Ketika itu azan subuh yang sahut bersahut telah usai. Televisi yang baru
saja mengumandangan azan setelah berakhirnya acara �Sahur bersama
Hughes� di ANTV sudah dimatikan. Garis kuning keemasan mulai membersit
di ufuk Timur. Puasa telah memasuki hari ke empat dari sepuluh hari
pertama yang oleh Rasulullah SAW disebut sebagai periode rakhmah.

Ya,  tidak terasa puasa Ramadhan yang selama ini ditunggu-tunggu sekitar
satu miliar kaum muslimin di seluruh dunia telah memasuki hari keempat.

(Saya duduk sambil merenung di sofa di ruang tamu rumah kami yang tidak
begitu luas, menunggu air panas untuk berwuduk yang sedang dimasak oleh
isteri saya karena sejak pulang kantor kemarin saya terkena flu ringan.
Saya duduk sambil merenung dan perasaan bening menyeruak di relung dada
saya).

Seperti halnya ibadah-ibadah lainnya, Puasa Ramadhan sarat dengan
nilai-nilai spritual yang mesti dihayati dengan sebaik-baiknya. Sabda
Rasulullah SAW bahwa banyak ummat beliau yang berpuasa tetapi tidak
mendapat apa-apa kecuali rasa haus dan lapar, memperingatkan kita para
muslim dan mukmin, betapa sia-sianya kalau nilai-nilai spritual dari
Puasa tersebut kita abaikan. Puasa adalah bagian dari sajadah panjang
perjalanan spritual kita menuju Darussalam. Di bulan puasa ini kita
berbenah diri, meluruskan yang bengkok, memperbaiki apa yang salah,
mempererat silaturakhmi, mengubur dendam dan permusuhan,  membuang
parasangka-prasangka tak berdasar, memperkuat komitmen kita untuk
beramar makruf dan bernahi mungkar, untuk meningkatkan kemampuan untuk
bertanya dan mewujudkan, apa yang dapat kita berikan kepada bangsa ini
(tidak sebaliknya) serta meningkatkan komitmen kita untuk menyatukan
kata dengan perbuatan

Orang yang bepuasa dalam bulan yang penuh hikmah ini dengan khusuk,
perasaannya biasanya lebih peka, air matanya lebih dangkal, tangannya
lebih ringan untuk memberi kepada mereka yang hidupnya kurang beruntung
dan hatinya lebih jernih dan terbuka untuk meminta dan memberi maaf.

Dari itu pula, pada kesempatan ini---walaupun agak terlambat---kepada
seluruh netters di milis ini saya mohon maaf atas kelancangan ucap dan
sikap saya selama ini yang tidak berkenan dalam berdiskusi atau
berwacana.

Wabillahitaufiq wal hidayah

Wassalam, Darwin



RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke