Jumat, 08/11/2002, 14:09 WIB
Bom Bali Ditujukan untuk Warga AS
satunet.com - Amrozi, yang kini menjadi tersangka dalam kasus pemboman Bali, mengakui ikut dalam proses pembuatan bom tapi menyatakan kecewa karena warga Australia menjadi korban.

Ketua Tim Investigasi, Mayjen I Made Mangku Pastika, mengatakan di Manila bahwa tersangka Amrozi pernah mengatakan ia ingin menewaskan warga Amerika sebanyak mungkin dalam serangan bom tersebut.

Kepada polisi Amrozi mengatakan "mereka kecewa karena warga Australia banyak yang tewas', dan bukannya orang Amerika.

Ledakan yang terjadi tanggal 12 Oktober ini menghancurkan Sari Club di kawasan Kuta, Bali, menewaskan lebih dari 190 orang, sebagian besar adalah warga Australia. Ratusan lainnya cedera.

Pemerintah AS memastika sedikitnya tiga warganya tewas dalam pemboman ini.

Pastika mengatakan bahan peledak yang digunakan termasuk ammonium nitrate, bahan kimia yang juga dipakai dalam pembuatan pupuk.

"Dia (Amrozi) membelinya di Surabaya di toko bahan kimia," katanya kepada wartawan, sambil menambahkan bahwa penyelidik menemukan tempat di mana kelompok ini membuat bom tersebut.

Mangku Pastika, mengatakan rumah itu berada di Pulau Bali, tapi ia tidak menyebutkan dengan spesifik lokasinya.

"Berdasarkan hal ini, ia membenci warga Amerika. Ia ingin membunuh warga AS sebanyak mungkin," kata Pastika.

Pastika, yang berada di Manila untuk menghadiri konferensi regional anti-terorisme, juga mengatakan Amrozi mengakui bertemu dengan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir, Riduan Isamuddin, yang lebih dikenal sebagai Hambali.

Tapi ia tidak menyebutkan apakah polisi menemukan hubungan langsung antara Ba'asyir dan Hambali dalam serangan tersebut

Kirim email ke