Assalamualaikum.Wr.Wb.

Hmmmm,bgmn yah,..mgkn memang kejujuran itu sdh menjadi
darah daging dlm hidup saya kali uni.Sepahit apapun
resiko yg akan saya tanggung,namun kejujuran akan
tetap saya utamakan.Bukankah kejujuran itu membawa
seseorang kearah kebaikan,dan kebaikan membawa
seseorang masuk syorga,dan bila seseorang terbiasa dgn
kejujuran,maka ia akan di cap Allah,sbg " As Shiddiiq
" (jadi bukannya Abu Bakar saja yg bergelar As
Shiddiq,kita manusia biasapun bisa mendapatkan gelar
tsb,bila kita selalu jujur.)

Sebaliknyapun begitu sabda Rasulullah selanjutnya ;

Dusta,atau bohong itu,membawa kepada
kejahatan,sementara kejahatan membawa seseorang
keneraka,seseorang yg terbiasa dgn kebohongan maka
akan di cap oleh Allah " Pendusta ".)Jadi,..bukannya
Musailamatul Al Kadzaab saja yg diberi gelar
Pendusta.Kita manusia biasa juga akan mendapat gelar
spt itu,klu kita membiasakan diri utk bohong itu.)

Biasanya kebohongan pertama,akan diikuti oleh
kebohongan kedua,kebohongan kedua akan diikuti
kebohongan ketiga,begitulah seterusnya,..spi
kebohongan yg tak terhingga batasnya.Nah,..bila sampai
pd puncak yg tertinggi dr kebohongan itu,ia akan
terungkap sendiri,.sehingga kebohongan yg terakhir
sekali,akan membuka,dan mengungkap kebohongan yg
pertama sekali,bak tabir yg membuka tirai2 pintu dan
jendela2 yg selama ini,tertutup rapi.

Menurut saya sih,..ketimbang terbuka tabir
semuanya,..enakan jujur dr awalnya.Tdk kan menanggung
resiko berat lagi.Bagi saya enakan pahit2 dr
awal,akhirnya manis,drpd manis awalnya,di akhir hidup
meminum racun.

Karena saya yakin sekali,hidup ini tdk akan ada yg
manis selalu,juga tdk ada pahit selalu.Pasti ada manis
dan pahitnya.(hik..hik..kayak minum teh,atau kopi
manis ,pahit saja,..sayangnya dikedua minuman itu
kurang saya sukai,saya lbh suka minum susu sapi
segar,..bukan pula susu bubuk ).

Uni Evi,..Ironis sekali memang pemerintahan kita
skrg,dimana rakyat msh blm selesai menanggulangi
penderitaan,krisis dan kesulitan dlm menghadapi
ekonomi yg semakin morat marit,..eh..eh..seenak perut
pemerintah kita menaikkan harga BBM,Listrik,telpon
dlsbgnya,yg akan menunjag kenaikan semua harga,dlm
tatanan kehidupan kita sehari2.

Layaknya rakyat kita skrg,sudah jatuh ketimpa tangga
lagi.kenapa ngak sekalian di jatuhi bom saja.Apakah
Pemerintah menunggu jatuhnya " Hujan Batu " dr
Allah,baru sadar,..??Wallahu a'lam.

Bagaimana kemesraan semasa pacaran dulu akan berlanjut
terus,..klu toh..yg dipikirin isi perut seluruh isi
rumah,.bgmn sang ustadz/ah berceramah dgn suara keras
dan lantang ,penuh semangat yg menggebu2 mengatakan :

 " Wahai manusia,..bersedekahlah kamu,..berinfaqlah
kamu..ke jalan Allah,..berbuatlah
kebaikan,..dst..dst..dgn segala ceramah menuju
kebaikan..!!!",sementara isi perutnya sendiri kembang
kempis,dikarenakan sulitnya mengisi sesuap
nasi,pelepas lapar,seteguk  air pelepas
dahaga,sepotong kain pembalut tubuh,sepasang
sendal,ntuk melangkah kan kaki,mengais dan mencari
2,lobang2 rezeki yg halal,seuntai atap beserta
teman2nya,pelindung diri dr hangatnya sang
mentari,dinginnya malam yg mencekam,menusuk kalbu,agar
tdk terkena penyakit tulang.

wow...semua itu tinggallah kata2 yg tak
bermakna,..goresan2 pena dan curahan hati yg tak
didengarkan,..ini semua krn kesalahan kita,..kita yg
bodoh memilih pemimpin kita yg kurang pintar dan
berjiwa sosial,..dan tdk egois,..yg tdk
mempersolek,mempercantik diri,dgn polesan Make up
dipipi yg merah,mengalum senyum kepalsuan.

Wassalam.yours..rahima.




--- "   -- (*o*) --" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Assalamualaikum,
> 
> Hm, dikau jujur sekali Dik. Aku setuju denganmu.
> Baru tiga bulan ketemu lantas kawin,tahu apa kita
> siapa si bunda dan siapa si ayah sesungguhnya.Jika
> mereka berasal dari kelangan ekonomi lemah,
> sepanjang apa sumbu emosi mereka jika setiap tahun
> pemerintahanya menarikan tarif listrik, telepon, bbm
> sementara perut dan kebutuhan anak-anak tidak bisa
> menunggu para volanteer demo di jalanan. Tapi tak
> apa-apa lah Dik, itulah indahnya dunia, dia selalu
> kasih tempat kepada setiap pendatang baru. Dan itu
> bisa dijadikan bekal kalau2 kapalnya oleng tatkala
> nyetir kendaran mahal supercepat bernama rumah
> tangga, bukan?
> 
> Wassalam,
> 
> --GM--
> 
> 
> Itu ibarat masuk
> ----- Original Message ----- 
> From: "Rahima" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Wednesday, January 15, 2003 12:08 PM
> Subject: Re: [surau] Begitulah Cinta ...
> 
> 
> > Assalamualaikum.Wr.Wb.
> > 
> > Hmmmmmm,..kayaknya ini cerita sambungan dr
> postingan 
> > postingan " Kekasihku Pacarku,..".
> > 
> > Sepertinya,terkadang kata2nya terlalu indah dan
> mesra
> > sekali.Siapa sih yg kagak mesra
> > begituan,..wong,..menikah baru tiga bulan.Masih
> boleh
> > dikategorikan msh lagi hangat2nya " Bulan madu "
> > sih,..?,terlepas mrk sblmnya sdh pacaran begitu
> lama
> > ataupun hanya dua.tiga minggu saja.
> > 
> > Namun tetap klu baru menikah itu,tetap saja akan
> mesra
> > menjelang segudang problema menghadang
> mrk,terutama
> > bila si kecil2 mulai muncul,mulai besar dan
> menanjak
> > dewasa,kebutuhan ekonomi semakin membludak.
> > 
> > Sangat sulit mencari pasangan yg dr A-Z nya
> semesra yg
> > dibayangkan ketika masa2 pacaran dulu,pasti ada
> riak2
> > air didalamnya.Terkadang justru riak2 tsb yg
> menambah
> > cinta dan keImanan seseorg,ketimbang tanpa badai
> yg
> > menghantam.(bagaimana uni Evi,..yg super ahli dlm
> > masalah Cinta ini )
> > 
> > Wassalam.Rahima.
> > 
> >
> 
> 
> 


__________________________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail Plus - Powerful. Affordable. Sign up now.
http://mailplus.yahoo.com

RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke