Novel ini "wajib" dibaca oleh warga Minang, jika ingin mengetahui
romantisme, manis-asamnya kampung halaman dan kondisi Minangkabau
/ Sumbar era thn 50 s/d 60an.
" Ketika Merah Putih Terkoyak "
Oleh : Carl Chairul (Alm)
Carl Chairul menyajikan dengan kata-kata yang mengalir lancar, mudah
dicerna : kehidupan, kondisi Sumbar khususnya Minangkabau Darek (Agam)
pada era thn 1950 s/d 1960an, hampir lengkap.
Mulai dari suasana - kehidupan kampung kecil, keindahan alam,
romantisnya masa remaja dikampung, orang-orang berbagai lapisan,
anak kampung - anak kota - urang rantau, kepenghuluan - gelar yang
harus
"diperbaharui", kekuasaan mamak, kawin pos-paket, "tugas" ayah hanya
"dimalam hari", PRRI, dewan Banteng, sebab-musabab PRRI dengan fakta
dari kedua sisi, "kalah perang", kegetiran akibat perang saudara,
dan ���� cinta ( yang mereka sendiri tidak tahu "cinta" itu apa)
yang tulus sepasang "anak kampung"........ Turiki dan Anna.
Istilah-istilah asli : barosok, baintaian, pomle, kawa, "apakno",
kalusuak anyak, indak bakarunciangan, ijok.
Terima kasih Carl,karya anda telah membangunkan kami.
Carl telah mendahului kita 1 Dec 2002
Kami kehilanganmu.
Kami berduka.
Diterbitkan oleh Gramedia - Jkt, 2001
Harga Gramedia sekitar Rp 17rb
Bagi nan berminat, RF akan membantu membelikan dan mengirimkan buku (*)
ini kealamat anda.
Bagi yang diluar jabotabek, usahakan memakai alamat ktr pusat di Jkt.
Harga RF Rp 24.000,- + onkos kirim.
Keuntungan dan kelebihan ongkos kirim akan dimasukkan ke Dana Abadi RF.
(*) jika masih ada di TB Gramedia.
Kpd Epi Serpong.
Tolong "resensi" nya disempurnakan.
Tengkiu
Wass
mak Ban
~~~~~~~~~
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di:
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================