"Assalamualaikum ww Ta-ingek salah seorang pandeka / guru "Silek Tuo" ambo yang mahia ilmu2 silek tarutamo nan berasal dari "Tanah Basa" Asia hinggo baliau ko mamahami semua inti ilmu gerakan silat didunia ko, yang dengan itu inyo mampunyoi kemampuan mengalahkan lawan sileknyo hanya dengan jurus gerak silek lawan itu sendiri bahkan lebih sempurna gerakannyo dari sipesilat lawan tarungmya itu, si lawan bengong ta-heran2 jadinya
Baitu pulo penjajah barat / buleando, dikirimnyo sarjana2 mampalajari Islam sampai ka-urek2nyo (sabuik sajo orientalist Snouck Horgunye cs) yang dengan berbekal pengetahuan tentang Ke-Islam-an itu mereka dengan mudah memperpanjang era kolonialisme di bumi Islam Indonesia ini Pado zaman penjajahan, khatib Jum'at dilarang berkhutbah dengan menggunakan bahasa Melayu / Indonesia atau bahasa yang dimengerti makmum / penduduk setempat, tetapi harus berbahasa Arab, tujuan politisnya adalah agar kathib / pemimpin umat tidak bisa menyisipkan pesan2 perjuangan melawan penjajah Ketidak mengertian tujuan politik buleanda ini masih membekas terutama pada banyak mesjid dinagari awak ataupun mesjid2 yang dikelola urang awak di Riau yang khotbahnya masih tetap berbahasa arab, padahal khutbah itu tujuannyo adolah menyampaikan pesan, petunjuk, nasehat dan khabar pertakut kepado umat samataro si makmum indak mangarati bahaso Araub Di era kemerdekaan pun baitu, Islam di Indonesia pernah jaya, terutamo kutiko Partai Masyumi (berlambang "Bintang Bulan") menang telak pada pemilu pertama 1955, sayangnya setelah itu oleh "orang2 yang takut kepada kejayaan Islam (Islam Phobia)" menggeser kekuatan Islam dengan berbagai cara terutama dengan politik NASAKOM (Nasionalis, agama dan komunis- disatukan agar mudah di-kontrol) Hingga pelan tapi pasti kekuatan Islam melemah, bahkan tidak sedikit pemimpin2 Islam seperti Buya HAMKA dan Buya M. Nasir yang ketua Masyumi itu di-bui-kan tanpa di-adili, dan sejak itu orang2 (pemimpin2) Islam dikucilkan dari "jajaran kepengurusan negara". Politik (ngurusin negeri / negara) ? "No Way" (kecuali ulama2 yang bersedia menukar agama dengan jabatan dan fasilitas), dan dengan dipasungnya pemimpin2 Islam, tiada lagi yang mensuarakan Islam di Indonesia, bahkan ditimbulkan image bahwa kiyai itu tempatnya di-pesantren, ustad dimusajik sajolah, "jangan datang pulak kau, kalau nggak ku-undang untuk baca doa massal" Rupanya image itu sampai saat ini masih ada, agama yaa agama jangan ikut2an pula ke politik, virus "Islam Pobhi" belum punah masih berpotensi me-wabah dan menggerogoti tulang sendi tungkai utama dan tulang lainnya, untuk itu masih dibutuhkan dropping "vaksin" produk mutakhir untuk menangkisnya Saat ini terasa sangat berat perjuangan pemimpin2 Islam untuk mengangkat harkat Islam yang katanya mayoritas ini, entah kalau kita2 semua sudah mulai sadar dimana posisi kita sekarang, langkah awal tentu saja memupus image "agama sih agama tempatnya disurau, jangan ikut2an ngurusin negara (politik) yaaa?" wasalam mak malin -----Original Message----- From: Rahima [mailto:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Saturday, January 11, 2003 8:04 PM To: [EMAIL PROTECTED] Cc: [EMAIL PROTECTED] Subject: [RantauNet.Com] RE (2)Presiden RI thn 2004 orang Kristen ? Assalamualaikum.Wr.Wb. Pak Arman,bagus sekali ulasan dr Bapak.Terkadang saya sering heran,mengapa Bapak sering bertanya Agama pd saya,padahal Bapak,cukup mantap dlm hal itu. Bicara soal politik,kita sering salah kaprah memang.Banyak yg menduga bahwa politik itu tidak boleh bersatu dlm agama,bahkan,byk yg menafsirkan Hadist Rasulullah SAW,ttg " Antum a'lamu biamrin dunyaakum,waana a'lamu biamrin aakhirakum " ( Kamu lebih tahu ttg kemaslahatan dunia kamu,sedangkan aku lebih mengetahui ttg akhirat kamu". Hadist ini sering di jadikan org2 orientalis,utk menghancurkan Ummat Islam,agar tdk pernah berfikir ttg dunia dan politik mrk.Karena agama cuman mengurusi masalah akhirat saja. Hadist " kamu lebih mengetahui urusan dunia kamu..".Lantas,oleh sebagian kita ummat islam,yg kurang mendalami Hadist beserta ilmu2nya,apalagi agama spi keakar2nya,sering tersalah di dalam penafsiran tsb.Akhirnya demikianlah yg terjadi,..Dunia itu yah dunia..agama itu yah agama,..politik itu yah,..politik,politik tdk dpt disatukan dgn agama. Kesalahan yg cukup besar,bila kita memahami agama,sedemikian dangkalnya.Al Qur'an (disini yg dimaksud agama ) semenjak lahirnya,telah mengajarkan Ummatnya,dlm berinteraksi terhadap semua golongan ummat,dan disegala urusan dunia dan akhirat. Klu tidak ada politik dlm agama,tdk kan mgkn turun ayat Allah dlm Al Qur'an tsb,yg membicarakan ttg masalah2 politik,salah satu lagi contoh ayat utk itu " Waamruhum,..syuuraa,bainahum" (Dan segala permasalahan mereka adalah dgn cara mufakat dan Musyawarah ).Jadi sejak dr dahulu kala politik dlm Islam itu sdh ada.MPR itu sdh ada.Krn di dlm MPR itu kerja mrk bermusyawarah,utk mengambil suatu mufakat.Al Qur'an lbh dahulu lahir,sblm kita lahir. Rasulullah adalah panglima perang yg tangkas,Politikus yg cerdas,Pemimpin yg gentelman,berani,dan pintar dlm bersiasat dlm berpolitik,diikuti oleh para sahabat sesudah beliau.Tak heran,..di zaman dahulu kala,Ummat Islam,mencapai puncak kegemilangannya,Berjaya,dan maju.Semua itu karena pintarnya kita Ummat Islam,menselaraskan antara kehidupan dunia dan akhirat,masalah agama,dan politik. Ulama itu bergerak hampir disegala bidang,krn kata ulama itu sendiri cukup luas.Sangat jarang sekali politik itu landasannya agama,tetapi agama,selalu membimbing ummatnya,agar tidak hancur,selamat dunia akhirat.Bila Bangsa Indonesia yg mayoritasnya Ummat Islam kalah dlm berpolitik,maka jgn disalahkan ajaran agama Islam itu,tetapi yg disalahkan adalah Ummat Islam itu sendiri,yg tdk tahu apa yg hrs diperbuatnya. Mengapa msh memilih pemimpin mrk yg non Islam,padahal,Allah sdh jelas2 tegas melarang hal tsb,sbgmn ayat yg telah kita sebutkan berlalu." janganlah kamu mengambil pemimpin kamu selain org Islam juga...dst..) Kita tahu,sedangkan saat ini penduduk Indonesia,yg mayotitasnya Islam,dan selama ini di pimpin oleh pemimpin yg Islam,kristenisasi,semakin marak dan merajalela.Apalagi bila pemimpinnya Kristen,..apa yg akan terjadi,..???. Sekali lagi,..menjaga sblm datang penyakit lebih baik,daripada penyakit itu datang,..maka susah mengobatinya. Wassalam.Rahima. --- Arman Bahar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Assalamualaikum ww > > Yes, agama hendaknya jangan diartikan hanya ritual ibadat saja, agama Islam juga bermakna sebagai bagian dari sebuah kebudayaan yang sangat kompleks (a complex civilization), sedangkan politik hanya bagian dari sebuah kebudayaan itu sendiri > malin bandaro > --- Basri Hasan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Lets kept politics as politics, don't spoil your religion with politics bak kecek urang tuo saisuak: indak tukang nan mambuang kayu. RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

