Assalamualaikum wrbb,

Iko ado ambo dapek dari kawan,mudah-mudahan bermamfa'at bagi kita semuanya.

wassalam,
linda.


Awas Surat Palsu Dalam Al-Qur�an Cetakan Baru

Ummat Islam di Indonesia perlu mewaspadai beredarnya Al-Qur'an cetakan baru yang di dalamnya terdapat empat surat palsu hasil ciptaan kafir laknatullah. Surat-surat tersebut adalah:
1) Al-Iman (Kepercayaan)
2) Al-Wasaya (Perintah Allah)
3) At-Tajassud (Penjelmaan)
4) Al-Muslimun (Kaum Muslimin)
Kabarnya, di Malaysia sudah beredar Al-Qur'an dengan surat palsu ini dan tidak menutup kemungkinan ini bisa beredar di Indonesia.
Ke empat surat palsu dapat dilihat di situs web http://www.dialspace.dial.pipex.com/town/park/geq96/original/ (Naskah surat palsu Al Wasaya dapat dilihat di atas)
Siapa pun yang membuatnya, ia merasa tertantang oleh surat Al-Baqarah ayat 23 yang terjemahannya adalah sebagai berikut: "Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar."

Hati-hati terima paket kiriman
Prof. Dr. H. Syahrin Harahap, MA menilai, penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW dan pemalsuan Al-Quran merupakan upaya memancing emosi umat Islam.
"Menghina Nabi Muhammad dan membelokkan makna atau penyisipan ayat-ayat Al Quran merupakan persoalan yang sering muncul di mana-mana dan akan terus terjadi," kata pakar Pemikiran Islam itu kepada Waspada di Medan Senin (13/1), menanggapi beredarnya ayat Al Quran palsu melalui internet dewasa ini.
Menurut guru besar/PR III IAIN Sumatera Utara itu, hal ini merupakan upaya mereka yang tidak senang terhadap Agama Islam.
Syahrin Harahap menerangkan, situasi sekarang, sebagian umat Islam dalam posisi tersudut akibat serangan global. Gawe ini ingin dimanfaatkan oleh pihak yang tidak senang terhadap Agama Islam untuk memancing emosional umat dengan harapan umat Islam menanggapinya secara emosional dan menampilkan kemarahan.
"Tetapi, di kalangan umat Islam sudah ada pemahaman mendalam bahwa Al-Quran itu tidak bisa diselewengkan karena telah terseleksi baik oleh pembuktian sejarah maupun dengan jaminan Allah Swt. "Kami menurunkan Al-Quran dan Kami pula yang memeliharanya," kata Syahrin mengutip sebuah ayat Al-Quran dan menyebut wujud pemeliharaan itu melalui kemampuan banyak umat Islam yang hafal seluruh ayat Al Quran. Tambah lagi, sekarang sudah ada CD dan komputer berisi ayat Quran secara lengkap.
"Al-Quran tidak bisa dibelokkan, dikurangi ataupun ditambah, apalagi Allah Swt telah menjaminnya," ujarnya. Untuk merespon peristiwa ini, Syahrin Harahap mengimbau umat Islam agar tidak sampai kehilangan akal sehat. Sebenarnya, para pembenci Islam itulah yang kehilangan akal sehat dalam menghadapi kekokohan prinsip umat untuk menciptakan kehidupan beretika.
"Umat Islam juga perlu meningkatkan penguasaan, penghayatan dan pengamalan Al Quran, dan jangan terpisah dari Al-Quran sebab hal itu memperlemah umat Islam," katanya sambil menyebut, persoalan seperti ini harus dilawan dengan ilmiah, bukan dengan emosional.
Karena itu, katanya, kasus ini perlu disebarluaskan agar para ulama meneliti dan mendiskusikan kelemahan-kelemahannya.
Katanya lagi, peran media massa untuk menyebarkan pemalsuan ini sangat penting agar semua umat Islam bisa menyikapinya. Harian Waspada ujung tombak penyebaran informasi seperti ini.

Kirim email ke