Mamak Basri, Ambo salah surang warga Indonesia nan sadang berdiam di Australia kini ko. Heran ambo mandanga comment mamak nan seakan-akan selalu menyalahkan urang nan rajin ke mesjid (untuk mamak ketahui, ambo jauh dari kategori Umat Islam yang baik, namun ambo tahu diri bahwa adalah lebih aman berteman dengan mereka yang berjanggut ketimbang mereka yang bertattoo.., ambo datang dari lapau ka surau jadi tak usahlah mamak batanyo baa pangalaman ambo di lapau..).
Ekslusifisme mamak persoalankan ? Uniformity mamak pikir solusi, kacau... baa mungkin mamak bapikir saromantu. Persoalan utama kita adalah ketika kita tidak bisa menerima keberagaman. Penyeragaman pangan beras di Indonesia contohnya telah membuat food security kita menjadi terancam. Dulu di Madura dan Nusa tenggara, orang mengkonsumsi jagung, di Kepulauan kai dan tanimbar, penduduk mengkonsusmsi singkong, di Maluku dan Papua, orang menyantap Papeda (sagu), namun kemudian semua itu diseragamkan menjadi beras. Menurut Pak Siswono Yudohusodo, ketua HKTI, Indonesia kini adalah the world's biggest rice-consuming country, dengan Impor beras sekitar 10 persen dari total kebutuhan beras (Asia Times, 14 March 2002) : http://www.atimes.com/se-asia/DC14Ae02.html) Membangun dunia yang borderless agar tak ada ruang buat eklusivisme ? Apo itu jawabannyo ? Pertanyaan yang benar adalah mengapa mamak tak suka melihat mereka berpakaian seperti itu ? Apakah mamak pikir jeans asalnya dari minang ? Kenapa mamak lebih bisa menerima jeans dari amerika ketimbang gamis dari arab ? Apa ada yang salah dengan kelompok pencinta motor harley davidson yang bertattoo dan suka nongkrong di bar (pub) ? Kalau mereka bisa diterima lantas kenapa mamak nggak bisa menerima sekelompok orang berjubah yang memilih berkumpul di masjid ? Mak, jangan double standarlah, mamak dalam perspektif ambo seperti tukang cari kutu, yang kecil dibesar-besarkan dan yang besar dikecil-kecilkan. Kapan-kapan kalau mamak punya waktu, tengok-tengoklah website seperti : http://www.whatreallyhappened.com/, biar mamak tahu bagaimana orang amerika melihat pemerintahannya sendiri. Atau bagaimana orang israel mengutuk Israel seperti disiarkan di SBS TV. Mak, berbeda itu fitrah dan berbeda itu indah. Jangan membuat dunia ini seragam. Ambo teringat comment seorang sahabat kristen yang kehilangan sebagian anggota keluarganya karena konflik di Maluku, ia berkata "kita memang berbeda, mau bikin bagaimana lagi, namun yang terpenting saat ini adalah bagaimana kita bisa memahami bahwa kita memang berbeda.." Cubolah sekali-sekali mamak batandang ke tampek orang bajubah tu, bia mamak mahfum bahwa sasungguahnyo mereka manusia nan samo dengan kito, nan ingin hiduik dalam katanangan dan kadamaian. Teriring salam maaf ambo untuk mamak dan seluruh warga RN, selamat menjalankan Ibadah puasa... dayat -- Basri Hasan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Sangat banyak sekali orang lebih memilih tinggal di > australia kalau > dibolehkan, sedangkan yang memilih tinggal di > indonesia sangat sedikit > (mungkin teroris amatiran) dan lebih sedikit lagi > yang milih tinggal di > afganistan. Menghibau wni meningalkan australia? > konyol banget sementara > yang mau kesana masih antri, keenakan itu kelompok > si bule chauvinist yang > disana. Mereka yang ditangkap itu kelihatannya > memang mereka yang suka > dandanan kaya arab gitu lho dan pengajiannya > eksklusif. > Salam > > SBN > > ----- Original Message ----- > From: "Marven" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[EMAIL PROTECTED]> > Sent: Friday, November 01, 2002 9:33 AM > Subject: RE: [RantauNet.Com] Fwd: Edaran untuk WNI > di Australia > > > > Kalau tindakan curiga yang berlebihan tersebut > membahayakan keselamatan > WNI > > dan melanggar Konvensi Jenewa tentang hak azazi, > apakah tidak sebaiknya > > Pemerintah membuat surat edaran agar WNI > meninggalkan Australia seperti > > himbauan yang dilakukan mereka terhadap warganya? > > > > -----Original Message----- > > From: [EMAIL PROTECTED] > > [mailto:rantau-net-owner@;rantaunet.com]On Behalf > Of denny abdi > > Sent: 31 Oktober 2002 21:15 > > To: [EMAIL PROTECTED] > > Subject: [RantauNet.Com] Fwd: Edaran untuk WNI di > Australia > > > > > > Untuak dunsanak nan kebetulan sadang barado di > > Australia, edaran KBRI Canberra iko mungkin baguno > > sebagai pegangan kalau diperlukan. > > > > Salam, > > > > Denny Abdi > > KBRI Canberra > > > > Note: forwarded message attached. > > > > > > __________________________________________________ > > Do you Yahoo!? > > HotJobs - Search new jobs daily now > > http://hotjobs.yahoo.com/ > > > > > > RantauNet http://www.rantaunet.com > > Isikan data keanggotaan anda di > http://www.rantaunet.com/register.php3 > > =============================================== > > Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika > subscribe, > > anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. > > > > Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing > List di: > http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 > > =============================================== > > > > > RantauNet http://www.rantaunet.com > Isikan data keanggotaan anda di > http://www.rantaunet.com/register.php3 > =============================================== > Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika > subscribe, > anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. > > Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing > List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 > =============================================== ===== Welly Hidayat ~~~~~~~~~~~~~ There is Only One Earth, Our House, Our Responsibility.. Save Our Mother Earth... __________________________________________________ Do you Yahoo!? HotJobs - Search new jobs daily now http://hotjobs.yahoo.com/ RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

