Kalau cuma karena teguran seperti yang dibuat Mak Ban sebagai
anggota KTT telah membuat Rarach patah-patah, aduh...kecewa
berat juga si Evi, karena sudah salah prediksi(hehehe...Saya
memang paling tidak betah ketemu orang yang kegedean ego). Kalau
cuma karena teguran mak Ban atau teguran dari mak Buyuang telah
membuat Rarach ambil langkah seribu, yah, sebaiknya Rarach
memang sebaiknya pergi. Setidaknya untuk si Evi, doi sudah tidak
mengesan kan lagi.Umpama mesin, doi cuma made Taiwan, tidak
tahan banting dan gampang di preteli.

Bye-bye Rarach...

== GM ==

----- Original Message -----
From: "Darwin Bahar" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, November 28, 2002 4:05 PM
Subject: Semoga Rarach Tidak Pergi....Re: [RantauNet.Com]
pemudik, Pamer Kekayaan di Kampung Halaman


> --- In [EMAIL PROTECTED], "rarachm" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya pikir teguran Angku Bandaro kepada Rarach adalah teguran
sayang.
>
> Saya pikir tulisan-tulisan Rarach yang tajam (Apa ada orang
Minang
> yang lidahnya tidak tajam  sih) mengandung pesan-pesan yang
seharusnya
> kita terima dengan lapang dada, untuk kebaikan bersama. Saya
pikir
> Rarach berbicara mengenai prioritas, lebih penting mana saat
> ini---misalnya---mebangun rumah ibadah atau meletakkan
dasar-dasar
> untuk mebangun kembali "industri otak" di tanah kelahiran
tercinta.
>





RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke