Selamat!
 
Etnis Melayu Minangkabau sejak zaman saisuak ternyata memang Etnis yang mendunia dan kini ternyata telah berhasil masuk kedalam dunia balantika "games" sebuah prestasi yang membanggakan.
 
Alhamdulillah si Minang "Charli Sidjan" ini telah mewakili kita mempromosikan kepada warga dunia lewat ruang keluarga & ruang lainnya dan tentu saja para warga dunia tersebut akan merupakan turist potential mungkin besok atau lusa atau tahun depan atau kapan2 (kata Koes Ploes) ber-bondong2 keranah Minang, insya Allah
 
Kita anak bangsa Melayu Minangkabau yang memiliki naluri bisnis yang sejajar dengan si pitok Cino tentu tidak akan melihat ini sebagai sebuah tantangan sebaliknya dengan naluri enterpreneurship yang mungkin masih tersisa hendaknya akan melihat ini sebagai sebuah peluang, So please stop speaking terorist  right now, ok?
 
wasalam
abpiliang

 -----Original Message-----
From: Basri Hasan [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Wednesday, November 20, 2002 11:00 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [RantauNet.Com] Tokoh Minang Siap Tuntut Eidos

Kebetulan sekali sudah teroris yang berasal dari etnik minang kawannya si Amrozi yang sekarang lagi diuber polisi. Masalah besar sekarang ialah banyaknya pelindung dan potensial teroris di minang dan milis ini.
Fahmi memang hebat
Soal Game Berbau Rasis
Tokoh Minang Siap Tuntut Eidos
Reporter : Teguh Budi Santoso

detikcom - Jakarta,Eidos, perusahaan software game yang melansir 'Hitman 2' rasanya bakal tambah dipusingkan akibat produknya itu. Usai protes Suku Sikh selesai, kini warga Minangkabau mempertimbangkan untuk melakukan protes serupa.

Adalah Fahmi Idris, anggota MPR yang juga Penasihat Yayasan Gebu Minang mengungkapkan hal ini. Fahmi yang tengah berada di Mekkah ketika dihubungi detikcom mengungkapkan warga Minangkabau akan sangat terganggu bilamana betul salah satu teroris yang digambarkan dalam game tersebut benar dari suku Minangkabau.

.......cut......... Barat telah mulai memberi cap seenaknya bagi suatu kelompok tertentu tanpa mempertimbangkan aspek lainnya. "Mereka biasa menggambarkan sosok teroris orang Islam, Arab kemudian diperluas lagi Sikh dan sekarang malah Minangkabau," kata Fahmi.

Fahmi boleh jadi benar. Soalnya, setengah dari 6 karakter penjahat yang ada dalam game 'Hitman 2' memang mewakili gambaran itu. Tokoh teroris itu antara lain Charlie Sidjan (teroris asal Minang), Abdul Bismilah Malik (pemimpin suku di Kunduz) dan Dalit (pemimpin agama Sikh).

Bila warga Minang jadi melakukan protes, maka hal itu akan menjadi yang kedua yang diterima Eidos berkaitan game 'Hitman 2.' Sebelumnya, 35 perkummpulan suku Sikh melancarkan protes akibat karakter dalit yang dituduh menghina suku Sikh. Gara-gara protes ini, Eidos meminta maaf dan menghilangkan penamaan Dalit dalam produk selanjutnya.

'Hitman 2' sendiri diluncurkan sejak Maret 2002 silam dan tersedia untuk dimainkan melalui PC, Xbox ataupun Playstation 2. 'Hitman 2' berkategori M alias untuk orang dewasa.

Kirim email ke