ERATNYA TALI SILATURRAHMI Assalamualaikum.Wr.Wb.
Allah SWT, berfirman di dalam Q.S An Nisa ayat 1,yang artinya : "�.Dan bertaqwalah kepada Allah,yang dengan ( mempergunakan ),namaNya,kamu saling meminta satu sama lain dan ( peliharalah ) hubungan Silaturrahmi .Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu ". Rasulullah SAW bersabda yg artinya : " Tidak akan masuk syorga orang yang memutuskan silaturrahim ". ( H.R Muslim dan Tirmidzi ). Imam Al Qurtubhi menafsirkan ayat ini , " Telah sepakat ulama bahwa silaturrahim itu wajib,dan memutuskannya haram ". Masa pancaroba adalah masa perubahan serba cepat.Selama masa seperti ini,masyarakat selalu dipaksa untuk berbeda pendapat dan memperjuangkan prinsip-prinsipnya.Sampai disini tak ada masalah,semua wajar dan sesuai dengan Sunnatullah. Sayangnya,..terkadang benturan perbedaan lantas menghanyutkan sebagian Muslimin untuk saling menghujat,menghina,membuka daftar " Aib ",yang telah terdaftar,di dalam catatan sejarah,ataupun mendaftarkannya,bila belum terdaftar di bagian jajaran kamus bahasa " aib ",yang lengkap,beserta ensiklopedi catatan sejarah kehidupan pribadi seseorang,untuk dijadikan rujukan,didalam menghujatnya. Bahkan tak jarang perbedaan ini sering menimbulkan segala sesuatu pernyataan tanpa dalil yang Qath'i ( pasti dan jelas ),bahwa darah seseorang telah halal,satu sama lainnya.Semua ini terjadi tanpa kita sadari ,ternyata telah menjalar di pemikiran ,jiwa,serta tubuh kita. Harga silaturrahim telah jatuh ke titik yang terendah.Hahal bihalal diadakan,silaturrahim dibicarakan,namun kebencian sesama Muslim tak pernah benar-benar dipadamkan.bahkan kadangkala makin dipanas-panasi,api yang mulanya kecil,karena sedikit demi sedikit diberi kayu bakar,maka api itu semakin membesar,dan nyalanya semakin membara,memakan korban,menelan bencana yang tanpa belas kasih lagi. Semua musnah,karena jiwa telah dirasuki amarah kebencian dan kemarahan.Punahlah segala cinta dan kasih sayang,yang selama ini telah terjalin erat.Apalagi yang belum pernah terjalin sama sekali.Rapuh persaudaraan,timbul keegoisan,dan mementingkan suku,ras,dan lain sebagainya itu.Lupa diri,lupa penciptaan dan kesetaraan manusia,lupa asal manusia yang berasal dari ibu bapa yang asalnya satu,yaitu Adam dan Hawa.Lupa kita ini berasal dari tanah ,setetes air mani . Ayat,beserta hadist di permulaan kata diatas,mengantarkan kita,betapa tinggi nilai dan hakikat dari silaturrahim. TINJAUAN HARFIAH DARI ARTI SILATURRAHIM Secara Etimologi,kata " Silaturrahim ",terdiri dari dua kata yaitu " Shilah " dan " Rahim ". " Shilah ",berasal dari akar kata " Washala "," Yashilu ", " Shilatan ".Yang artinya " menghubungkan atau penyambung ". Sementara " Rahim " Bisa mempunyai dua makna.Pertama makna istilah,kata ini dalam bahasa Arab,maupun dalam bahasa Indonesia berarti rahim ibu,dimana disanalah letaknya terjadi pembuahan dan tumbuh,serta berkembangnya janin,maka rahim disini dimaksudkan adalah " tali kekeluargaan ". Kedua, kata " rahim ",berasal dari akar kata " rahima ", " yarhamu ", " rahmatan ".yang berarti " mengasihi",atau " menyayangi ",maka " rahim ", berarti " kasih sayang ". KANDUNGAN MAKNA KATA SILATURRAHIM Dari tinjauan Terminologis ini harus dicermati beberapa hal :. Pertama, Shilah adalah kegiatan aktif,karena berasal dari kata kerja aktif,bukan pasif.Dalam artian,bahwa setiap seorang mukmin,haruslah aktif dalam menghubungkan,atau menyambungkan silaturrahim,atau tali kekeluargaan. Oleh karena itu,hadist-hadist,atau perintah-perintah silaturrahim kebanyakan bersifat aktif,seperti Sabda rasulullah SAW, : " barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat hendaklah ia menyambungkan silaturrahim (tali kekeluargaan ). ( H.R Bukhari dan Muslim ). Hadist Rasulullah SAW lagi,: " Barang siapa yang ingin di luaskan baginya rezekinya,dipanjangkan umurnya, maka hendaknya ia menghubungkan silaturrahim ". Perlu menjadi catatan kita disini,apa yang dimaksud dengan dimudahkan rezeki,dan dipanjangkan umurnya.Sementara kita sudah tahu,bahwa,umur,rezeki,mati,hidup,jodoh semua telah ditentukan oleh Allah SWT,sebelum manusia muncul kepermukaan bumi ini. Yang dimaksud disini adalah " keberkahan " dari segala sesuatu yg kita miliki itu. Dari Hadist2 diatas,dapat kita fahami,bahwa orang yang aktif membangun hubungan silaturrahim akan mendapatkan dua keuntungan besar,Dunia dan akhirat.Kita hanya akan dikatakan beriman kepada Allah dan hari kiamat,bila kita telah menghubugkkan silaturrahim kita.Sementara keuntungan di dunia,kita akan memperoleh rezeki yg luas,dan panjang umur. Dalam hadist diatas juga,perlu kita fahami,bahwa hubungan silaturrahim,harus di bangun secara pro aktif.maka bukanlah sifat orang2 yang beriman yang berkata , " Saya akan baik kepadamu,bila kamu baik kepada saya,dan saya akan memaafkan kamu,bila kamu meminta maaf kepada saya. ". __________________________________________________ Do you Yahoo!? Yahoo! Mail Plus - Powerful. Affordable. Sign up now. http://mailplus.yahoo.com RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

