http://www.kompas.com/kompas-cetak/0301/18/daerah/88104.htm
Potensi dalam Kerja Sama Regional
DULU betapa bangganya Sumatera Barat (Sumbar) dengan potensi sumber daya
manusia (SDM)- nya. Meski sumber daya alam (SDA) amat terbatas, kalah banyak
dibandingkan dengan provinsi lain, ternyata sumber daya manusianya unggul,
bahkan lebih unggul. Sayangnya, kebanggaan itu membuat pemerintah dan
masyarakat setempat lupa diri dan lalai.
Akibatnya, sejak tahun 1992 daerah yang dikenal sebagai ranah Minangkabau
ini sudah dilanda kasus anak bawah lima tahun (balita) gizi buruk. Puncaknya
tahun 1998, kasus tersebut melanda lebih dari 10.000 balita, 33 balita di
antaranya meninggal dunia. Sampai sekarang kasus balita gizi buruk itu masih
ada, mengancam 25.000 balita, namun kembali didiamkan, takut dikatakan tak
berhasil menanggulangi karena sudah telanjur menerima bantuan puluhan milyar
rupiah dari banyak orang dan lembaga, serta instansi pemerintah.
Pada saat sumber daya manusia di Sumbar seperti sekarang ini tak lagi
membanggakan, daerah berpenduduk 4,2 juta jiwa dengan Gubernur Zainal Bakar
itu pun kini menggalakkan potensi sumber daya alam.
"Pembangunan daerah yang dilaksanakan berbasis potensi sumber daya daerah
akan mendorong terciptanya pelaksanaan pembangunan yang lebih efisien dan
berdaya saing serta memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat
untuk berperan aktif dalam pembangunan," kata Prof Dr Ir Muchlis Muchtar,
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Sumatera Barat.
Menurut Muchlis, keberhasilan kerja sama ekonomi regional akan sangat
ditentukan oleh kemampuan memanfaatkan peluang usaha berdasarkan potensi
daerah, seperti di bidang pertanian dan kehutanan, industri dan perdagangan,
pariwisata, pertambangan, dan ketenagakerjaan yang cukup potensial di
Sumbar.
DALAM bidang pertanian dan kehutanan, Sumbar sangat berpotensi. Meskipun
lahan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pertanian sangat terbatas
karena topografi daerah yang berbukit dan bergunung, namun kondisi ini
memberikan corak iklim yang bervariasi pada beberapa tempat yang
memungkinkan untuk pengembangan berbagai jenis komoditas (dataran tinggi dan
dataran rendah).
Pada tahun 2001, luas sawah di Sumbar adalah 234.887 hektar dengan produksi
1.737.204 ton. Jika dibandingkan dengan kebutuhan penduduk Sumbar sekitar
600.000 ton beras per tahun (setara dengan 1 juta ton gabah), maka berarti
produksi padi Sumbar telah melebihi kebutuhan penduduknya dan selama ini
telah dapat menyuplai kebutuhan daerah tetangga, seperti Riau, Jambi,
Sumatera Utara, dan daerah lainnya.
Di samping itu, Sumbar mempunyai potensi untuk pengembangan sayuran,
terutama sayuran dataran tinggi yang produksinya selama ini telah dapat
menyuplai kebutuhan daerah tetangga. Pada tahun 2001, produksi sayuran
Sumbar adalah sebesar 175.472 ton, dan produksi ini masih punya peluang
untuk ditingkatkan, baik kuantitas maupun kualitasnya.
Bidang perkebunan, Sumbar memiliki lahan (tahun 2001) seluas 650.310 hektar
dengan produksi 848.955 ton, dengan komoditas utama karet, kelapa, kelapa
sawit, kasiavera, kopi, gambir dan teh, yang merupakan komoditas ekspor.
Potensi di bidang peternakan, Sumbar adalah penghasil ternak sapi, ayam
pedaging dan telur, yang pemasarannya sudah sampai ke luar daerah. Bidang
perikanan, Sumbar memiliki potensi yang sangat besar dengan produksi ikan
jenis tuna, cakalang, tongkol, kakap, cucut, tenggiri, dan kerapu sebanyak
100.879 ton. Potensi lain di bidang kehutanan, industri, pariwisata,
pertambangan, dan potensi pendidikan.
Muchlis menjelaskan, keterkaitan dan kerja sama ekonomi diperlukan karena
adanya daerah dalam suatu wilayah pengembangan ekonomi mempunyai potensi
yang berbeda-beda. Dalam prinsip ekonomi wilayah, biasanya suatu daerah akan
mengembangkan sektor basis yang akan menghasilkan produk ekspor dengan
keunggulan komparatif yang dimilikinya.
"Kerja sama regional di bidang ekonomi tidak hanya terbatas dalam wilayah
yang berbatasan langsung dengan Sumatera Barat, tetapi mencakup wilayah yang
lebih luas, dengan memperhatikan keterkaitan dan hubungan ekonomi
antardaerah, baik di daerah di dalam negeri maupun dengan negara bagian
(kawasan) di luar negeri. Seperti yang dikembangkan dalam kerja sama Ekonomi
Regional IMT-GT (segi tiga pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Thailand) dan
IMS-GT (segi tiga pertumbuhan Indonesia-Malaysia- Singapura)," kata Muchlis.
Muchlis berpendapat, kerja sama ekonomi yang selama ini lebih banyak dalam
bentuk perdagangan antardaerah atau antarnegara, perlu lebih dikembangkan
pada kerja sama di bidang investasi yang diiringi dengan pengembangan
teknologi yang dapat lebih mendorong peningkatan pemanfaatan potensi daerah
dalam pembangunan.
Peningkatan kerja sama di bidang investasi perlu jaminan keamanan dan
kepastian hukum terhadap usaha yang akan dikembangkan. Dalam hal ini
pemerintah (pusat dan daerah) diharapkan dapat menciptakan kondisi dan
suasana yang diharapkan oleh para investor tersebut.
Menurut pakar ekonomi dari Universitas Andalas Padang, Syafruddin Karimi
PhD, bila mengikuti kecenderungan laju pertumbuhan ekonomi daerah Sumbar
selama tiga dekade terakhir, perekonomian Sumbar perlu mengalami ekspansi
rata-rata sebesar 7 persen per tahun.
"Laju pertumbuhan ekonomi yang masih berada di bawah angka 4 persen pada
tahun 2001 memperlihatkan bahwa Sumbar selama periode pemulihan masih
kesulitan untuk kembali kepada kecenderungan laju pertumbuhan ekonomi jangka
panjang," katanya.(
======================================================================
Alam Takambang Jadi Guru
======================================================================
_________________________________________________________________
The new MSN 8 is here: Try it free* for 2 months
http://join.msn.com/?page=dept/dialup
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

