Ass. Ww

Apokoh tahun nan dihituang badasarkan peredaran bumi mangaliliangi
matohari tu tahunnyo urang non Islam? 

Kalau tahun nan dihituang badasarkan bulan mangiliangi bumi, itu tahun
Islam?

Kalau ambo nan awamko jawaban kaduono adolah "indak"
Tolong pencerahan, nan indak talalu apprioiri.

Wass. Ww
Darul

-----Original Message-----
From: Arman Bahar [mailto:[EMAIL PROTECTED]] 
Sent: Tuesday, December 31, 2002 10:02 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: RE: [RantauNet.Com] Refungsionalisasi..............

Wa alaikumsalaam ww

Itulah nan marusuah dek ambo, kito urang Islam corongnyo kalah nyariang
jo
urang nashara, teriakan kita kurang kuat dan gaung kita kurang kompak,
kita
umat Islam selalu dan selalu saja jadi masarakat taicia kelas dua.
bahkan
sudah menjadi ciri khas bahwa urang Islam itu kalau berjuang suka
sendiri2
alias kurang mudah untuk dipersatukan

Saya fikir Umat Islam itu perlu pemersatu seperti khalifah Islam
misalnya,
yang komandonya dipatuhi dan dita'ati oleh setiap umat, yaaa....  kira2
seperti Paus di Vatikan itu lhoo, oh yaa saya pengaggum berat Khalifah
Islam
(Iran) Ayatullah Rohullah Komeini yang menurut kepercayaan orang Islam
disana bahwa para Ayatollah ini adalah sisilah / keturunan nabi besar
kita
dari garis keturunan bapak, kapan yaa muncul khalifah Islam yang
mendunia
itu, kayaknya saya merindukan itu lhoo...   Yaaaahhh ... minimun untuk
mengimbangi gebyar tahun baru anak tuhan itu tuuuhh.... 

Sementara urang nashara memang telah menguasai dunia sampai orang2 Islam
tidak merasa telah ikut2an memeriahkan gebyar tahun baru yesus anak
tuhan
sang almasih alias masehi itu, bagaimana yaa agar sebaliknya orang2 non
Islam itu yang berdecak kagum dan mau pula ikut2an merayakan tahun baru
Islam 1 Muharram atau minimun tidak ada lagi orang Islam yang ikut2an
merayakan 1 Januari dimana kesempatan ini sering digunakan pula oleh
kita2
ini untuk melihat acaranya yang penuh pamer aurat2 yang aduhai itu 

Oh yaa sanak R/R, tentang boleh2nya saja kita mengucapkan do'a selamat
tahun
baru itu, kayaknya sama saja kita mengucapkan selamat pagi kepada
seseorang
(sang paginya yang selamat atau tahun barunya yang selamat), menurut
saya
do'a itu tidak diucapkan sebagaimana sebagian kita orang Islam membaca
do'a
bersama termasuk yang pakai sound system yang di amin kan oleh para
makmum /
jemaah, menurut saya berdo'a dengan membaca do'a itu beda
lhoo....berdo'a
ada tuntunannya salah satunya dengan suara yang lemah lembut sepenuh
hati
penuh harap akan dikabulkan Allah, so kalau katanya berdo'a dengan loud
speaker 14 inchi (baca do'a massal) yang menurut saya itu bukan berdo'a,
tapi "membaca" doa ...... so gimana menurut sanak R/R

Eheeemm...wasalam
elphili




**********
DISCLAIMER:
Privileged/Confidential information may be contained within this message. If you are 
not the intended recipient, you must not use, copy, retain, distribute, or disclose 
any of its content to others. Instead, please notify the sender immediately and then 
delete this e-mail entirely. We have checked this e-mail for any viruses and harmful 
components however; we cannot guarantee it to be secured or virus free. PT Perusahaan 
Pelayaran EQUINOX does not accept any responsibility for any damages or any 
consequences therefrom.

RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
==============================================Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR 
ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
==============================================

Kirim email ke