Assalamualaikum.Wr.Wb.

Apak Boes nan di hormatii

Sejujurnya saya sgt senang sekali melihat keinginan
Apak yg sering bertanya masalah2 agama ini.Sya saring
mengikutinya.

Pak Boes,saya sengaja tdk membalas pertanyaan2,dan
kebimbangan2 Bapak,pd mail pertama tsb,..maksud saya
tdk lain dan tdk bukan hanyalah utk semua kita
merenungkan dulu dgn baik2.

Pak Boes,.permasalahan daging yg disembelih dgn
menyebut nama Allah,atau tdk ini.serta bgmn dgn
sembelihan org Kafir,yg jelas2 tdk ada disebutkan nama
Allah,masalah Kutek (cat PR di jari tsb,alat2
kosmetika wanita yg bercampur di dlmnya alkohol,obat2
bius,yg ada ganjanya,dlsbgnya,),sebenarnya sdh lama
kami diskusikan di Kairo itu.

Kami Mahasiswa,byk sekali ketika itu mendebat Cak Nur
(Nur cholis Madjid),dlm byk hal.Boleh dikatakan byk
pemikirannya yg tdk masuk akal oleh kami,sehingga
setiap datang ke Kairo,pasti kena sembur terus oleh
kita2 mahasiswa dr Mesir itu.Bahkan tak heran,ada
sebagian Mahasiswa Al Azhar sendiripun yg telah
mengikuti jalur pemikiran Cak Nur ini,setelah ia di
"Cuci otak" nya di Canada sono,atau di Amrika,yg
alasannya adalah tugas belajar selama lebih kurang 6
bln lamanya.Biasanya setiap doktoral tammatan Al
Azhar,selalu di sekolahkan di sono.

Tapi itu semua,tergantung kepribadian masing2,apakah
ia mampu utk bertahan sbgmn semula,atau pemikirannya
tlh berubah akibat "Cuci otak" tsb.Semua tergantung
pribadi masing2.

Berdasarkan penuturan dr Mahasiswa yg pernah belajar
di Canada sono,memang katanya pemikiran kita ttg Islam
yg sebenar2nya telah diusahakan oleh mrk kaum yg tdk
suka Islam tentunya,utk mencoba memutar otak para
mahasiswa,Ulama Islam,kearah pemikiran yg diinginkan
oleh mrk.Ini merupakan salah satu jalan bagi yg tdk
senang Islam,utk menghancurkan pemikiran Ummat islam
itu sendiri,salah satu jalan yg tercepat adalah
melalui Ulama2nya.(ini sengaja saya beritahukan ke
Apak,dan jamaah yg lainnya,dgn maksud utk benar2
seleksi terhadap,persoalan2 Ummat yg semakin hari
muncul persoalan yg sblmnya blm pernah ada di zaman
Rasulullah SAW,tetapi kita dihadapi oleh permasalahan
itu )

Untuk masalah daging sembelihan,yg di sembelih tanpa
nama Allah,itu sudah jelas2 keharamannya,di dlm Al
Qur'an (bisa cek surah Al Maidah ayat 3-5 ).

Apapun alasannya,klu itu sembelihan yg tdk disebutkan
nama selain nama Allah,maka Haram .Ini kaidah dasar yg
hrs kita pegang erat2.

Tapi kita juga hrs ingat,bhw lanjutan ayat tsb ada
kata2 "Maka barang siapa yg benar2 dalam keadaan
terpaksa,bukan terpaksa yg di buat2,dan
berlebih2an,dan disengaja,maka memakan semua yg di
haramkan yg tsb diatas,halal di makan,klu memang
benar2 keadaannya memaksa.Yg bisa kelaparan kita klu
tdk makan daging tsb,atau bahkan membawa
kematian.".(ini yg saya maksudkan bwh Islam tdk
mempersempit ummatnya).

Perlu kita sampaikan di sini,sepanjang ada daging
sembelihan yg disembelih atas nama Allah,dinegeri
tempat kita berdiam,maka haram kita memakan makanan 
disembelih dgn selain  nama Allah tsb.Tetapi bila
memang benar2 tdk ada sama sekali,..Islam tdk mencekek
Ummatnya ,sehingga ia bisa sakit bila tdk makan daging
(salah satu contoh di negeri Jepang sana,saya punya
sahabat kental,yg pernah menanyakan hal semacam
ini,sementara jelas disana tdk ada sama sekali
daging,atau ayam yg disembelih oleh ummat
Islam,otomatis,sembelihannya jelas tdk pakai nama
Allah.

Apakah saya jawab,.."Jgn makan,..bagaimanapun",..bisa2
teman saya ini mati disana akibat tdk bisa makan
daging,kagak mgkn kan daging lembu itu hrs ia sendiri
pula yg menyembelihnya.Dan bila ia mati krn tdk bisa
makan daging yg ada di sana,apalagi musim dingin,yg
butuh konsumsi makanan spt ini lebih tinggi lagi.Bisa2
ia akan sakit,atau mati,maka dosa yg saya pikul
teramat berat,akibat saya melarangnya "jgn makan apa2
yg mrk masak itu ".

Klu saja ada Rasulullah SAW saat ini,..maka dgn serta
merta pula Rasulullah akan mengatakan pd saya
"Qataltihi,..qataltihi.."Kamu bunuh pemuda itu..maku
bunuh ia..",sbgmn pernah Rasulullah mengatakan pd para
Ulama di zaman beliau,atas fatwa mrk yg tdk
membolehkan bertayammum pd lelaki yg sakit di musim
dingin,padahal ia habis junub,blm mandi lagi.Lelaki
tsb mati,krn ia terpaksa juga mandi,ngak di bolehkan
bertayammum oleh para ulama ketika itu.

Kita bisa ambil Qiyas,akan sikap Rasulullah di dlm
penyelesaian Ummatnya.Yg jelas Islam mudah,tapi bukan
utk di permudah begitu saja.
Dalam Al Qur'an pun sdh dijelaskan akan keterpaksaan
tsb.Tapi kita di suruh berusaha dulu,..msh ada ngak
alternatif lain yg lebih di jamin kehalalannya,atau
kebolehannya.Klu benar2 tdk ada jalan lain,Allah saja
Membolehkannya,kenapa kita tdk boleh.

Mengenai keju yg Bapak katakan,bercampur daging
babi,atau apa itu..pokoknya yg tdk halal deh,..saya
kira keju itu kan byk macamnya.Yah jgn di makan keju
jenis itu.Keju yg sdh jelas haramnya koq
dimakan,padahal ada keju yg halal.lagian keju kan
bukan makanan pokok,yg bila tdk makan keju,kita tdk
matikan.Okay yah Pak,..masalah2 semacam ini cukup
banyak,tapi kita ambil saja jalan yg sdh di temntukan
oleh Allah SWT,jgn didengarin kata ulama ini,ulama
itu.Kita Punya Al Qur'an dan Hadist kan,buat pegangan
kita.Klu ngak ada dlm Al Qur'an dan Hadist,pakai
Qiyas,juga Ijma' para Ulama.

Sudahan dulu Pak Boes,.

Wassalam.Rahima.

--- Boes Roestam <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Sdrku Rahima di Kahira yth:
> 
> hamba bertanya, eh balik ditanya pulak...cemana ini?
> :))
> beginilah, semampunya hamba akan melaksanakan isi
> alquran.
> kalau sudah jelas larangannya dan suruhannya oleh
> Allah ta'ala, hamba
> tidak akan me-nawar� lagi. soal sempit tidaknya
> tentu balik kembali, jelas
> kah perintah
> Allah tsb bagi hamba? kalau belum jelas,
> sepatutnyalah hamba akan berguru
> kepada 
> yg lebih tahu. posisi hamba soal keju berrennet
> sudah jelas dan tidak akan
> memakannya,
> apatah lagi daging yg disembelih yg jelas hamba tahu
> tidak dgn nama Allah,
> pastilah
> tidak akan hamba santap. di canada dan banyak tempat
> di amerika, masalah
> daging halal
> boleh diketahui, tidak ada masalah dan mudah
> didapat. entah di jepang dan
> negara�
> lain yg Rahima sebutkan. 
> jadi Rahima sendiri sependapat dgn teman saya tsb
> bahwa ummat islam
> dibenarkan
> memakan daging tanpa perlu tahu bahwa daging itu
> disembelih dgn atau tanpa
> menyebut asma Allah ASAL ketika hendak menyantapnya
> cukup menyebutkan
> menyebut bismillah, begitu?
> dan Cak Nur sendiripun 'mencimeeh' mahasiswa� muslim
> indonesia kalau masih
> pusing� memikirkan mencari daging halal, lebih baik
> pulang saja...hmmm,
> persis.
> (ambo mendengarkan ceramaah cak Nur ketika itu di
> amerika)
> 
> wass,
> Boes
> 
> 
>  
> -------Original Message-------
>  
> 
> ===di kuduang ===


__________________________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail Plus � Powerful. Affordable. Sign up now.
http://mailplus.yahoo.com

RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke