http://www.kompas.com/kompas-cetak/0211/18/daerah/gelo19.htm
Gelombang Tinggi di Selat Sunda Dikhawatirkan Hambat Arus Mudik
Bandar Lampung, Kompas - Kelancaran arus mudik Lebaran yang melewati pelabuhan penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan (Lampung) dan Merak (Banten), dikhawatirkan bakal terancam akibat munculnya gelombang tinggi di Selat Sunda. Sebab, musim hujan yang dibarengi angin kencang, diprediksi akan menimbulkan gelombang laut setinggi lebih dari dua meter di rute penyeberangan terpadat setiap Lebaran tersebut.Kekhawatiran itu diungkapkan Gubernur Lampung Oemarsono, usai memimpin rapat gabungan Tim Lebaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung di Bandar Lampung, Sabtu (16/11). Hal yang sama diutarakan sejumlah operator kapal cepat yang melayani rute Bakauheni-Merak ketika dihubungi di Bakauheni, kemarin.
Menurut Gubernur Oemarsono, berdasarkan informasi Badan Meteorologi dan Geofisika diprediksikan pada bulan Desember, yakni pas saat-saat masa mudik Lebaran, di wilayah Lampung termasuk sekitar perairan Selat Sunda akan turun hujan disertai angin kencang. Lazimnya setiap musim angin barat tersebut, di selat yang memisahkan Pulau Jawa dan Sumatera itu diramalkan bakal terjadi gelombang laut yang tidak normal.
Ditegaskan, gelombang tinggi dan angin kencang itu, jelas berpengaruh terhadap kelancaran lalu lintas penyeberangan Bakauheni-Merak. Salah satunya adalah akan mengganggu operasional kapal cepat yang melayani rute penyeberangan ini.
"Ini harus diwaspadai, karena kalau itu terjadi akan menyebabkan tertahannya (penumpukan) arus pemudik Lebaran baik di Bakauheni maupun Merak. Karena itu, operasional kapal feri (roro) diharapkan bisa lebih dioptimalkan. Bahkan, sebagai antisipasi agar tidak terjadi stagnasi di Bakauheni-Merak, Pemprov Lampung pun akan minta bantuan TNI AL menyiagakan kapal cadangan seperti yang dilakukan pada Lebaran tahun-tahun sebelumnya," kata Oemarsono.
Kapal TNI AL
Menurut Oemarsono, terkait dengan itu pihaknya segera menyurati Menteri Perhubungan sehingga permohonan penambahan kapal cadangan dari TNI AL dapat direalisasi. Sebab berdasar pengalaman pada arus mudik lebaran tahun lalu, kesiagaan kapal bantuan TNI AL dirasakan sangat mendukung mobilitas arus mudik yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera atau sebaliknya.
Menyangkut gelombang tinggi di Selat Sunda, sejumlah operator kapal cepat juga mengkhawatirkan hal itu. Sebab, kalau itu terjadi sudah pasti kapal cepat tidak bisa dioperasikan.
"Kapal berlayar dengan kecepatan tinggi di permukaan. Jika gelombang di atas normal misalnya mencapai dua meter, kapal praktis tidak akan bisa dioperasikan karena sangat membahayakan. Terus terang saja, tiap musim angin barat, operasional kapal cepat di rute penyeberangan Bakauheni - Merak ini memang selalu terganggu," kata seorang operator kapal capat di Bakauheni kemarin.
Selain mengkhawatirkan gelombang laut di Selat Sunda, Gubernur Lampung juga merisaukan kondisi kelayakan armada bus angkutan Lebaran yang beroperasi di daerah ini. Karena berdasarkan informasi Organda Lampung terungkap, saat ini hanya sekitar 60 persen saja armada bus yang dinilai layak beroperasi dan siap melayani penumpang.
"Angka ini cukup mengagetkan. Karena itu saya minta agar Dinas Perhubungan Lampung, segera memeriksa dan menguji kelayakan armada bus angkutan untuk Lebaran, Natal dan Tahun Baru tersebut. Tidak perlu menunggu masa angkutan Lebaran (H-7), karena saat itu semua armada mestinya sudah harus siap di lapangan," tegas Oemarsono.
======================================================================
Alam Takambang Jadi Guru
======================================================================
_________________________________________________________________
Tired of spam? Get advanced junk mail protection with MSN 8. http://join.msn.com/?page=features/junkmail
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

