Title: Maize

Senin, 16-12-02 09:00 wib

Cakak Banyak di Bukik Sileh Nyaris Membawa Petaka Besar

SOLOK, Mimbar - Perkelahian antara sejumlah pemuda Kampung Batu Dalam dengan Koto Laweh, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok, Jumat (13/12/2002) nyaris menyulut perang antarkampung (Tarkam) Untunglah aparat keamanan dari Polsek Lembang Jaya yang diperkuat pasukan pengendalian massa (Dalmas) Polres Solok cepat bertindak dan berhasil mengendalikan situasi, sehingga perkelahian yang terjadi saat hari pekan di Bukik Sileh (pusat Kecamatan Lembang Jaya) itu tak sempat meluas.

Asisten I Sekda Kabupaten Solok Drs. Aliman Salim yang dikonfirmasi ke kediaman nya menyebutkan perselisihan itu dipicu oleh masalah sepele. Namun hal-hal kecil itu jika tidak segera diantisipasi dikhawtirkan akan melahirkan petaka besar.

Menurut Aliman, cakak banyak bermula dari perselisihan antara sekelompok pemuda Kampung Batu Dalam dengan Koto Laweh. Namun lantaran kejadiannya berlangsung di Pasar Bukik Sileh, memaksa pemuda setempat terseret dalam perkelahian itu, tak pelak �cakak banyak tak bakatantuan�, lantaran tidak jelas lagi mana lawan dan mana yang kawan, semakin meluas.

Perkelaihan terjadi sekitar pukul 17.30 WIB dan berakhir dengan kesepakatan perdamaian sekitar pukul 23.00 WIB. Korban menderita luka ringan di bagian kepala adalah Santun, pelajar kelas 1 SMU 3 Solok. Korban yang merupakan warga Koto Laweh itu saat ini masih terbaring di RST Solok.

Masih menurut Aliman, begitu mendengar terjadinya perkelahian sekitar pukul 15.00 WIB, pihaknya langsung menuju Bukik Sileh. Begitu sampai, ia melakukan pendekatan persuasif melalui jalur Ninik Mamak dan tokoh masyara kat setempat.

Upaya Aliman mendapat sambutan baik dari masyarakat lantaran suatu ketika Asisten I tersebut pernah menjadi camat di daerah itu. �Saya bersyukur karena sebagai mantan Camat Lembang Jaya, sangat mudah buat melakukan pendekatan,� ujar pamong senior di Kabupaten Solok itu.

Dikatakan, perkelahian berakhir dengan perda maian itu bisa di tempuh selama 5 jam. Melalui pendekatan primordial serta dengan membuka �tambo�, akhirnya masing-masing pihak bisa didamaikan karena menyadari antara warga dalam tiga nagari tersebut adalah se rumpun. �Perselisihan warga ketiga nagari tersebut ibarat cabiek-cabiek bulu ayam,� ungkap Aliman.



Ada 5 item perjanjian sebagai muara dari perdamaian yang diikrarkan malam itu. Pertama, sebut Aliman, masing-masing nagari menyadari bahwa mereka sebenarnya serumpun, sehingga perkelahian tersebut sangat disesalkan.

Kedua, semua sepakat untuk memproses secara hukum terhadap oknum pemicu perke lahian tanpa peduli siapa pelakunya. Terhadap hubungan antar nagari selanjutnya, melalui jalur ninik mamak, diupayakan agar segera menje batani harmonisasi tersebut. Sedangkan biaya pengobatan terhadap korban dibebankan kepada ketiga nagari tersebut.

Kapolsek Lembang Jaya Ipda Yus Eri yang dikonfirmasi via telepon saat kejadian tidak berhasil dihubungi. Namun dari petugas Polsek setempat, Brigadir Polisi Nurhayadi, membe narkan adanya peristiwa perkelahian tersebut. Dan Pihak keamanan sudah dapat mengendalikan situasi. tef

Kirim email ke