Rampok Bus Gumarang, 4 Pelajar Bukittinggi Diringkus BUKITTINGGI, Mimbar - Empat pelajar SMU swasta dan negeri Bukittinggi diringkus jajaran Polresta Bukittinggi, Senin (6/1) malam di Baso, Ka bupaten Agam. Mereka disang ka melakukan merampok uang sopir dan karnet Bus PO Gu marang sebanyak Rp1,4 juta. Tiga dari perampok itu me ngaku pelajar SMU Swasta Karya Bhakti Simpang Aur Bukittinggi. Mereka adalah Bonny Afrikus, Rico Rahmad, masing-masing kelas tiga dan Riski Nofiasari, kelas dua. Ter sangka seorang lagi, Iskandar, pelajar kelas tiga SMUN 3 Bukittinggi.
Tak hanya menguras uang, empat kawanan rampok pelajar yang rata-rata berusia 18 tahun ini pun memulai aksinya de ngan kekerasan hingga mence derai korban hingga luka parah. Sang sopir angkutan antar kota antar provinsi (AKDP) BM 7048 LU dari Bukittinggi tujuan Pekanbaru itu, Nasrul (38) mengalami luka robek di jidat dan lengan kiri akibat dibabat dengan sepotong kayu dan sepotong kunci roda. Sedang Ben alias Kalek (38) yang menjadi stokarnya, meng alami cedera lebih parah. Jidat nya yang terluka menganga, terpaksa dioperasi paramedis dengan 15 jahitan setelah para perampok berhasil diringkus aparat. Aksi perampok mengguna kan Kijang Pick Up BA 8235 N sekitar pukul 21.30 WIB di depan Kios Sanjai Nan Sikum bang ruas jalan Bukittinggi-Payakumbuh itu, dibenarkan Kapolresta Bukittinggi AKBP Drs. Awang Anwaruddin. Ma lah pada aksi perampokan itu tersangka juga mencederai seorang penumpang. �Dari sekitan banyak penum-pang, seorang Sofyandi itulah yang cedera. Pipi kirinya dibabat sepotong kayu. Apakah karena membantu awak bus atau bagaimana belum diketa-hui,� kata Kasat Reserse Pol resta Bukittinggi AKP Jornalis Johor menjawab Mimbar Mi nang, Selasa (7/1/2003). Dari aksi rampok ini, jajaran Polresta Bukittinggi menggu lung tersangka 30 menit kemu dian. Yakni begitu mendapat laporan dari masyarakat dan korban, Kapolsek Baso Ipda Parno dan Pamapta Polresta Ipda Yacub langsung bereaksi bersama anggota. Perampok yang dalam aksi-nya menggunakan kendaraan Kijang warna merah BA 8235 N, itu dapat diringkus di Pom Bensin Garegeh, sekitar 5 km dari lokasi kejadian. �Jalan dari lokasi kejadian sempat macet hingga memu-dahkan meringkus mereka,� kata Parno. Sebagaimana dijelaskan Ipda Parno, setelah bus disalip dan dihadang kendaraan Kijang Pick UP BA, tiga dari empat kawanan itu turun dari kendaraannya menuju bus membawa pentungan dan kunci roda. Begitu pintu bagian sopir tidak bisa dibuka, beralih membuka paksa pintu bagian kiri bus. Begitu pintu dapat terbuka, tiga tersangka langsung mengamuk. Masing-masing tersangka membabi-buta melayangkan hantaman potongan kayu ke arah kepala sopir, berikut kepala karnet yang berada di sampingnya. Alasan perampok, sebagaimana disaksikan penumpang, karena sopir dan karnet bus PO Gumarang ini telah mengeroyok kawannya. Akibat keroyokan awak bus ini, kawannya itu kini terpaksa dirawat di rumah sakit. �Dengan alasan itulah mereka menguras isi kantong sopir dan karnet, untuk biaya obat temannya itu hingga aksi mereka dibiarkan penumpang. Sedang si Sofyandi yang penum pang, cuma cedera tanpa diperas,� kata Parno di ruang Sat Serse Polresta. Bagaimana duduk perkara kasus rampok ini, sejauh ini menurut Jornalis Johor masih dikem bangkan. �Keempat tersangka kini ditahan di Polsek Baso, bagaimana kelanjutannya masih dalam penyelidikan. Tunggulah,� katanya. af Ali Akbar pt. Styrindo Mono Indonesia Mechanical Engineer E-mail: [EMAIL PROTECTED] Phone: 0254-500080 ext. 138 Fax: 0254-500085 RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

