Senin, 11 Nopember 2002 Semua Demi Minyak Perang Irak di ambang mata. Dunia kini tengah was-was menanti dampak dari perang tersebut. Perang terhadap Irak, demikian kata Economist Intelligence Unit (EIU), hanya akan memiliki dampak ekonomi terbatas. Alasannya serangan yang akan digelar negara adi daya Amerika Serikat (AS), didukung sekutu-sekutunya seperti Inggris dan Australia, bakal berlangsung cepat. Tak diperlukan waktu lama untuk menghancurkan Presiden Saddam Hussein.
''Efek sebuah perang terutama akan menyebabkan perubahan harga minyak,'' ungkap EIU dalam laporan terakhirnya bertajuk ''Showdown with Iraq: Risks and Opportunities for Politic and Business''. Sifat ramalan mungkin bisa tepat atau meleset sama sekali. Kita bisa mengabaikan atau menjadikan hal tersebut sebagai justifikasi. Namun yang terus mengganjal, mengapa Barat bernafsu meruntuhkan Irak? Benarkah alasannya karena Baghdad (masih) memiliki senjata pemusnah massal? Ahad (10/11), Bernama memuat analisis menarik dari Dr Toh Kin Woon berjudul ''Penang State Executive Councillor for Economic Planning, Education and Human Resource Development''. Menurutnya, alasan utama AS adalah untuk menguasai cadangan minyak yang dimiliki Irak. Toh menjelaskan, Irak adalah pemilik cadangan minyak terbesar nomor dua di dunia. Pemerintahan Saddam enggan terikat dengan 'kehendak' AS yang kemudian memaksa negeri Paman Sam untuk bertekad melakukan pergantian rezim. Bagi Toh, amcaman bagi perdamaian dunia bukanlah Saddam, tetapi AS dan Israel, terutama Perdana Menteri Ariel Sharon, karena keduanya memiliki persenjataan pemusnah massal yang cukup banyak. Dua negara itu, katanya, bakal menyerbu Iran setelah mereka berhasil menghancurkan Irak. Untuk meredam kekejaman AS-Israel, Toh menyarankan agar produk-produk AS diboikot. EIU meramalkan, saat mesin perang mulai bekerja, produksi minyak Irak akan dihentikan. Tapi, EIU sangat percaya bila Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan meningkatkan produksinya untuk menutupi kehilangan pasokan minyak tersebut. Menurut laporan EIU, harga minyak akan naik pada harga 'premium' perang, bertambah sekitar enam dolar AS hingga mencapai antara 35 dan 40 dolar AS per barrel. Tapi harga tersebut akan turunkembali setelah perang berlangsung sepekan atau disebabkan adanya kejelasan stabilitas pasikan minyak selama perang. Berdasarkan skenario yang digambarkan EIU, sekitar 80 persen kemungkinan perang akan berlangsung pada 2003. Serangan sebagian besar akan dilakukan musim dingin, antara Januari hingga akhir April. ''Perang akan berlangsung dengan baik, cepat, berakhir tak lebih dari tiga bulan, selama itu AS akan mendongkel Saddam dan menggantikannya dengan semua pemerintahan baru,'' ungkap laporan tadi. Tapi, sambung EIU yang berbasis di London, bisa jadi perang batal meletus. Ada peluang sebesar 10 persen bahwa sebuah kudeta yang dilakukan oposisi di Irak (tentunya yang telah dilatih dan didukung AS) akan berhasil mendongkel Saddam dari kekuasaan sebelum serangan AS dilakukan. Kepemimpinan pasca-Saddam tampaknya akan diambil dari berbagai elemen militer yang terpisah. ''Saddam telah memantapkan sebuah jaringan yang akan menyulitkan bagi pemimpin masa depan Irak untuk melepaskan diri (dari keuasaannya),'' tambah EIU, sambil menambahkan bahwa pemimpin-pemimpin Arab seharusnya menyambut baik dengan menerima ''pengganti'' Saddam. Pergantian rezim mungkin akan menyebabkan aspek bisnis terhenti akibat berbagai serangan teroris. Tapi, sambung EIU, dibalik kekacauan itu terdapat peluang, terutama untuk melakukan rekonstruksi total Irak setelah negara itu terbebas dari Saddam. ''Jalur pelayaran akan diblokir karena alasan serangan (teroris), pusat-pusat data dihancurkan, layanan finansial tidak dapat dilakukan, lapangan kerja juga mengalami permasalahan saat para pekerja dimobilisasi untuk turun ke jalan,'' papar laporan itu. ''Tapi keuntungan terbesar, pada masa yang akan datang, akan adanya rekonstruksi dan pembangunan lapangan minyak Irak yang sangat kaya, yang jumlah cadanganya merupakan terbesar kedua setelah Arab Saudi,'' tandas EIU. Muara lembaga itu pun sama dengan analisis Toh: minyak! berbagai sumber/lha RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

