggris, Australia dan Amerika
> Serikat.
> > Secara
> > prosedural akan dimulai dari titik lokasi ledakan
> dan
> > penanganan forensic
> > terhadap korban-korban yang belum dapat dikenali.
> > Sedangkan kerjasama lain
> > akan lebih ditekankan pada pemanfaatan teknologi
> tinggi.
> >
> > 4. REKOMENDASI
> >
> > Kepada Yang Terhormat,
> > Presiden Republik Indonesia
> > Wakil Presiden
> > Menteri Koordinator Bidang Politik dan
> > Keamanan
> > Menteri Pertahanan Republik Indonesia
> > Para Menteri Kabinet
> > Panglima TNI
> > Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia
> > Kepala Staf TNI AD
> > Kepala Staf TNI AL
> > Kepala Sraf TNI AU
> > Para Gubernur Kepala Daerah
> > Para Bupati dan Walikota
> > Tokoh Masyarakat dan LSM
> > Pimpinan Redaksi Media Massa
> > Kepala Lembaga Pemerintah Non Departemen
> > Duta Besar RI di seluruh dunia
> > Direktorat Teknis di Seluruh Jajaran
> > Pemerintah RI
> >
> > Untuk dapat menjalankan tugas dan fungsi
> masing-masing
> > sesuai dengan
> > kapasitasnya dalam menjalankan tugas-tugas darurat
> dan
> > khusus menangani
> > Tragedi Bali dengan mendukung tugas-tugas sesuai
> > kewenangan sebagai berikut :
> >
> > A. Melakukan Inventarisasi terhadap para
> tamu/wisatawan
> > domestik dan
> > internasional di seluruh hotel dan penginapan di
> wilayah
> > Hukum Bali dan
> > Sulawesi Utara yang menginap 1 minggu sebelum dan
> 3 hari setelah kejadian
> > pengeboman.
> > B. Melakukan Inventarisasi Daftar Penumpang
> Pesawat
> > Domestik dan
> > Internasional yang masuk dan keluar wilayah
> Propinsi Bali
> > dan Sulawesi
> > Utara 1 minggu sebelum dan 3 hari sesudah kejadian
> > pengeboman.
> >
> > C. Melakukan Inventarisasi Daftar Penumpang dan
> Kendaraan
> > yang keluar dari
> > wilayah Hukum Propinsi Bali melalui Pelabuhan
> Gilimanuk,
> > Pelabuhan Padang
> > Bay dan Benoa serta Pelabuhan Bitung Sulawesi
> Utara dari
> > tanggal 11 Oktober
> > sampai dengan 14 Oktober 2002.
> >
> > D. Melakukan Inventarisasi Percakapan Telepon
> selular di
> > sekitar wilayah
> > Denpasar, Kuta, Renon dan Nusa Dua serta Kota
> Manado yang
> > dilakukan melalui
> > BTS (Base Transceiver Station) milik Operator
> Selular
> > Swasta dan PT. Telkom
> > pada tanggal 11 Oktober hingga 13 Oktober 2002.
> >
> > E. Melakukan Operasi Keamanan Rutin terhadap
> Kelompok
> > Separatis khususnya GAM.
> > F. Meminta Aparat Kepolisian melakukan pengawasan
> khusus dan melakukan
> > pemanggilan untuk dimintai keterangan pendahuluan
> terhadap
> > kemungkinan
> > keterlibatan baik secara perorangan maupun
> organisasi
> > kepada antara lain:
> >
> > a. Kelompok Tommy Soeharto : Sdr. Agus Diaz dan
> Sdr. Dion
> > b. Kelompok Pro Integrasi Timtim : Sdr. Eurico
> Guteres
> > c. Kelompok Separatis : GAM, RMS dan OPM
> > d. Kelompok Fundamentalis : Sdr. Ustadz Jafar Umar
> Thalib, Sdr.
> > Ustadz Habib Ridzik Shihab, dan Sdr. Ustadz Abu
> Bakar Ba'asyir.
> >
> > G. Meminta Aparat Kepolisian Republik Indonesia
> dan
> > Direktorat Jenderal
> > Imigrasi secara khusus mengawasi orang asing dari
> wilayah
> > selatan Filipina,
> > Timur Tengah dan Israel, dengan cara meneliti pola
> > perjalanan dan embarkasi
> > bagi mereka yang patut dicurigai
> >
> > H. Melihat akibat yang ditimbulkan mampu
> menciptakan
> > instabilitas politik
> > dan ekonomi dalam waktu-waktu kedepan dengan
> dampak dan
> > nilai yang sangat
> > tinggi, maka meminta kepada pemerintah pusat
> khususnya
> > Presiden Megawati
> > untuk mempertimbangkan dijadikannya 1 minggu
> setelah
> > kejadian menjadi Hari
> > berkabung Nasional dengan pengibaran bendera
> setengah
> > tiang yang diharapkan
> > menjadi
> > titik balik bagi seluruh Bangsa Indonesia bahu
> membahu
> > dengan solidaritas
> > tinggi mempersatukan seluruh komponen bangsa.
> >
> > I. Meminta secara khusus agar tiap pimpinan daerah
> lain
> > baik Kota,
> > Kabupaten dan Propinsi di wilayah Negara Kesatuan
> Republik
> > Indonesia , para
> > Duta Besar Republik Indonesia di seluruh dunia
> untuk
> > memberikan bantuan
> > dalam berbagai bentuk guna meringankan akibat yang
> > ditimbulkan khusus
> > kepada Jantung Pertahanan Terakhir Bangsa
> Indonesia, Pulau Dewata Bali.
> > J. Terakhir, menghimbau masyarakat Indonesia di
> seluruh
> > penjuru tanah air
> > untuk melakukan aksi solidaritas dan prosesi
> keagamaan
> > (sesuai dengan agama
> > dan kepercayaan) khusus dimulai sejak hari Jumat
> tanggal
> > 18 Oktober 2002
> > untuk umat Muslim dan Sabtu 19 Oktober 2002 untuk
> umat
> > Hindu dan Budha
> > serta Minggu 20 Oktober 2002 untuk umat Kristiani
> (Kristen
> > dan Khatolik).
> >
> > Demikian hasil Analisa Intelejen ini dibuat untuk
> dirilis
> > secara terbatas
> > kepada Pihak Keamanan, Pemerintahan Pusat dan di
> daerah, Organisasi
> > Masyarakat dan Umum tertentu.
> > Dikeluarkan di Jakarta
> > Tanggal 15 Oktober 2002
> >
> > Kepala
> > Disiapkan Oleh : Kepala Biro HUMAS
> > Doc/Arsip : 01/Humas/RT/BIN-Okt2002
> > Sapta Mai Tarigan
> > Process Engineer
> > PT. Ecogreen Oleochemicals, Medan Plant
> > Jl. Raya Pelabuhan IV, Gabion, Belawan 20414,
> Indonesia
> >
> > Mailing Address : PO. BOX 18/BLW Belawan 20414,
> Indonesia
> > Telephone : (62-61) 694 1020 (hunting)
> > Facsmile : (62-61) 694 1645
> > E-mail : [EMAIL PROTECTED]
> >
>
>
>
>
>
>
>
**********************************************************************
> This e-mail and any files transmitted with it may
> contain
> confidential information and is intended solely for
> use by
> the individual to whom it is addressed. If you
> received
> this e-mail in error, please notify the sender, do
> not
> disclose its contents to others and delete it from
> your
> system.
>
>
**********************************************************************
>
>
__________________________________________________
Do you Yahoo!?
Faith Hill - Exclusive Performances, Videos & More
http://faith.yahoo.com
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Sell a Home for Top $
http://us.click.yahoo.com/RrPZMC/jTmEAA/jd3IAA/fZmqlB/TM
---------------------------------------------------------------------~->
To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
--- End Message ---