Afan Gaffar: Mega Diskriminatif, Ba'asyir Ditangkap Koruptor Bebas

Reporter : Bagus Kurniawan

 

detikcom - Yogyakarta, Kecaman terhadap sikap kepolisian

yang melakukan penangkapan secara paksa terhadap pimpinan

Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Abu Bakar Ba'asyir terus

bermunculan. Pengamat politik UGM Prof Dr Afan Gaffar

menilainya sebagai sikap yang tidak adil dan diskriminatif

dalam penegakkan hukum dari pemerintahan Presiden

Megawati.

 

"Ba'asyir yang sudah tua dan tergoleh lemah di rumah sakit

diambil paksa. Sedangkan konglomerat dan koruptor

dibebaskan berkeliaran," kata Afan Gaffar yang ditemui

wartawan di ruang kerjanya Program Politik Lokal dan

Otonomi Daerah UGM Yogyakarta, Rabu (30/10/2002).

 

Menurut penilaian Afan, penangkapan Ba'asyir ini lebih

karena ketidakmampuan pemerintah menghadapi tekanan asing.

"Kasus penangkapan paksa Ba'asyir jelas merupakan bukti

bahwa pemerintahan Megawati tidak mampu melawan tekanan

asing terutama Amerika Serikat yang sarat dengan muatan

politis," katanya.

 

Menurutnya sikap pemerintah yang tak adil itu ditunjukkan

dengan kasus korupsi konglomerat hitam seperti Sjamsul

Nursalim dibiarkan bebas begitu saja. Demikian pula dengan

Jaksa Agung MA Rachman yang tidak melaporkan kekayaan

secara benar pada KKPKN dan diduga melakukan korupsi, tapi

tetap dipertahankan kedudukannya.

 

"Hal inilah yang membuat masyarakat Islam tidak bisa

menerima. Karena orang yang lemah ditangkap, namun Mega

justru bersama-sama dengan keponakan Syamsul Nursalim

terbang ke Afrika," ujar Afan yang mengkuawatirkan jika

pemerintah bersikap tidak adil maka umat Islam di suatu

sisi akan berhadapan dengan negara. "Bila hal itu

benar-benar terjadi, bangsa ini bisa hancur."

 

Afan juga mempertanyakan, kenapa Baasyir baru ditangkap

setelah ada

kejadian Bali. Padahal dia dituduh sebagai pelaku teror

sejak beberapa bulan sebelumnya. "Ceritanya akan lain,

kalau Mega sejak awal bertindak tegas dengan menyatakan

akan menangkap pelaku teror kemanapun perginya. Bukan

secara tiba-tiba setelah ada kasus bom di Bali," tegas

Afan.

 

Menurut mantan anggota KPU itu, jika sejak awal

pemerintahan Megawati mempunyai komitmen untuk menegakkan

hukum, maka masyarakat tidak akan apriori dan buruk

sangka. Sebab kasus-kasus bom di Indonesia sudah muncul

lama dalam beberapa tahun terakhir ini.

 

____________________________________________________
  IncrediMail - Email has finally evolved - Click Here

Kirim email ke