Assalamu'alaikum wr. wb.

Iko ado pulo surek dari surang kawan nan banao Embdalah:

Ini namanya, "Menembak lalat di kepala sendiri". Al kisah sekelompok
gerilyawan Checknya yg frustrasi menyerbu sebuah gedung teater dan
menyandera sekitar 700-an penonton. Tuntutan para penyandera sebenarnya
sederhana, agar Rusia menghentikan pembantaian rakyat Checknya. Para
penyandera sebenarnya juga bersedia dialog, sebab mereka mempersilakan
crew TV untuk melihat sendiri situasinya. Tapi pasukan Special Forcenya
Rusia rupanya sudah tertular penyakit tolol amerika, sehingga kesempatan
itu malah digunakan untuk menyemprotkan gas beracun ke seluruh ruang
gedung pertunjukan. Maka dg mudah para pemberontak yg sudah sekarat
menghirup gas berbahaya itu dilumpuhkan; ditembak kepalanya
satu-persatu. 

Efek sampingnya juga lumayan, seluruh sandera  ikutan menghirup gas
beracun. Akibatnya, perut dan kandung kemih mereka yg kosong, secara
instant terisi partikel-partikel gas, dan mereka kelojotan, seperti
kecoa yg disemprot obat serangga, sebelum menemui ajal. Sampai tulisan
ini diketik, 118 orang mati sia-sia, keracunan gas. 200 mantan sandera
dirawat di ICU, ratusan lainnya menjalani rawat inap. Andai saja mereka
mau dialog, pasti tak sampai separah itu. Benar-benar seperti menembak
lalat di kepala sendiri. Lalatnya memang mati, tapi kepala sendiri ikut
bolong. 

Melihat "keberhasilan" itu, presiden putin bangga, dan tak mau
menyebutkan jenis gas yg digunakan. Anehnya, pemerintahan Putin tidak
mengijinkan anggota keluarga korban gas itu menjenguk sanak saudara
mereka yg dirawat di rumah-rumah sakit. 
Apakah PBB (maksudnya amerika) mau memberikan sanksi terhadap Rusia,
karena ketahuan mempunyai dan menggunakan senjata biologi pemusnah
massal? Pasti tidak, sebab di Rusia minyaknya sedikit. Apalagi bush dan
putin kan sama-sama vampire, yg suka menghisap darah manusia.

Namun co itu teroris iyo indak bisa dibari ati, apo lai di nagari awak.

SBN


-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:rantau-net-owner@;rantaunet.com] On Behalf Of Zubir Amin
Sent: Tuesday, October 29, 2002 6:22 PM
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [RantauNet.Com] Surat dari Australia

      Assalamualaikum wr.wb!

      Kalau ndak ado jalan lain(sampai keadaan aman dan sudah barangten
tu akidah ndak barubah),buliah sajo para muslimah menanggalklan jilbab
nya dan berpakaian seperti wanita nan wajar dhi.Kan ndak paralu pakai
rok mini.Soal sumbayang,banyak caro dapek dilakukan,nan paliang randah
adolah dengan niat nan ikhlas sambil duduak,berbaring,atau sadang tagak.
Ndak aia,jo batayamam.Dengan gerakkan kedipan mata,sholat dapat dilaku-
dengan khusuak.Iko sekedar tambahan info sajo.Kironyo keadaan darurat
ini ndak lamo di negeri kanguru itu.A.Buyuang nan ikuik prihatin.








_________________________________________________________________
Surf the Web without missing calls! Get MSN Broadband. 
http://resourcecenter.msn.com/access/plans/freeactivation.asp


RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di:
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================


RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke