Assalamualaikum wr.wb!
"Evi",mamak baru saja kembali tadi sore waktu Marseille,dari Paris
biasalah untuak bersiltarurrahim dengan kerluarga KBRI terutama dengan
komunitas Islam nan memulyakan dan menyemarakkan serta mengaktifkan ma-
lam-malam Tarawih Ramadhan.Sewaktu di KBRI,malamnya berkesematan cera-
mah Ramadhan dihadapan komunitas Muslim dan Muslimah nan sebagian terbe-
sar adalah anak-anak remaja.
"Evi" tahu,setiap kali mamak berada di mimbar apalagi nan bernafas-
kan uraian tentang Islam,mamak selalu gamang dan takut,karena "cinta" yg
mamak miliki untuk "berbicara" dengan Allah rabbul izzati,belum mencapai
kesempurnaan seperti Jalaluddin Rumi,tokoh sufi yang "Evi"kagumi dan ge-
mari.
Berbicara tentang Jalaluddin Rumi,apalagi menjadi "penggemarnya",
Evi harus mermulainya dari perasaan cinta kepada orang yang Evi kagumi
itu.Cinta bagi Rumi adalah bagian hidupnya yang totalitas diserahkan ke-
pada Yang dicintainya,Allah swt.Setiap denyut nadinya,setiap butir darah
nya adalah perhambaan cinta kepada Ilahi Rabbi.
Syair-syair yang Evi kirimkan kepada mamak(banyak terimakasih),semu
la bukan ditujkan kepada Yang Maha Penscipta,tapi ditujukan kepada sang
kekasihnya,guru nan sangat dihormatinya,yang telah merobah jalan hidup
Rumi secara dahsyat,namanya ialah Syasmsi-al Tabriz.Bagi Rumi gurunya
ini adalah segala-galanya sehingga para murid Rumi dan pengikutnya menja
di cemburu.Sampailah pada suatu masa,sang Guru meninggalkan Rumi tanpa
pamit.Rumi kehilangan keseimbangan,kehilangan jati dirinya,sehingga dia
berkelana dari satu tempat ketempat lain,mencari,mancari gurunya itu.
Sampailah Rumi pada satu kesadaran bahwa dirinyapun masih bisa berhu
bungan dengan "gurunya itu"melalui syair-syair kesedihan,kepiluan,pengha
rapa,kegelisahan,perhambaan,kekudusan,dan makrifat kepada Allah.Guru yg
lebih tinggi bagi Rumi kini adalah Allah swt,kekasih yang sangat disaya-
nginya siang dan malam.Kalau Rumi sudah masuak dalam wirid ke Ilahian,ma
ka ia akan mengalami ekstase sambil berputar mengikuti irama langkah dan
qalbunya.
"Evi",kalau Evi penggemar Rumi,agar nyandak kata rang Betawi,dengan
sang idola Evi ini,mamak menganjurkan,mulailah,menyelami kesufian Rumi,
memahami Rumi Evi,sama dengan memahami untuk menjelajahi lautan dalam.
Kalau sekarang Evi baru sebagai penggemar,itu sama halnya Evi berdiri
baru berdiri dipinggir pantai,air laut baru sebatas betis Evi,ketengah
lagi,makin jauh,makin jauh,Evi akan kehilangan dasar berpijak,sedangkan
laut semakin dalam.Maukah Evi tenggelam,mati lemas tanpa daya,sedangkan
kedalaman laut belum dapat Evi sentuh.Kemenakanda,masih ada jalan dan ca
ra untuk menjelajahi lautan dalam itu yang dikandung oleh kesufian Rumi.
Evi perlu melengkapai diri Evi dengan peralatan nan cocok untuk lautan
dalam.Demikian juga dengan Rumi,Evi mau tidak mau harus mencari,mencari
cara Rumi menemui Tuhannya.Adakah jalan utuk kesana bagi Evi,ada.Kemau
an nan ihklas.
Segala puji bagi Allah,mamak telah berkesempatan melihat dari dekat
ritualitas ajaran Rumi di tempat asalnya di kota Koniya,Turki,tahun '83
setiap bulan Muharram,selalu diadakan festival dan pertunjukan tasauf
Rumi ini.Mendebarkan,syahdu,sangat religi,ketika para murid dengan pakai
an khusus menari berputar-putar diiringi oleh irama gendang khusus un-
tuk itu.
Evi,inilah balasan mamak atas syair Rumi nan Evi kirimkan kepada ma-
mak.Sekali lagi terimakasih atas kiriman itu dan selamat mencari cinta-
nya Rumi.Selamat berpuasa.Mamak Buyuang,Marseille.
_________________________________________________________________
STOP MORE SPAM with the new MSN 8 and get 2 months FREE*
http://join.msn.com/?page=features/junkmail
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

