Assalamualaikum ww Pak Bahaiki bukan orang politik, Mr. clean yang profesional sejati ini merintis karir dari bawah sebagai engineer yang bertungkus lumus dimenara pengeboran minyak ditengah hutan belantara Sumatera, tidak kenal siang atawa dingin malam yang kadang2 hujan petir
Tentu kita sependapat bahwa bekerja pada perusahaan asing, kerja keras kita akan menghasilkan keuntungan yang akan dibawa kenegeri asing yang bersangkutan, namun sebenarnya hal ini tidaklah terlalu benar karena perusahaan asing tersebut kan terikat suatu kontrak, ptcpi dalam hal ini akan memperoleh keuntungan sebesar 12.5% dan sisanya 87.5 % masuk kas negara Ini berarti hasil kerja karyawan (termasuk pak Baihaki) yang bekerja pada caltex itu juga dipersembahkan dan dinikmati oleh kita2 yang rakyat Indonesia ini (termasuk warga rantaunetter ini), kan iyooo ndak? Urang awak akhir2 ini tidak banyak yang menonjol dikancah nasional kecuali beberapa orang profesional seperti pak Baihaki, Syahril Syabirin, mayjen Djamaris Caniago, kayaknya agar bisa menonjol harus lebih banyak urang awak yang terjun kekancah politik, tentu saja lewat jalur partai seperti halnya Yusril Ihza Mahendra yang juga urang awak itu Pesta demokrasi 2004 tingga sataun lai, satu2nya jalan agar "urang awak" diperhitungkan pada kancah nasional adalah "naik oto" (partai), dan tentu saja "oto" nan kaditompangi nantun haruslah berbasis nan sasuai jo falsafah urang awak yaitu "Syara' basandi Kitabullah", tepatnya adalah melalui partai yang ber-azaskan Syariat Islam Seandainya pak Baihaki dan pak Syahril indak nio pensiun atau dipensiunkan, sarancaknyo beliau (dan kita2 ini) sajak dini lah mamatuik2 manyo "oto" nan kaditompangi, atau ..... tetap jadi penonton sepak bola nan kadang2 labiah santiang pulo dari pemain (jadi pengamat saja) wasalam malin bandaro -----Original Message----- From: Irdam Syah [mailto:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Wednesday, January 15, 2003 1:20 PM To: '[EMAIL PROTECTED]' Subject: RE: [RantauNet.Com] bekerja untuk siapa ? ( Baihaki Hakim ) Syaraik manjadi "pamimpin kini" harus lihai marunduak atau sakalian sambia manjilek suak-kida... iko nan sulik dek urang awak dalam artian "pamimpin sajati" nan bakapribadian... salam -tg- -----Original Message----- From: yanto_piboda <[EMAIL PROTECTED]> [mailto:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Tuesday, January 14, 2003 1:52 AM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [RantauNet.Com] bekerja untuk siapa ? -- political power Di Republik ini ada setidaknya ada 2 orang Minang yang sadang `mamacik' Pak Baihaki Hakim sebagai Dirut Pertamina dan Pak Syaril Sabrin sebagai Gubernur BI, Kebetulan dua-duanya adalah orang yang berhubungan dengan uang yang jumlahnya tidak sedikit. Pak Baihaki H. dengan produk minyak 1 juta barel perhari dan asumsi harga minya USD 27/barel maka ada USD 27 juta perhari Untuk pak Syahril sama-sama kita tahu lah. Dan dari isu yang berkembang 2 orang Minang yang ada ini juga akan mundur atau dimundurkan. Apakah mereka gagal secara profesi atau ada sesuatu yang lain. Sejarah juga yang berbicara bahwa kemunduran mereka lebih karena perbedaan prinsip dengan orang yang di atas mereka Hatta dengan Sukarno HAMKA dengan pemerintahan Suharto Mereka adalah orang-orang yang sangat teguh dengan pendiriannya, mereka bukan tipe `pimpiang di lereang' yang condong sesuai dengan arah angin. Dari sejarah yang kita baca mereka naik menjadi orang dengan kerja keras dengan mengaktualisasikan diri mereka pada bidang yang mereka pilih sendiri. Dan kita juga akan kemana????? Wassalam RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

