dibawah ini saya copy tulisan yang mungkin ada
manfaatnya bagi kita selaku umat islam dan warga
negara indonesia.


Dimona Micro Nuclear

Dimona Micro Nuclear atau sebut saja Nuklir Mikro
Dimona nama bom yang 
menggemparkan itu. Menurut sejumlah teman-teman
di Legian kepada saya, semula yang diledakkan adalah
gedung sebelah 
kanan 
depan seberang jalan dari Sari Club. Tidak
terlalu dahsyat. Tapi cukup untuk membuat semua orang
pada keluar ke 
jalanan Legian itu. Dan ketika ratusan orang sudah
keluar, termasuk deretan kendaraan-kendaraan yang
terkena macet di situ 
�� 
terdengar semacam desis dan sesuatu
dilemparkan, entah missile entah semacam rudal kecil.
Entah ia berasal dari atas dan ditembakkan, atau
semacam tertanam di 
tanah, 
sesaat kemudian terjadilah ledakan sangat
dahsyat. Bunyi ledakan terdengar sampai radius 30 mil.
Semua masyarakat 
Denpasar yang mendadak sontak keluar rumah
menyaksikan jamur asap raksasa di atas pinggiran kota
itu.

Jamur Api Raksasa Meledakkan Peradaban
Bom itu bukan hanya meledakan Legian Denpasar, bukan
sekedar meledakkan 
pemerintah dan negara Republik Indonesia, tidak
hanya meledakkan peradaban modern ummat manusia. Bom
itu bukan hanya 
menimbulkan jenis kerusakan fisik yang spesifik, di
mana bangunan-bangunan yang ratusan meter letaknya
dari puat ledakan 
pun 
mengalami ambrol atau prothol. Bom itu bukan
hanya memiliki daya destruksi dalam percepatan yang
hitungan perseratus 
sekon, sehingga ada seseorang yang dua jarinya
masih menggenggam sebatang rokok namun kepalanya telah
hilang.
Bom itu bukan hanya menghasilkan eskalasi kerusakan
yang 
bertingkat-tingkat 
berdasarkan skala jarak dari pusat
ledakannya. Di lingkar pertama sekitar sepuluh meter
tak ada benda yang 
kemudian masih bisa diidentifikasi kecuali
menjadi abu. Radius di luarnya menunjukkan jenis yang
tidak biasa dari 
keterbakaran daging dan kulit. Radius lebih jauh
lagi Anda menyaksikan daging darah dan ludesan tulang
yang menempel di 
dinding-dinding, seolah-olah cat timbul yang
digoreskan oleh tangan seorang pelukis.

Pembomnya Sungguh Baik Hati��
Lebih dari itu munculan jamur api raksasa yang
menunjukkan bahwa ia 
nuklir 
tidak diikuti oleh tanda-tanda radiasi
sebagaimana lazimnya aktivitas nuklir. Para ahli,
apalagi sekedar 
mahasiswa 
Teknik Nuklir, belum pernah menemukan buku
pelajaran tentang nuklir tanpa radiasi. Anda mungkin
nyeletuk: lucu. 
Kalau 
memang mau membunuh orang, kenapa repot-
repot menghilangkan radiasi. Apakah pembombnya adalah
orang yang baik 
hati, 
yang kalau mau menusuk orang dengan pedang,
dihilangkan dulu Fe2SO4 dari permukaan pedang, agar
yang bersangkutan 
meninggal tapi tidak keracunan. Jadi pembomnya
sungguh baik hati��
Padahal katanya jamur api itu bisa jadi terdiri atas
99,78% plutonium 
239 
sebagaimana yang terukur lewat Lembaga
Fasilitas Nuklir di Negev Desert. Bom yang diledakkan
dengan remooth 
control berdiameter lebih kecil dari 6 inchi
menghasilkan kebakaran amat dahsyat yang secara ilmiah
diukur sebesar 
�� 
00.000 derajat centigrade�� Hanya dalam waktu
sekitar seperlima sekon segala benda di situ diubah
menjadi 
berpemandangan 
yang semua pihak mengatakan belum pernah
disaksikan orang yang semacam itu sebelumnya.

Coba Uji Kemampuan Bom Amrozi
Seandainya saya seorang ahli fisika, ekspert kimia
atau nuklir, tentu 
saya 
punya kemampuan ilmiah untuk menjelaskan
kepada Anda secara lebih rinci dan ilmiah hal-hal
teknis mengenai bom: 
apa 
saja bahannya, hakekat-hakekat alami maupun
ramuan teknologis bahan-bahan itu, kenapa punya daya
ledak, bagaimana 
metoda memandunya menuju ledakan, seberapa dahsyat
daya ledaknya, berapa ribu jenis bom dan apa saja
namanya ��serta 
segala 
sisi faktual lain mengenai apa yang disebut bom.
Tapi tidak. Tidak. Saya bukan pakar. Saya seratus
persen awam tentang 
itu. 
Anda mungkin sedikit banyak tahu tentang
teknologi bom, tapi saya tidak tahu.
Anda mungkin punya pengetahuan dan pengalaman
setingkat Amrozi, tapi 
kalau 
Amrozi dan Anda diuji di suatu tempat yang
aman untuk merakit bom dan meledakkannya. Kalau Anda
berdua membuktikan 
sanggup menghasilan ledakan sedahsyat di Legian
dan dengan sifat hasil ledakan yang sama, maka Anda
bisa dipercaya 
orang 
sebagai pelaku pemboman legian. Tapi kalau
upaya Anda berdua paling jauh hanya menghasilkan
seperseratus dibanding 
kedahsyatan seperti yang terjadi di Legian,
Bali, bahkan mungkin lebih remeh dari itu, seluruh
dunia akan tertawa 
pada 
kekonyolan Anda berdia.

Harus 3-4 Konteiner dari Pindad

Saya berada di lokasi ledakan itu dan melakukan shalat
malam dua malam 
berturut-turut, melihat seluruh sisinya, dan
tidak bisa membayangkan bahwa kehancuran fisik semacam
itu bisa 
dilaksanakan jika tidak terkait dengan akses ke
negara-
negara ampuh seperti Israel atau Amerika Serikat, atau
paling kurang 
Inggris, Perancis, Rusia atau RRC.
Ahli fisika kimia nuklir tentu mengerti bahwa bahan
yang dibikin oleh 
Pindad Malang atau sejumlah material yang
ditemukan di tempat Amrozi, baru masuk akal untuk bisa
menghasilkan 
kedahsyatan seperti di Legian -- kalau benda-benda
itu sebanyak 3-4 konteinier ��itupun hasil
kerusakannya berbeda, 
karakter 
ledakannya berbeda, gambar asapnya berbeda,
peta kehancurannya berbeda, cara ludesnya badan
manusia dan barang 
berbeda, 
jenis terbakarnya kulit berbeda, juga tanpa
kubangan��besar seperti yang ada di Legian itu.

Makrifat Amrozi

Oleh karena itu kalau Amrozi mengaku dan dipandang
oleh mata seluruh 
bumi 
dan langit sebagai pelaku pengeboman di Bali,
bagi pandangan keawaman saya: itu adalah ilmu makrifat
yang sangat 
tinggi.
Mungkin Amrozi berpengalaman sebagai tentara Mujahidin
di Afganistan 
bersama Osamah bin Laden. Sebelumnya bisa jadi
pernah sekolah intelegen di Amerika dan sekolah
terorisme di Italia. 
Diam-diam bukan tak mungkin ia pernah studi di
Harvard University dan kenal dekat sama Samuell
Huntington, sehingga 
tahu 
persis hutan rimba perpolitikan dunia dan
terorisme internasional. Siapa tahu Amrozi juga pernah
jadi anak 
angkatnya 
Muammar Khaddafy, lama menjadi anggota Hamas,
bahkan mempelajari semua wacana Ikhwanul Muslimun.
Sungguh makrifat.
Dan jangan sekali-sekali menanyakan kepada saya
tentang makrifat, 
karena 
syariat saya saja masih kepontal-pontal ��
sehingga sejauh apapun saya bisa mengemukakan tentang
ini semua, tak 
lebih 
dari common sense. Seluruh yang tertulis di
sini tidak punya kredibilitas atau keabsahan untuk
dijadikan wacana 
ilmiah 
atau hukum. Saya rakyat biasa dan Anda juga,
tetapi justru karena kita rakyat biasa maka kita juga
memerlukan 
bahan-bahan atau sekurang-kurangnya analisis-analisis
untuk menenangkan hati tentang sesuatu hal. Kalau
Negara, pelaku hokum, 
kepolisian, media massa, memberitakan sesuatu
yang tidak membuat rakyat yakin pada kebenarannya,
maka rakyat memiliki 
hak 
untuk membangun kebenarannya sendiri.

Sinso, Bensin campur Rinso

Apalagi saya bukanlah orang yang bertempat tinggal
secara formal di 
wilayah-wilayah politik, sedangkan belum pernah ada
bom diledakkan tidak karena dan oleh tangan politik.
Mungkin Anda 
pernah 
mangkel sama orang lantas melemparkan Molotov
atau Sinso (bensin campur rinso) ke atap rumahnya
��tetapi orang 
menyebut 
itu mercon. Kemangkelan Anda itupun
sesungguhnya adalah sebuah peristiwa politik dalam
skala antara Anda 
dengan 
orang itu.
Tentu saja sebagai warga suatu negara otomatis kita
berada dalam 
bingkai 
politik, dan kita sendiri adalah pelaku politik.
  Tentu juga setiap bidang, dari ekonomi sampai
olahraga -- ada habitat 
politiknya dan juga bisa terkait dengan bidang
politik. Yang saya maksud bukan itu, melainkan bahwa
saya bukan aktivis 
dunia politik praktis, dan juga bukan pengamat
politik atau analis atau pakar politik.
Artinya saya tidak termasuk orang politik. Yang kalau
ada nyamuk 
berdengung 
ia bisa menakar bunyi dengungan itu secara
politik. Bisa memperkirakan nyamuk jenis apa yang
berdengung, bisa 
menganalisa kenapa yang berdengung nyamuk yang itu
dan bukan yang ini. Mampu menghitung apa sebabnya
dengung itu 
dibunyikan 
pada malam hari dan tidak sore tadi. Sanggup
menteorikan sampai berapa lama dengung itu terdengar.
Sanggup juga 
mengukur 
yang berdengung itu nyamuk dari golongan
apa, aksesnya ke mana saja, punya omset dana politik
berapa, siapa 
operator 
di balik dengung itu, untuk kepentingan apa
dengung itu diperdengarkan, dan seterusnya dan
seterusnya.

Satu Dunia dalam Kasih

Politisi dan analis politik bisa mencari dan menemukan
keterkaitan bom 
Bali 
dengan berbagai macam konteks politik. Bisa
dihubungkan misalnya dengan konsep One World in Peace,
satu dunia dalam 
kasih. Dengan the Choosen Community, ummat
terpilih, yang diberi hak oleh Tuhan untuk memimpin
alias menguasai 
dunia, 
sehingga diperlukan penetrasi, kolonialisasi,
imperialisasi dan hegemoni kalau bisa ke seluruh
negara-negara di muka 
bumi 
��tentu saja tidak lagi secara kasar dan
eksplisit seperti di abad-abad silam ��demi
kepemimpinan dunia yang 
diperintahkan oleh Tuhan menurut yang bersangkutan.
Itu juga berarti perekonomian seluruh dunia harus
berada di kendali 
tangan 
sang pemimpin. Tambang-tambang emas harus
didatangi dan dirampok secara halus dan penuh siasat
sambil memaksakan 
ukuran-ukuran managemen dan administrasinya.
Kilang-kilang minyak dicaplok dengan berbagai macam
cara, misalnya 
dengan 
lagak seakan-akan ingin melindungi negara
minyak, atau bikin perkara besar-besaran agar
psikopolitik 
internasional 
mengizinkan penyerbuan sang pemimpin ke negara
yang diincar sejak semula.
Semua pos kekayaan di muka bumi dipetakan, dirapatkan
dan dilakukan 
secara 
bertahap penaklukan-penaklukan yang canggih,
melalui pembentukan opini di media-media, sampai
dialektika politik di 
balik wajah setiap pemerintahan, kalau perlu
sampai langkah-langkah militer yang seluruh otak di
dunia dipaksa 
membenarkan alasan-alasan yang dikemukakan oleh sang
pemimpin.

Politik dan Garong

Salah satu cara menguasai suatu negara adalah dengan
menciptakan isyu 
bahwa 
di negara itu banyak garong. Penduduk
senegara itu habis waktunya untuk berdebat ada garong
atau tidak. 
Istilah 
garong ini sangat relatif sehingga tidak
mungkin ada suatu masyarakat yang berani merasa bahwa
di dalam 
lingkungannya tidak ada garong. Kemudian kalau negara
yang bersangkutan tetap saja tidak mau mengakui bahwa
di negaranya ada 
garong, maka Pak Jogoboyo bisa dibayar untuk
menciptakan keributan sehingga dunia akan menyimpulkan
bahwa di negara 
itu 
memang ada garong.
Kalau masih ngeyel tidak mau mengakui juga, maka sang
pemimpin dengan 
gampang akan mengirim garong ke negara itu. Garong
yang benar-benar garang, sehingga mau tak mau negara
itu akan mengakui 
bahwa di dalam dirinya ada garong. Itupun garong
yang didatangkan tidak harus orang dari negara sang
pemimpin. Bahkan 
bisa 
juga sang pemimpin sendiri tak usah
berinisiatif untuk mengirim garong. Sebab banyak
anak-anak buah sang 
pemimpin, termasuk yang berada dalam negara yang
dituduh ada garong ��yang dengan rela hati menciptakan
garong itu, demi 
persembahan kepada sang pemimpin.
Apalagi di negara yang dituduh ada garong itu terdapat
banyak 
kelompok-kelompok yang beradu kepentingan. Yang untuk
mewujudkan kepentingannya itu sangat diperlukan
dukungan dari sang 
pemimpin. Jadi untuk muncul garong-garong, sangat
banyak jalannya.

Andai Pelakunya Amerika

Seandainya saya seorang wartawan, tentu saya akan
berusaha untuk tidak 
gampang terseret oleh nyanyian-nyanyian garong.
Fungsi wartawan yang primer bukanlah penjual berita,
melainkan patriot 
kebenaran, pahlawan obyektivitas, prajurit
kejujuran, pendekar kecerdasan ��sehingga tidak setiap
yang masuk 
telinga 
langsung dikeluarkan lewat mulut. Harus lewat
otak yang jernih dulu serta melalui hati yang tulus.
Kalau narasumber sangat mengarahkan opini bahwa yang
melakukan pemboman 
di 
Bali adalah Amerika Serikat sendiri, otak
saya akan bertanya: Apakah pada hari-hari berikut
sesudah pemboman AS 
melakukan tekanan-tekanan kepada pemerintah
Indonesia sepadan kadar tekanan itu dengan dahsyatnya
bom yang 
diledakkan? 
Bukankah seharusnya dengan bom nuklir mikro
yang tan kinoyo ngopo itu Amerika punya peluang
menyeluruh untuk bikin 
Indonesia merangkak-rangkak di depan kakinya?

Sudah saatnya Indonesia di-kremus?

Atau apakah memang sudah tiba babak skenarionya untuk
meludeskan 
Indonesia 
Raya? Apa tidak menunggu usainya Irak, Iran
atau Lybia? Memang sejak tahun 1986 drama itu sudah
dimulai, tetapi 
apakah 
pemerintah Republik ini sedemikian kokoh dan
berkarakternya sehingga diperlukan bom sedahsyat itu
untuk memaksanya 
menuruti kehendak Amerika? Apakah pemimpin-
pemimpin Indonesia ini sedemikian patriotisnya?
Sedemikian kukuh 
memegang 
prinsip nasionalismenya?
Apakah tim politik Amerika Serikat cukup bodoh untuk
tidak tahu bahwa 
pemimpin Indonesia tidaklah memimpin Indonesia dan
melindungi rakyatnya? Bahwa nasionalisme sudah hampir
kikis sama sekali 
digantikan oleh kepentingan golongan, egoisme
kekuasaan, kerakusan ekonomi dan kekerdilan jiwa?

Menyakiti Sahabat Setia

Juga, jika Amerika Serikat yang menginisiatifi
pemboman di Bali, apakah 
lambat atau cepat akan tidak terjadi pergolakan
di kalangan rakyat Australia? Pemerintah Negara benua
selatan ini 
demikian 
cinta dan setia kepada Amerika Serikat,
gondelan bajunya terus dan bersedia mewakilinya untuk
merebut Timor 
Timur 
dari Indonesia. Sedemikian tegakah hati
Amerika Serikat untuk melenyapkan nyawa ratusan warga
negara yang 
begitu 
loyal kepadanya? Juga apakah itu bukan
pengkhianatan yang kelak akan membikin rakyat Aussie
marah? Ataukah 
rakyat 
Australia dikempongi, dibikin tidak mengerti
apa yang sesungguhnya terjadi?
Ada yang mengatakan bahwa beberapa hari sebelum
pemboman Bali sudah ada 
pemberitahuan rahasia dari Deplu AS kepada
pemerintah sejumlah negara, dan ini membuat seorang
menteri Taiwan 
dipecat 
karena membuka rahasia. Kalau ini benar,
kenapa logika opininya tidak berkembang? ��Saya
sebagai (seandainya) 
wartawan tidak punya bahan apapun untuk mengambil
kesimpulan kemudian menonjolkan kecenderungan opini
ini dalam politik 
pemberitaan.

Jauhkan Dunia dari Islam

Benarkah Agenda Norrenberg sedang digulirkan di tanah
air? Benarkan 
Perang 
Salib benar sudah dijalankan? Orang bilang
masyarakat elite pemimpin dunia sangat percaya dan
meyakini kehebatan 
nilai-nilai Islam. Hal itu membuat mereka gelisah,
sebab kalau Islam berlaku maka tak akan ada
super-power, tak ada 
hegemoni 
atas tetangga-tetangga, dunia jadi adil dan
samarata, penuh tasammuh dan prinsip multi-kultural.
Tidak enak yang 
begini 
ini bagi orang-orang kuat. Orang kuat butuh
orang lemah. Sementara Islam menganjurkan sama kuat
atau sama lemah.
Maka harus dilakukan dua hal. Pertama, menghindarkan
masyarakat dunia 
dari 
kemungkinan untuk mengetahui nilai-nilai
Islam secara benar. Ini diselenggarakan melalui
jurnal-jurnal ilmu, 
politik 
buku-buku, ketimpangan pemberitaan di media
massa, serta segala perangkat apapun yang mungkin
dipakai. Pokoknya 
Islam 
harus digambar buruk, kejam, bodoh,
terbelakang, kampungan��.meskipun tiba-tiba dianggap
canggih dituduh 
mampu 
menghancurkan WTC dengan pesawat yang
pilotnya lebih canggih dari pilot F-16! ��Alhasil apa
pentingnya saja. 
Kadang disebut bodoh, untuk kepentingan lain
disebut pandai. Sekali disebut terbelakang, untuk
kepentingan 
berikutnya 
Islam disebut sangat canggih kemampuan
teknologisnya.

Jauhkan Kaum Muslimin dari Islam

Kedua, menjauhkan Ummat Islam dari nilai-nilai Islam.
Apapun saja 
caranya, 
ditempuh, yang penting makin banyak orang
Islam menjadi luntur kepercayaannya kepada Islam. Bisa
lewat pemikiran 
Islam baru yang corong dan lembaganya dibiayai
besar-besaran. Bisa lewat guyuran produksi kebudayaan
yang membuat 
orang 
Islam tak sempat akrab dengan Tuhannya. Bisa
dengan pura-pura masuk Islam agar menjadi Mujtahid dan
melontarkan 
gagasan-gagasan keislaman yang membuat orang Islam
ragu-ragu terhadap Islam. Atau dengan cara pakai
jilbab tapi melakukan 
perbuatan-perbuatan yang menghina Islam, dst.
Benarkan ini? Apakah sebagai (seandainya) wartawan
saya selalu yakin 
tahu 
dan mengerti benar tentang apa yang saya
dengar dari narasumber dan yang kemudian tanpa rasa
salah langsung saya 
beritakan di koran saya? Ada seribu versi info
dari intelejen dan ada berjuta-juta versi berita dari
warung-warung 
kopi.
Sesungguhnya tidaklah saya benar-benar yakin pada apa
yang seakan-akan 
saya 
ketahui. Jadi, sebaiknya karier utama hidup
saya adalah baik-baik sama Tuhan dan baik-baik sama
manusia, sari skala 
yang paling kecil, terserah sampai sebesar apa.
Seandainya benar Amerika Serikat seperti yang
diomong-omongkan itu, 
saya 
harus berdoa: ya Allah sayangilah saudaraku
Amerika, kasihanilah tetanggaku Amerika. Berilah ia
kesejahteraan 
ekonomi 
agar tidak lagi melirik beras tetangga.
Anugerahilah ia ketulusan hati agar rela untuk berdiri
bersama dan 
duduk 
bersama seluruh penduduk dunia��

Kalau Gitu Jangan Berani-berani sama Orang Islam

Kalau yang ngebom Legian adalah orang Islam,
kelemahannya ada lima.
Pertama, kelompok Islam mana yang justru punya akses
ke lembaga nuklir 
AS 
dan Israel. Kedua, kalau memang sanggup
melakukan pengeboman sedahsyat itu kenapa memilih
Bali, kenapa tidak 
minimal Singapura, atau Inggris atau Peransis, atau
sekalian Amerika Serikat lagi. Ketiga, kalau sasaran
Bali atas 
pertimbangan 
akhlaq dengan memandang Bali sebagai tempat
makshiat, kenapa bukan Las Vegas atau Hongkong atau
Macao? Keempat, 
kelompok Islam itu tidak akan mau menyusahkan Kaum
Muslimin di Indonesia dengan mengebom Bali. Kelima,
dunia Barat sendiri 
yang mengatakan selama ini bahwa Ummat Islam
adalah masyarakat yang terbelakang, bodoh, miskin dan
kampungan: 
bagaimana 
mungkin ia mampu menghancurkan WTC dan Legian
dengan senjata kelas super-power.
Dan kemudian kita dikasih tahu oleh Polri dan media
massa bahwa Amrozi 
punya kecanggihan setingkat petugas Mossad, FBI
atau CIA. Lamongan memiliki kapasitas intelegen dan
militer setingkat 
Pentagon. Tokoh bahan kimia kios kecil yang
kelihatannya remeh ternyata tidak kalah kapasitasnya
dengan markas KGB. 
Itu 
baru Lamongan, belum Bojonegoro, belum
Blitar, Kediri, Jombang, Jember, Pasuruan,
Probolinggo. Itu baru Jawa 
Timur, belum Jateng, Jabar, Sulsel dan wilayah-
wilayah lain Indonesia. Itu baru Amrozi, belum
Amghozi, Amgoni dan 
Amsori.
Kalau begitu wahai dunia, wahai Amerika Inggris Israel
Australia dan 
siapa 
saja: jangan berani-berani sama Islam! Cukup
satu dua orang dari Lamongan saja ampuhnya kayak gitu.
Bagaimana kalau 
Anda 
harus menghadapi pasukan-pasukan dari
Ponorogo, Madiun dan Ngawi yang warok-warok?

At-Taubah dan WTC

Bukankah peristiwa Legian tepat setahun sebulan sehari
sesudah kejadian 
WTC? Kalau saya ingin menjelekkan nama orang
Islam maka saya merampok dan meninggalkan peci dan
serban di lokasi 
rampokan, sehingga orang berkesimpulan yang merampok
adalah orang Islam. Pemboman Bali dilakukan indikatif
ke WTC untuk 
menjebak 
penyidik atas kesamaan pelakunya. Kalau yang
ngebom WTC orang Islam, maka kalau ia juga ngebom
Bali, tentu akan 
menghindarkan indikisi apapun antara keduanya.
Bahkan seandainya yang menghancurkan WTC adalah orang
Islam, tentu 
bukan 
karena mereka baca surat At Taubah dulu. Juz ke
11, surah ke 9, jumlah kata-katanya 2001. Pada ayat ke
109 (banyaknya 
tingkat WTC) Allah memberi pilihan tentang mana
yang baik: apakah gedung yang didirikan di atas jalan
taqwa, ataukah 
gedung 
yang didirikan di sisi jurang yang
memperosokkan, yang akan dihancurkan oleh Allah dan
masuk neraka 
bersama 
penghuninya? Jurufin Harin, Juruf Har��alan di
salah satu sisi gedung WTC adalah Jerf Harr
Atau mungkin orang Amerika waktu akan membangun gedung
itu membaca dulu 
surat At Taubah. Tingginya 109 sesuai dengan
ayat 109 yang bicara tentang gedung. Juga dicari
tempat yang nama 
jalannya 
mirin Jurufin Harin. Kemudian berdoa semoga
gedung itu diruntuhkan pada tgl 11 September 2001��

Wama adrokama alQaeda?

Bagaimana kita membuktikan bahwa yang menghancurkan
WTC dan bukanlah 
AlQaeda? Dan yang membom Legian bukanlah kelompok
Islam?
AlQaeda. Ma adroka malQaeda�� Saya tidak punya data
tentang organisasi 
itu, 
markasnya di mana, ketuanya siapa, anggota
jaringannya siapa saja, omset kekayaannya berapa,
kegiatannya apa dan 
di 
mana saja. Yang saya pernah dengar AlQaeda itu
julukan dari Amerika Serikat kepada tentara Mujahidin
Afganistan 
termasuk 
Osamah yang dilatih oleh pasukan khusus AS
melawan Uni Sovyet, tapi usai perang mereka tidak mau
bergabung dalam 
rancangan-rancangan AS.
Ketika Spanyol menjajah pulau-pulau Luzon dll yang
sekarang disebut 
Filipina, ada masyarakat daerah selatan di kepulauan
Mindanao yang tidak mau taat kepada Spanyol. Oleh
Spanyol mereka 
dikutuk: 
Moro!�� Artinya: Bajingan!�� Maka sekarang
orang Mindanao malah menyebut dirinya Bangsa Moro, dan
merasa sejak 
dulu 
memang Filipina itu tidak ada. Demikian jugalah
AlQaeda.
Maka Anda perlu menolong kita semua untuk memberi
data-data tentang 
AlQaeda 
secara rinci.

Kalau begitu siapa yang nge-bom Bali?

Ketiga, saya bukan petugas hukum, bukan polisi, bukan
pengacara dan 
bukan 
pengamat masalah-masalah hokum. Jadi tidak ada
yang bisa harapkan dari saya.
Mungkin drug-war, perang obat bius. Mungkin mangkel
pada Australia yang 
sok 
pahlawan di Timor Timur sehingga kenikmatan
proyek Timtim terhenti. Mungkin persembahan kepada AS.
Mungkin warning 
kepada pemerintah Indonesia sekarang dan yang
akan datang, sekaligus menatapa kekuasaan tahap
berikutnya. Mungkin 
mesin 
bisnisnya di Bali dirusak lawan mainnya.
Mungkin karena reformasi ini sok pintar padahal lebih
korup disbanding 
Orba. Mungkin karena Bali selama ini disebut
milik internasional sehingga tidak akan tersentuh
bahaya. Mungkin 
persaingan antar institusi keamanan negara. Mungkin
Polri cukup tahu siapa sebenarnya pelakunya, tapi
mereka tidak berkutik 
selain menuruti scenario yang dipandu mulai KTP
yang sengaja dicecerkan. Mungkin��ungkin��ungkin. Apa
yang pasti di 
Indonesia?
Silahkan Anda menelusuri sendiri, atau mungkin seumur
hidup kita rakyat 
kecil tidak pernah sungguh-sungguh tahu apa yang
dilakukan oleh elite pemerintahan negara. Tidak pernah
benar-benar tahu 
siapa yang melakukan apa. Juga sebaiknya Anda
konsentrasi pada akhlaqul karimah di skala kehidupan
Anda 
masing-masing. 
Anda jangan gampang dirayu, jangan gamoh
dibakar semangat jihad Anda oleh orang yang sebenarnya
hendak 
menjerumuskan 
Anda. Didatangi rumah Anda, dipuji-puji
semangat Islam Anda. Anda diajak berjihad, dikasih
macam-macam hal 
sapai 
Anda berhutang budi, senang dikasih biaya, dan
bangga disuruh menyimpan sejumlah mesiu, senjata dan
alat-alat leda ala 
kadarnya. Anda merasa Anda orang hebat, kemudian
tiba-tiba ada ledakan ��dan Anda yang kemudian menjadi
lakonnya.

Salamun ��la Nuhin fil��lamin
Cak Nun

Source :aspemi@net

* * * * * * * * * * * * * * * * * *
Association of International Education, Japan (AIEJ)
Jakarta Representative Office


__________________________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail Plus - Powerful. Affordable. Sign up now.
http://mailplus.yahoo.com

RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke